SEMARANG | PortalindonesiaNews.Net – Suasana penuh semangat, tawa riang, dan sorak sorai memenuhi halaman SMP 24 Jalan Pramuka Semarang, Sabtu (18/04/2026). Ratusan peserta Pramuka Siaga dari seluruh Kecamatan Gunung Pati berkumpul dalam kegiatan akbar Lomba Keterampilan Siaga (LKS) yang sukses digelar dengan konsep edukatif sekaligus menyenangkan.
Kegiatan yang dulunya lebih dikenal dengan nama Pesta Siaga ini menjadi ajang unjuk kemampuan bagi anak-anak usia 7-10 tahun, yang dikemas dalam rangkaian permainan, lomba, dan rekreasi penuh makna. Mengusung semangat ASIK – Aktif, Santun, Inovatif, Kreatif, acara ini bukan sekadar kompetisi, tapi sarana pembentukan karakter sejak dini.
608 PESERTA BERSAING, 81 BARUNG UNJUK GIGIH
Tercatat sebanyak 608 peserta yang tergabung dalam 41 Barung Putra dan 40 Barung Putri dari berbagai SD dan MI se-Kwartir Ranting Gunung Pati turut meramaikan acara yang dimulai pukul 07.00 WIB ini.
Berbagai cabang lomba disajikan, mulai dari keterampilan kepramukaan seperti membuat simpul dan memahami sandi, pengetahuan umum, seni budaya, hingga tantangan ketangkasan fisik. Semua diikuti dengan antusiasme luar biasa.
“Setiap peserta berjuang dengan semangat tinggi. Mereka tidak hanya berlomba meraih juara, tapi juga belajar saling bekerja sama, menghargai teman, dan berani tampil percaya diri,” ujar salah satu pembina yang menyaksikan jalannya lomba.
PEJABAT: SIAGA HARUS PATUH, TERAMPIL DAN TIDAK PERNAH PUTUS ASA
Hadir sebagai pembuka acara, Sekretaris Kecamatan Gunung Pati yang mewakili Ka Mabiran memberikan pesan mendalam kepada seluruh peserta.
“Anak-anak Siaga haruslah patuh dan hormat kepada orang tua serta guru di sekolah. Sayang kepada teman, saling mengasihi, saling menolong dan membantu. Selain itu, kalian juga harus ulet, terampil, dan tidak pernah putus asa dalam menghadapi tantangan apapun,” pesannya dengan suara tegas namun penuh kasih sayang.
Sementara itu, Ketua Kwartir Ranting Gunung Pati, Ka Galih, menilai kegiatan ini memiliki manfaat ganda.
“LKS ini sangat positif. Selain mengasah keterampilan dan pengetahuan kepramukaan, kegiatan ini juga melatih jiwa kebersamaan dan rasa tanggung jawab, baik sebagai individu maupun bagian dari kelompok,” ungkapnya.
KEGIATAN TAHUNAN, DULU PESTA SIAGA KINI DIKENAL LKS
Anggota Panitia, Ka Duratus Sa’diyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Hanya saja seiring perkembangan, penamaannya yang dulunya Pesta Siaga kini diubah menjadi Lomba Keterampilan Siaga atau LKS.
“Meskipun namanya berubah, tujuannya tetap mulia: membentuk anak-anak yang mandiri, cerdas, terampil, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Tahun ini antusiasme peserta luar biasa, semua tampil maksimal,” jelasnya.
Di akhir wawancara, ia berharap kegiatan ini dapat terus diadakan setiap tahun sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda.
“Semoga LKS ini terus berlanjut dan semakin besar, agar semakin banyak anak yang mendapatkan manfaatnya. Doakan saja agar acara ini menjadi agenda tetap yang selalu dinantikan,” pungkasnya.
Barung dengan nilai tertinggi dalam ajang ini akan mendapatkan predikat bergengsi sebagai Barung Tergiat, sebuah penghargaan yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi peserta dan sekolah asalnya.
Laporan: Saribun






