Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata

Avatar photo

- Kontributor

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | PortalindonesiaNews.Net – Permasalahan terhentinya operasional Pabrik Gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Kabupaten Blora kini mendapat perhatian di tingkat pusat.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah, secara langsung menyampaikan kondisi tersebut kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan para petani tebu Blora, Rabu (10/6/2026).

Penyampaian itu dilakukan setelah Paguyuban Petani Tebu Kabupaten Blora melakukan audiensi dengan sejumlah pihak di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, petani mengungkapkan berbagai dampak yang muncul akibat berhentinya aktivitas pabrik gula yang selama ini menjadi penopang sektor pergulaan di Blora.

Menurut Rina Sa’adah, persoalan yang terjadi tidak lagi dapat dipandang sebagai kendala operasional semata.

Ia menilai kondisi tersebut telah menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat, mulai dari petani tebu, tenaga kerja pabrik, buruh angkut, sopir hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada aktivitas industri gula.

“Situasi ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah karena dampaknya telah dirasakan oleh banyak lapisan masyarakat. Bukan hanya petani, tetapi juga sektor-sektor lain yang selama ini menggantungkan roda ekonominya pada keberadaan pabrik gula,” ujar Rina.

READ  Di Balik Dering 110 yang Tak Pernah Padam, Sosok Polwan Ini Jadi Harapan Warga

Ia menjelaskan, terhentinya operasional PG GMM membuat petani harus mengirim hasil panennya ke pabrik di luar daerah.

Kondisi tersebut menyebabkan biaya distribusi meningkat dan berisiko menurunkan kualitas tebu maupun nilai rendemen yang diperoleh petani.

Untuk itu, Rina meminta pemerintah pusat bersama seluruh pihak terkait segera menyusun langkah konkret guna mengatasi persoalan tersebut.

READ  Blora Butuh Kepastian Hukum! DPRD Dorong Pemkab Segera Selesaikan Perbup Industri  

Menurutnya, keberlangsungan usaha petani tebu harus menjadi prioritas agar dampak ekonomi yang lebih luas dapat dicegah.

Sebagai bagian dari tugas pengawasan DPR RI, Rina menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut melalui berbagai mekanisme parlemen, termasuk pembahasan bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog dan instansi terkait lainnya.

Di sisi lain, Koordinator Audiensi Petani Tebu Blora, Exi Wijaya, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat yang diberikan Rina Sa’adah.

READ  Bupati Semarang Menyerahkan Penghargaan Kepada Masyarakat Wajib Pajak Dan Kadis

Ia berharap komunikasi yang telah terjalin dengan Menteri Pertanian dapat segera menghasilkan kebijakan yang memberikan kepastian bagi para petani.

“Kami berharap ada langkah nyata yang segera diambil. Petani saat ini membutuhkan solusi konkret agar tidak terus menanggung kerugian akibat persoalan yang terjadi di luar kemampuan mereka,” kata Exi.

Hal senada disampaikan Ketua Paguyuban Petani Tebu Blora, Anton Sudibyo. Ia menilai langkah yang dilakukan Rina menunjukkan bahwa keluhan petani mulai mendapat perhatian di tingkat nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih atas upaya yang telah dilakukan. Harapan kami, perhatian tersebut dapat diwujudkan dalam kebijakan yang benar-benar melindungi petani tebu dan menjaga keberlangsungan usaha mereka,” ujarnya.

READ  Ungkap Kasus Sabu, Polda Jateng Tangkap Kurir dan Rekan di Sejumlah Titik di Karanganyar

Paguyuban Petani Tebu Blora berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk mempercepat penyelesaian persoalan PG GMM, memastikan hasil panen petani tetap terserap, serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat yang terdampak akibat berhentinya operasional pabrik gula tersebut.

Laporan : Iskandar

Berita Terkait

PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”
SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?
Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”
Siap Meledak di Media Sosial? Jangan Lewatkan Workshop “TikTok Creator Revolution” di Yogyakarta!
Wali kota Agustina Benahi Stadion TLJ, Siapkan Semarang Jadi Magnet Sport Tourism Jawa Tengah
Efek “Plot Twist” Kasus Truk Sumsel: Saling Lapor Jadi Korban, Alamat Perusahaan Diduga Gaib
Industri Gula Blora Terancam, Petani Kantongi Dukungan Lintas Fraksi DPR RI
Polsek Ngaliyan Kembalikan 23 Sepeda Motor Hasil Ungkap Kasus Penggelapan, Korban Bersyukur Kendaraan Kembali Tanpa

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:52 WIB

PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:40 WIB

Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:04 WIB

Siap Meledak di Media Sosial? Jangan Lewatkan Workshop “TikTok Creator Revolution” di Yogyakarta!

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:39 WIB

Efek “Plot Twist” Kasus Truk Sumsel: Saling Lapor Jadi Korban, Alamat Perusahaan Diduga Gaib

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:00 WIB

Industri Gula Blora Terancam, Petani Kantongi Dukungan Lintas Fraksi DPR RI

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:44 WIB

Polsek Ngaliyan Kembalikan 23 Sepeda Motor Hasil Ungkap Kasus Penggelapan, Korban Bersyukur Kendaraan Kembali Tanpa

Berita Terbaru