Warga Salatiga & Kab. Semarang Resah Ulah Debt Collector, Elbeha Barometer Desak Aparat Tegas!

Avatar photo

- Kontributor

Jumat, 3 Oktober 2025 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

SALATIGA | PortalindonesiaNews.Net – Gelombang keresahan masyarakat kembali mencuat akibat ulah debt collector yang kerap melakukan penarikan paksa kendaraan di jalanan wilayah Salatiga dan Kabupaten Semarang. Aksi mereka yang dinilai semena-mena membuat warga merasa tidak aman, bahkan trauma untuk bepergian dengan kendaraan yang masih kredit.

Ketua Lembaga Elbeha Barometer, Sri Hartono, dengan lantang menyoroti fenomena ini. Menurutnya, tindakan debt collector jelas tidak memiliki dasar hukum untuk melakukan eksekusi kendaraan, apalagi di ruang publik.

“Mereka seenaknya menarik paksa kendaraan hanya karena telat angsuran. Itu tindakan melanggar hukum, meresahkan, dan merugikan masyarakat. Hanya pengadilan yang berwenang memutuskan eksekusi, bukan debt collector,” tegas Sri Hartono, Kamis (2/10/2025).

READ  Pemusnahan Barang Bukti di Ambarawa: Sabu Diblander, Ganja Dibakar, AKBP Ratna Tekankan Pencegahan Dini

Sri Hartono mendesak aparat kepolisian agar segera turun tangan. Ia menilai, keberadaan debt collector yang dibiarkan beraksi di jalan sama saja dengan pembiaran terhadap praktik ilegal.

“Polisi jangan tinggal diam. Aparat harus hadir melindungi rakyat. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Negara sudah punya mekanisme hukum yang jelas,” ujarnya.

READ  Warga Olahraga Salatiga Gelar Aksi Damai, Tolak Permenpora 14/2024

Tak hanya mendesak aparat, Elbeha Barometer juga mengajak masyarakat berani melawan praktik penarikan paksa ini dengan jalur hukum. Sri Hartono menegaskan bahwa setiap warga berhak mendapat perlindungan.

“Kalau ada debt collector bertindak sewenang-wenang, jangan takut! Segera laporkan ke aparat. Ini bukan urusan pribadi, tapi persoalan hukum. Masyarakat wajib dilindungi,” tambahnya.

READ  Tantangan dan Peluang di Era AI: Prediksi Transformasi Pasar Kerja 2025

Sejumlah warga di Salatiga maupun Kabupaten Semarang membenarkan keresahan ini. Mereka mengaku sering menyaksikan langsung aksi debt collector yang nekat menarik kendaraan di tengah jalan hingga menimbulkan keributan di ruang publik. Kondisi ini membuat masyarakat merasa tidak nyaman dan cemas setiap kali ada petugas penagih berkeliaran.

READ  Baru 2 Bulan Menjabat, Kajari Bekasi Bongkar Skandal Korupsi Dana Desa Rp 2,6 Miliar di Sumberjaya

Elbeha Barometer menegaskan, selama aparat belum bersikap tegas, aksi serupa akan terus terjadi dan masyarakat selalu menjadi korban.

“Warga sudah resah. Aparat harus proaktif. Jangan biarkan kota ini dipenuhi rasa takut akibat ulah oknum debt collector,” pungkas Sri Hartono.

  • Laporan : saribun

Berita Terkait

HEBOH! Dugaan Dua Perangkat Desa Turitempel Mabuk di Balai Desa Picu Kemarahan Warga, Camat dan Bupati Diminta Bertindak
JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS
Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80
EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN
Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*
PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”
Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata
SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:27 WIB

HEBOH! Dugaan Dua Perangkat Desa Turitempel Mabuk di Balai Desa Picu Kemarahan Warga, Camat dan Bupati Diminta Bertindak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:31 WIB

JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:20 WIB

Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:45 WIB

EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:30 WIB

Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:40 WIB

Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Berita Terbaru