Kapolres Sampang Bungkam, DPO Bebas Hadiri Kondangan — Wartawan Korban Penganiayaan Teriakkan Keadilan!

Avatar photo

- Kontributor

Kamis, 13 November 2025 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kapolres Sampang yang bungkam

Foto : Kapolres Sampang yang bungkam

SAMPANG – PortalindonesiaNews.Net – Aroma ketidakadilan kembali menyengat dari bumi Madura. Kasus percobaan pembunuhan berencana terhadap jurnalis Nuriman, Kepala Biro Tribuncakranews.com wilayah Sampang, kini menjadi simbol mandulnya penegakan hukum di daerah tersebut.

Meski telah berbulan-bulan berlalu sejak kejadian berdarah di Dusun Polai Timur, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, satu dari dua tersangka utama — Daholi — yang sudah berstatus DPO justru masih bebas berkeliaran. Ironisnya, sumber warga menyebut DPO tersebut bahkan masih terlihat menghadiri acara kondangan di kampungnya, tanpa ada upaya penangkapan dari pihak kepolisian.

“Kami sering lihat sendiri, orang itu (Daholi) pulang ke rumah dan datang ke acara warga. Tapi polisi diam saja, seperti tidak tahu,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya.

Kenyataan ini membuat publik geger dan geram. Pasalnya, korban bukan orang sembarangan — seorang wartawan yang nyaris tewas akibat sabetan clurit di leher dan tangan, hanya karena diduga memberitakan dugaan perselingkuhan pelaku.

READ  HUT ke-22 PPAD Bali: Ziarah, Napak Tilas hingga Kacamata Gratis, Bukti Nyata Pengabdian Tak Pernah Pensiun

Ketika Hukum Macet di Sampang

Data resmi kepolisian melalui laporan LP/B/3/VI/2025/SPKT/POLSEK SOKOBANAH/POLRES SAMPANG/POLDA JATIM mencatat bahwa dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka:

Zeinuddin, telah ditangkap pada 18 Juni 2025 saat hendak menuju Surabaya, dan

READ  Rangkap Jabatan Perangkat Desa Jadi Wartawan di Blora: Etika Profesi atau Pelanggaran Hukum?

Daholi, hingga kini masih berstatus DPO.

Namun anehnya, keberadaan Daholi yang sudah berkali-kali terlihat publik justru tidak juga ditindak. Sejumlah warga bahkan mengaku telah mengirimkan foto dan informasi keberadaan DPO ke aparat setempat, tapi tidak ada tindakan konkret hingga kini.

Sikap diam ini menimbulkan gelombang kritik terhadap Kapolres Sampang AKBP Hartono beserta jajarannya. Saat dihubungi redaksi Tribuncakranews.com untuk dimintai konfirmasi, Kapolres tidak memberikan respons, seolah bungkam menghadapi sorotan publik.

READ  Polres Semarang Tanamkan Budaya Literasi, Salurkan Buku di Pondok Pesantren

“Bagaimana masyarakat bisa percaya pada hukum, kalau DPO bisa bebas menghadiri hajatan, sementara korban masih menanggung luka dan trauma?” ujar salah satu aktivis hukum di Sampang.

READ  Heboh di Purworejo! Anak Sekdes Dibully, Guru Ngaku Preman Sekolah, Dugaan Pungli di Balik Tembok SMP Negeri 3 Terkuak!

Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah

Fenomena ini semakin menegaskan anggapan publik bahwa penegakan hukum di Sampang tumpul ke atas, tapi tajam ke bawah. Seorang DPO dengan identitas jelas dan lokasi yang diketahui, seharusnya menjadi prioritas penangkapan. Namun, kenyataannya justru dibiarkan begitu saja.

READ  Polsek Bandungan Serap Inspirasi Para Supir Melalui Program Jumat Curhat

Kasus ini bukan hanya soal satu korban wartawan, melainkan ujian moral dan profesionalisme aparat penegak hukum di bawah kepemimpinan AKBP Hartono.

Apakah hukum hanya tegas pada rakyat kecil, namun lemah ketika berhadapan dengan mereka yang punya koneksi dan pengaruh?

READ  Reformasi Polri Dipertanyakan Usai Skandal Intimidasi Jurnalis di Jambi

Korban Masih Menanti Keadilan

Korban, Nuriman, hingga kini masih berjuang memulihkan diri dari luka fisik dan psikologis akibat pembacokan yang hampir merenggut nyawanya. Ia hanya meminta satu hal: keadilan yang nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.

“Saya tidak minta belas kasihan, hanya keadilan. Kalau hukum bisa tegas kepada saya, seharusnya juga tegas kepada pelaku,” ujarnya dengan nada getir.

READ  Kades Geneng Kembali Goncang Jadi Sorotan Publik. Berupaya Untuk Menghindar Dasar Hukum Pungutan Liar PTSL 2018.

Publik Menanti Sikap Tegas Kapolres

Kini semua mata tertuju pada Kapolres Sampang dan jajarannya. Masyarakat menunggu tindakan nyata — bukan sekadar rilis dan alasan klasik “masih dalam pencarian.”

Karena di tengah maraknya kasus kekerasan terhadap jurnalis, pembiaran seperti ini bukan hanya bentuk kelalaian, tapi juga pengkhianatan terhadap rasa keadilan dan konstitusi negara.

Apakah Kapolres akan tetap bungkam, atau akhirnya berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu?

(Red/Time)

Berita Terkait

Sidang PMH PN Salatiga Hebohkan Publik, Kesaksian Mantan Sopir Ungkap Dugaan Gadai Mobil Tanpa BPKB  
MEHEBOHKAN! 800 PESERTA RAMEKAN TURNAMEN MOBILE LEGENDS KAPOLRESTA CILACAP – GERAKAN ANTI KENAKALAN REMAJA  
Telah Rerjadi Intimidasi Wartawan di Tanggamus, Pimpinan Patroli 86 Minta Kapolri Tindak Tegas
Buka Puasa Hanura DIY Jadi Ajang Konsolidasi Kader, Dukungan Menguat untuk Johnson Erwin Sitohang  
Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  
KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih
Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim
Agak Lain! Diminta Kembalikan Mobil Klien, Terduga Pelaku Justru Tantang Dilaporkan ke Polisi

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:54 WIB

Sidang PMH PN Salatiga Hebohkan Publik, Kesaksian Mantan Sopir Ungkap Dugaan Gadai Mobil Tanpa BPKB  

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:08 WIB

MEHEBOHKAN! 800 PESERTA RAMEKAN TURNAMEN MOBILE LEGENDS KAPOLRESTA CILACAP – GERAKAN ANTI KENAKALAN REMAJA  

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:18 WIB

Telah Rerjadi Intimidasi Wartawan di Tanggamus, Pimpinan Patroli 86 Minta Kapolri Tindak Tegas

Senin, 9 Maret 2026 - 16:35 WIB

Buka Puasa Hanura DIY Jadi Ajang Konsolidasi Kader, Dukungan Menguat untuk Johnson Erwin Sitohang  

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:39 WIB

Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:55 WIB

Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim

Minggu, 1 Maret 2026 - 06:33 WIB

Agak Lain! Diminta Kembalikan Mobil Klien, Terduga Pelaku Justru Tantang Dilaporkan ke Polisi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:05 WIB

Menu MBG TK di Bergas Diduga Tak Layak Konsumsi: Buah Busuk dan Roti Berbau Ditemukan

Berita Terbaru