JAFF Market 2025 Resmi Dibuka: Pusat Kreativitas Asia Pasifik Berkumpul di Yogyakarta, Indonesia Pamer Ambisi Besar di Kancah Global

Avatar photo

- Kontributor

Minggu, 30 November 2025 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : istimewa Dok PIN/Erwin 30/11/2025

Foto : istimewa Dok PIN/Erwin 30/11/2025

YOGYAKARTA| PortalindonesiaNews.Net — Industri film Indonesia kembali unjuk taring di panggung internasional. Hari ini, JAFF Market 2025 Powered by Amar Bank resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC) dan langsung menyedot perhatian publik maupun pelaku industri mancanegara. Digelar hingga 1 Desember, ajang ini menghadirkan 114 exhibitor, 1.500 peserta terakreditasi, serta tamu internasional dari berbagai negara Asia Pasifik — menjadikannya salah satu pasar film paling ambisius dan terbesar yang pernah digelar di Indonesia.

Selama tiga hari, para pelaku produksi, distributor, studio kreatif, lembaga perfilman, investor, hingga mitra lintas industri akan terlibat dalam pitching, pertemuan bisnis, konferensi, serta program pengembangan talenta. JAFF Market tahun ini disebut menjadi titik penting dalam peta industri film Indonesia yang tengah bergerak menuju pusat perhatian global.

READ  Kasus Pengeroyokan Muhamat Ruin Mandek, Publik Pertanyakan Profesionalisme Polres Blora

Enam Program Besar JAFF Market 2025: Lebih Luas, Lebih Mendunia

Berbarengan dengan perayaan 20 tahun Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF20), JAFF Market hadir dengan enam program unggulan yang menandai ekspansi besar ke sektor IP, talenta, dan kolaborasi global:

JAFF Future Project: Menampilkan 10 proyek film Asia Pasifik, termasuk 2 proyek dari Australia lewat kemitraan dengan Adelaide Film Festival.

READ  SDN Ngijo 01 Gandeng Dinas Pertanian Gelar Edukasi dan Aksi Menanam Cabai: Tanamkan Ketahanan Pangan Sejak Dini

JAFF Content Market: 10 IP Indonesia terpilih dari dunia gim, komik, animasi, literatur, hingga konten digital.

Talent Day: 22 talenta baru menampilkan ide dan karya yang diproyeksikan sebagai wajah baru industri film Indonesia.

Film and Market Conference: 15 sesi konferensi dengan 59 pembicara dari berbagai sektor kreatif dan teknologi.

Market Screening: 176 film diputar khusus untuk audiens industri.

Indonesia–France Film Lab x MTN Lab: 6 proyek film yang melibatkan 33 peserta dari dua negara.

READ  Edarkan Obat Terlarang, Buruh di Cilacap Diringkus Polisi

Program seluas ini menempatkan Yogyakarta sebagai episentrum diskusi, kolaborasi, dan investasi untuk industri film Asia Tenggara.

Dukungan Pemerintah & Mitra Global: Indonesia Menuju Pusat Kreativitas Dunia

JAFF Market 2025 mendapat dukungan kuat dari berbagai lembaga strategis, di antaranya Amar Bank, Kemenkebud, Kemenekraf, Kedutaan Besar Prancis, pemerintah daerah, serta jaringan organisasi film global.

READ  Kasus Dugaan Asusila di Anjani Spa Jogja Terus Bergulir, Saksi ES Kembali Diperiksa Polda DIY

Dalam sambutannya, Linda Gozali, Market Director JAFF Market, menyampaikan pesan penting:

“Industri film Indonesia sedang berada di era emas. Dengan film lokal menembus lebih dari 60 persen box office, saatnya pembuat cerita Indonesia membuka akses global. Partisipasi internasional tahun ini membuktikan Asia Tenggara bukan lagi hanya pasar, tetapi pusat kreativitas dan tujuan investasi.”

READ  Kepala Kesbangpol Salatiga Valentino Dimintai Keterangan Kejari Salatiga Ada apa rupanya

Pembukaan turut dihadiri tokoh nasional seperti Ahmad Mahendra (Dirjen Kebudayaan RI), Sultan Baktiar Najamudin (Ketua DPD RI), dan Rano Karno (Wakil Gubernur DKI Jakarta) — mempertegas bahwa pemerintah melihat sektor film sebagai tulang punggung ekonomi kreatif masa depan.

READ  Polisi Tangkap Satu Lagi Pensiunan Aparat Tersangka Kasus BBM Subsidi Ilegal Salatiga

Kolaborasi Raksasa & Deretan Penghargaan Bergengsi

JAFF Market tahun ini diramaikan oleh kolaborasi dengan rumah produksi dan lembaga internasional, seperti Visinema, Imajinari, MAGMA Entertainment, Miles Films, Sony Pictures, Berlinale, Cannes Semaine de la Critique, Toei, MPA, dan banyak lainnya.

Sejumlah penghargaan industri disiapkan untuk mendorong produksi film berkualitas:

TUTA Films Award – Rp100 juta

Visinema Awards – Rp50 juta untuk 2 proyek

Brandlink Awards – Fasilitas produksi senilai Rp500 juta

Kongchak Award – Dukungan desain suara USD 10.000

READ  NA Alami Trauma Psikologis, Dugaan Penganiayaan oleh Bos Solar Elegal di Batang

White Light Award & Prodigihouse Ecosystem Award – Fasilitas editing & color grading USD 15.000

MPA Award – Perjalanan ke Asia Pacific Screen Forum & Awards 2026, Gold Coast

MTN International Facilitation – Akses ke Rotterdam Lab (Januari 2026) dan HAF Hong Kong FILMART (Maret 2026)

READ  Viral Dugaan Pelecehan Seksual di UIN Walisongo: Polrestabes Semarang Bergerak Cepat, Utamakan Perlindungan & Pemulihan Korban

Kolaborasi besar dan fasilitas internasional ini menandai keseriusan JAFF Market sebagai pasar film yang mampu melahirkan karya-karya berkelas dunia.

Yogyakarta, Simpul Baru Pertukaran Film Internasional

Dengan mempertemukan pembuat film, investor, distributor, platform digital, serta institusi global, Yogyakarta kini dipandang sebagai simpul baru pertukaran film internasional. Kehadiran JAFF Market bukan hanya menggerakkan industri film nasional, tetapi juga berpotensi memberi dampak ekonomi signifikan bagi daerah — mulai dari hotel, transportasi, UMKM, hingga pariwisata.

Gelaran JAFF Market 2025 diharapkan semakin mengokohkan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam ekosistem perfilman dunia.

 

Laporan: Erwin

Berita Terkait

HEBOH! Dugaan Dua Perangkat Desa Turitempel Mabuk di Balai Desa Picu Kemarahan Warga, Camat dan Bupati Diminta Bertindak
JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS
Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80
EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN
Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*
PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”
Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata
SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:27 WIB

HEBOH! Dugaan Dua Perangkat Desa Turitempel Mabuk di Balai Desa Picu Kemarahan Warga, Camat dan Bupati Diminta Bertindak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:31 WIB

JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:20 WIB

Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:45 WIB

EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:30 WIB

Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:40 WIB

Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Berita Terbaru