Setengah Tahun Tanpa Kepastian: Pomdam IV/Diponegoro Diduga Lamban Tangani Kasus Oknum TNI BBM Ilegal

Avatar photo

- Kontributor

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : John L Sitomorang SH,.MH. Ketika Berkunjung Ke pomdam Diponegoro Semarang,

Foto : John L Sitomorang SH,.MH. Ketika Berkunjung Ke pomdam Diponegoro Semarang,

SEMARANG | PortalindonesiaNews.Net – Tabir gelap praktik mafia BBM subsidi di Kabupaten Blora kembali memanas. Di tengah sorotan publik terhadap uji materi UU TNI di Mahkamah Konstitusi, kinerja Pomdam IV/Diponegoro kini dipertanyakan. Hampir setengah tahun berlalu, laporan dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dalam penimbunan BBM subsidi seolah berjalan di tempat, memicu dugaan adanya upaya penguluran waktu atau “hukum yang tumpul ke atas.”

Ironi Penegakan Hukum: Pembawa Pesan Dijebak

Kasus ini bermula dari keberanian tiga jurnalis yang membongkar praktik penggelapan BBM subsidi di SPBU 44.582.06 Blora pada Mei 2025. Investigasi mereka mengungkap modus sistematis: kendaraan modifikasi yang menyedot solar subsidi berkali-kali untuk dikumpulkan di gudang rahasia milik sosok berinisial “Boss Rico”.

READ  Ada Apa di Balik Kunjungan Diam-Diam DWP ke Tiga TK Ini? Ternyata Bukan Sekadar Seremonial

Namun, bukannya apresiasi yang didapat, ketiga jurnalis tersebut justru menjadi sasaran serangan balik. Melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dinilai penuh rekayasa oleh Polres Blora, mereka dituduh melakukan pemerasan. Anehnya, dalam OTT tersebut, bukti transfer tidak ditemukan, dan pihak “pemberi” yang diduga bagian dari sindikat justru melenggang bebas tanpa proses hukum.

READ  SUGIYONO KRISIS CENTER Sukses Selenggarakan Kegiatan Pembekalan dan Rekrutmen Paralegal

Pomdam IV/Diponegoro Terkesan Lambat

Melalui Kantor Hukum John L. Situmorang & Partners, para jurnalis telah melaporkan dugaan keterlibatan oknum anggota TNI (Serka R) dalam jaringan mafia ini sejak 4 Agustus 2025 (LP-22/VIII/2025). Namun, hingga Januari 2026, status hukum laporan tersebut masih menggantung.

READ  Ditemukan 2,55 Gram Sabu, Warga Semarang ditangkap Polresta Cilacap

Pihak penyidik Pomdam IV/Diponegoro, melalui pesan singkat pada Desember 2025, menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap Serka R dan saksi berinisial D. Keterlambatan ini kontras dengan kecepatan aparat saat memproses hukum para jurnalis yang membongkar kasus tersebut.

READ  MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

“Kami menanti kepastian hukum. Jangan sampai institusi hukum terkesan melindungi oknum. Publik sedang melihat apakah hukum memang tumpul jika berhadapan dengan seragam,” tegas tim kuasa hukum korban.

Modus Mafia yang Merampok Rakyat

Investigasi lapangan menunjukkan betapa rapinya jaringan ini bekerja. Solar subsidi yang seharusnya menjadi hak petani dan nelayan, disedot secara masif menggunakan barcode ganda dan tangki modifikasi, lalu dijual kembali dengan harga industri. Kerugian negara ditaksir mencapai miliaran rupiah.

READ  Istri Letjen TNI Widi Prasetijono Disorot Publik: Akui Terima Aliran Dana Miliaran di Sidang Tipikor Semarang

Dugaan perlindungan dari oknum aparat di wilayah Kodim Blora memperparah situasi. Hal ini menciptakan kesan bahwa mafia BBM tidak hanya memiliki modal besar, tetapi juga memiliki “perisai” di dalam institusi keamanan.

READ  M. Taufik Ajak Warga Bandungan Untuk Sama-sama Menjaga dan Merawat RTH

Desakan Reformasi dan Perlindungan Pers

Kasus ini kini menjadi simbol perlawanan terhadap pembungkaman pers. Aktivis HAM dan komunitas jurnalis nasional menyerukan agar Kapolri dan Panglima TNI turun tangan langsung melakukan audit terhadap Polres Blora dan proses penyidikan di Pomdam IV/Diponegoro.

READ  KPK Bongkar Strategi Ridwan Kamil Samarkan Kepemilikan Kendaraan Lewat Ajudan

“Jika jurnalis dikriminalisasi karena mengungkap kejahatan yang merugikan negara, maka demokrasi kita sedang dalam bahaya besar,” ujar salah satu aktivis HAM di Jawa Tengah.

READ  Rangkap Jabatan Perangkat Desa Jadi Wartawan di Blora: Etika Profesi atau Pelanggaran Hukum?

Publik kini menanti, apakah Mahkamah Konstitusi dan pimpinan tertinggi TNI-Polri mampu memberikan keadilan, ataukah jeritan rakyat kecil yang kesulitan mendapatkan BBM subsidi akan terus tenggelam di bawah kendali mafia dan oknum pelindungnya?

Laporan : Iskandar

Berita Terkait

JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS
Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80
EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN
Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*
PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”
Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata
SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?
Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:31 WIB

JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:20 WIB

Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:45 WIB

EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:30 WIB

Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:52 WIB

PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:04 WIB

Siap Meledak di Media Sosial? Jangan Lewatkan Workshop “TikTok Creator Revolution” di Yogyakarta!

Berita Terbaru