Ketika Hukum Mandul di Blora: Outlet 23 HWG Jadi Simbol Hilangnya Wibawa Aparat dan Tumpulnya Penegakan

Avatar photo

- Kontributor

Kamis, 13 November 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi gambar

Foto: ilustrasi gambar

BLORA | PortalindonesiaNews.Net – Di tengah gemerlap malam Blora, berdiri satu bangunan yang kini menjadi simbol tumpulnya penegakan hukum di kota yang dikenal religius itu. Sebuah outlet penjualan minuman keras (miras) bernama “23 HWG” mencuatkan kontroversi dan mengguncang nurani publik.

Terletak di jalur strategis Jalan GOR Mustika arah barat, persis di depan kawasan super blok dan berdekatan dengan sekolah serta kantor pemerintahan, keberadaan tempat itu menimbulkan tanda tanya besar:

“Apakah hukum di Blora benar-benar sudah kehilangan taringnya?”

Warga Geram: “Kok Seakan Kebal Hukum?”

Ilham, warga setempat yang menyaksikan aktivitas di sekitar lokasi, dengan nada kecewa mempertanyakan sikap aparat yang seolah tutup mata.

READ  Kapolres Blora Terpojok, Tuduhan Pemerasan ke Wartawan Terbongkar Fitnah: Publik Nilai Aparat Main Kotor

“Mohon maaf, terkait outlet miras 23 HWG di tengah kota dan dekat sekolah serta dinas pemerintahan, apakah aparat benar-benar tidak tahu? Atau jangan-jangan ada oknum yang bermain di belakang?” sindirnya, Rabu (13/11/2025).

Meski papan nama sempat diturunkan, kata Ilham, aktivitas jual beli miras masih berjalan seperti biasa.

“Plangnya memang dicopot, tapi anak-anak muda tetap keluar-masuk. Seolah tak ada yang berani menegur,” tambahnya.

READ  Pelaksana Proyek Pengurukan Bawen-Ambarawa Diduga Kebal Hukum dan Penegakan Perda Lemah

Blora vs Rembang: Dua Sikap Berbeda Soal Ketegasan

Perbandingan pun muncul. Di daerah tetangga, Rembang, tempat sejenis langsung ditutup dengan tegas oleh aparat. Sementara di Blora, sikap pemerintah dan penegak hukum justru terkesan lembek.

READ  SKANDAL BPKB "GAIB" KLATEN: KASAT LANTAS DITUNTUT DICOPOT – MOBIL ADA DI JAWA TIMUR, BPKB TERBIT DI JAWA TENGAH  

“Kenapa di Rembang bisa tegas, tapi di Blora malah diam? Jangan-jangan ada ‘atensi’ bulanan untuk oknum tertentu. Kalau benar, ini sangat memalukan,” ujar Ilham dengan nada geram.

READ  Semarak Milad ke 41 dan Reuni Akbar lintas angkatan Alumni SMA TEUKU UMAR Semarang

Simbol Mandulnya Hukum dan Hilangnya Wibawa Aparat

Fakta bahwa outlet tersebut sempat ditertibkan namun kini kembali beroperasi membuat publik makin ragu terhadap komitmen aparat menegakkan aturan.

“Kalau sudah disegel tapi bisa buka lagi, itu namanya hukum mandul. Lalu di mana wibawa aparat dan pemerintah daerah?” tanya Ilham retoris.

READ  "KPK Periksa Eks Sekjen Kemendagri, Kasus Korupsi E-KTP Kembali Dibuka"

Tak hanya soal miras, kasus ini mencerminkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap sistem penegakan hukum di Blora, yang dinilai semakin tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

READ  Kapolsek Pabelan AKP Kusyono Menjamin Kegiatan Keagamaan Aman

Publik Menunggu Langkah Tegas

Hingga berita ini diterbitkan, Satpol PP dan pihak kepolisian Blora belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan warga maupun dugaan pelanggaran di lapangan.

READ  Kadis PU Kabupaten Semarang Bungkam Soal Surat Klarifikasi, Transparansi Dipertanyakan

Sementara itu, publik menuntut tindakan nyata, bukan sekadar seremonial penertiban sesaat.

“Jangan tunggu masyarakat bertindak sendiri. Jika aparat tak segera tegas, kepercayaan publik terhadap hukum akan benar-benar runtuh,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

READ  Cilacap Gempar! 31 Tersangka Ricuh DPRD Ditangkap, Kerugian Fantastis Rp6,5 Miliar

Outlet 23 HWG kini bukan sekadar tempat jual miras — melainkan cermin suram dari lemahnya hukum di Blora.

Dan pertanyaan terbesar yang menggema dari masyarakat:

“Masih adakah keberanian aparat menegakkan keadilan di kota ini?”

Red/Time

Berita Terkait

JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS
Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80
EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN
Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*
PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”
Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata
SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?
Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:31 WIB

JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:20 WIB

Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:45 WIB

EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:30 WIB

Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:52 WIB

PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:04 WIB

Siap Meledak di Media Sosial? Jangan Lewatkan Workshop “TikTok Creator Revolution” di Yogyakarta!

Berita Terbaru