PEKALONGAN | PortalindonesiaNews.Net – Ketua DPD Partai Hanura Jawa Tengah, Dr. Drs, H. KRH Hono Sejati Pradoto Jatinangoro, SH. M,.Hum., menegaskan pentingnya penguatan konsolidasi organisasi dan kesiapan mesin partai dalam menghadapi dinamika politik nasional menuju Pemilu 2029. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hanura Kota Pekalongan yang berlangsung dinamis, demokratis, transparan, dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip tata kelola organisasi yang modern. minggu 31 Mei/2026
Di bawah arahan dan pengawalan langsung Hono Sejati, seluruh rangkaian Muscab berjalan tertib, akuntabel, serta berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Hanura maupun ketentuan organisasi yang telah ditetapkan oleh DPP Partai Hanura. Forum tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat struktur partai, memperkokoh soliditas kader, serta merumuskan langkah-langkah politik yang lebih progresif di tingkat daerah.
Muscab turut dihadiri Wali Kota Pekalongan, jajaran pengurus DPC Partai Hanura Kota Pekalongan, serta perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) dari empat kecamatan se-Kota Pekalongan.
Dalam arahannya, Hono Sejati menekankan bahwa Muscab bukan hanya agenda rutin organisasi, melainkan instrumen penting dalam memperkuat legitimasi kepemimpinan, membangun kapasitas kelembagaan partai, dan memastikan proses regenerasi berjalan secara demokratis dan berintegritas.
“Muscab harus dilaksanakan sesuai koridor organisasi dan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat. Integritas proses harus dijaga agar setiap keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi politik maupun legitimasi organisasi yang kuat,” tegas Hono Sejati.
Menurut Hono Sejati, tantangan politik ke depan menuntut Partai Hanura untuk terus melakukan transformasi organisasi, memperkuat kaderisasi, serta membangun kedekatan yang lebih kuat dengan masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran partai harus mampu menghadirkan politik yang produktif, solutif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Ia juga menegaskan bahwa konsolidasi partai tidak hanya menyangkut penyusunan kepengurusan, tetapi juga kesiapan menghadapi tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual sebagai bagian dari proses menuju Pemilu 2029. Penguatan struktur hingga tingkat akar rumput, menurutnya, merupakan fondasi utama dalam meningkatkan daya saing politik Partai Hanura.
Kehadiran Hono Sejati dalam Muscab tersebut mendapat apresiasi dari para kader yang menilai kepemimpinannya berhasil menjaga soliditas Partai Hanura Jawa Tengah sekaligus memperkuat arah perjuangan politik partai di berbagai daerah.
Setelah melalui seluruh tahapan persidangan yang berlangsung terbuka dan demokratis, forum Muscab secara bulat menetapkan HM Bowo Laksono, S.Kom., SH., MH. sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kota Pekalongan periode mendatang melalui mekanisme aklamasi.

Penetapan tersebut mencerminkan tingginya tingkat kebersamaan, soliditas, dan kesamaan visi kader dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Selain memilih ketua, Muscab juga menetapkan lima orang formatur yang akan bertugas menyusun struktur kepengurusan DPC Partai Hanura Kota Pekalongan.
Bagi Hono Sejati, terpilihnya HM Bowo Laksono merupakan bagian dari proses kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan yang harus terus diperkuat untuk memastikan Partai Hanura semakin adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Berakhirnya Muscab yang berlangsung kondusif dan penuh semangat kebersamaan tersebut menjadi bukti komitmen kepemimpinan Hono Sejati dalam membangun Partai Hanura yang profesional, demokratis, transparan, dan memiliki kapasitas politik yang kuat dalam menghadapi berbagai agenda strategis menuju Pemilu 2029. Di sisi lain, terpilihnya HM Bowo Laksono diharapkan mampu melanjutkan agenda konsolidasi organisasi dan memperbesar kontribusi Partai Hanura bagi pembangunan Kota Pekalongan dan kesejahteraan masyarakat.
Laporan’ Iskandar






