APH dan Pengawas Pertamina Diminta Periksa SPBU 14.204.129 Belawan, Diduga Jadi Sarang Mafia Solar ‘AN’

Avatar photo

- Kontributor

Rabu, 17 September 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa

Foto istimewa

BELAWAN | PortalIndonesiaNews.Net – Dugaan praktik kotor mafia solar kembali mencuat di Kota Medan, khususnya di kawasan Belawan. SPBU Singapore Station 14.204.129 yang berada tepat di depan Kantor Pelindo Pelabuhan Belawan, diduga kuat menjadi markas permainan mafia minyak dengan dalang berinisial ‘AN’.

Modusnya oprandinya pun terbilang licik. Beberapa truk bak kosong yang sudah dimodifikasi khusus untuk mengelabui Aparat Penegak Hukum (APH) dan masyarakat terlihat hilir mudik dengan pola mencurigakan. Investigasi yang dilakukan sejumlah awak media menemukan fakta bahwa truk-truk tersebut menggunakan barcode gonta-ganti dan bahkan berganti plat nomor hingga tiga kali, padahal kendaraan yang digunakan tetap sama.

“Jelas ini permainan mafia solar yang sudah terorganisir. Barcode bergonta-ganti, truk kosong bolak balik isi solar, ini bukan hal biasa,” tegas Bung Joe, jurnalis muda Unit Polda Sumut yang turun langsung ke lapangan.

READ  Ngeri, Wartawan Wajib Ijin Meliput di Magelang, ini katanya

APH dan Pertamina Diduga Tutup Mata

Yang lebih memprihatinkan, Bung Joe mempertanyakan diamnya aparat kepolisian serta pengawas Pertamina.

“Ini ada apa dengan APH? Kok diam saja? Apakah sudah ada ‘anggaran stabil’ sehingga dibiarkan? Kami minta tegas agar Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan, Plt Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman SH, SIK, serta Pengawas Pertamina Sumut segera turun tangan memeriksa SPBU 14.204.129. Kalau memang benar jadi sarang mafia solar, tutup dan tangkap pelakunya!” ujarnya lantang.

READ  Tim Supervisi PKK SUMUT : Peran PKK Harus Semakin Ditingkatkan

Identitas Mafia Sudah Kantong

Kecurigaan publik semakin kuat setelah sejumlah warga yang diwawancarai awak media menyebut bahwa truk-truk tersebut adalah milik mafia minyak ‘AN’ dengan pengawas lapangan berinisial ‘JP’. Keduanya disebut memiliki gudang penyimpanan solar di kawasan Gudang Kapur dan pinggir Tol.

READ  Niko Bantah Kabur, Sebut Ada Dugaan Pembunuhan Berencana: “Saya Mengamankan Diri”

“Nama-nama sudah ada, bukti lapangan sudah jelas, sekarang tinggal keberanian aparat saja untuk bertindak,” kata seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya.

Manajer SPBU Bungkam, Kian Menimbulkan Kecurigaan

Manajer SPBU bernama (‘RZ’) juga menjadi sorotan. Saat dikonfirmasi lewat sambungan WhatsApp, ia memilih bungkam seribu bahasa. Bahkan, staf lapangan berinisial ‘AL’ memberikan jawaban yang terkesan mengelak.

“Kami tidak tahu, kami hanya anak buah. Nanti saya sampaikan ke pak Rizki,” ucapnya.

Namun, saat ditanya lebih lanjut, staf itu justru mengatakan, “Bapak sudah pulang dari tadi,” padahal saat itu masih jam kerja operasional pukul 15.30 WIB dengan antrean panjang truk pengisi solar. Fakta ini semakin menambah tanda tanya besar atas keterlibatan pengelola SPBU.

READ  SK Misterius Picu Kegaduhan, Arsip Desa Tak Bisa DitunjukkanTransparansi Administrasi Dipertanyakan

Kerugian Negara dan Tantangan bagi Penegak Hukum

Pengisian solar dalam jumlah besar di luar batas normal — bahkan mencapai tiga kali isi 200 liter lebih dalam sehari untuk satu truk — jelas merupakan penyelewengan kuota BBM subsidi. Praktik mafia semacam ini tidak hanya merugikan masyarakat kecil yang membutuhkan BBM subsidi, tetapi juga merugikan negara dengan potensi kebocoran miliaran rupiah.

READ  Maraknya Kehidupan Café dan Dunia Musik Malam di Salatiga, LCKI Angkat Bicara

Sejumlah tim media berjanji akan terus melakukan investigasi mendalam terhadap mafia solar ini. Identitas pelaku sudah dikantongi, bukti di lapangan semakin menguat, tinggal menunggu keberanian APH dan pengawas Pertamina untuk bertindak tegas.

READ  Sosok Gregor Johann Haas, Buron BNN yang Tertangkap di Filipina dan Akan Dibarter dengan Alice Guo

“Kalau aparat tidak bergerak, jangan salahkan publik menilai hukum hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas,” pungkas Bung Joe.

Ret/Time

Berita Terkait

BUNGO PASIRO” DI SILAYUR! Truk Kontainer Rem “Libur”, Jalan Raya Berubah Jadi Arena “Benturan Massal  
MC “Dinamit” Bikin Suasana Cair, Seniman pun Ikut Bernyanyi!
Kocak tapi Serius! Niat Buang Barang Bukti ke Septiktank, Malah “Dipungut” Petugas Pakai Jasa Sedot WC
TERBONGKAR! Dalih Admin Spa Sleman Dipatahkan Investigasi, Dugaan “Paket ++” Menguat  
Pengawas Proyek SPPG di Bayan Tewas Misterius, Versi Penyebab Bertabrakan  
Bukan Urusan Pidana! Polsek Banyumanik Dituduh Campuri Urusan Internal Perusahaan
BURUH SEKURITI MURKA! Dugaan Upah Tak Sesuai Kontrak hingga BPJS Mandek Gegerkan Pabrik di Tengaran  
Dugaan Intimidasi di Polres Boyolali: Saksi Diperlakukan Seperti Tersangka, Laporan Diduga Dihalangi Oknum Polsek Simo

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 10:45 WIB

BUNGO PASIRO” DI SILAYUR! Truk Kontainer Rem “Libur”, Jalan Raya Berubah Jadi Arena “Benturan Massal  

Minggu, 12 April 2026 - 22:28 WIB

MC “Dinamit” Bikin Suasana Cair, Seniman pun Ikut Bernyanyi!

Minggu, 12 April 2026 - 20:50 WIB

Kocak tapi Serius! Niat Buang Barang Bukti ke Septiktank, Malah “Dipungut” Petugas Pakai Jasa Sedot WC

Jumat, 10 April 2026 - 22:50 WIB

TERBONGKAR! Dalih Admin Spa Sleman Dipatahkan Investigasi, Dugaan “Paket ++” Menguat  

Jumat, 10 April 2026 - 21:40 WIB

Pengawas Proyek SPPG di Bayan Tewas Misterius, Versi Penyebab Bertabrakan  

Rabu, 8 April 2026 - 23:03 WIB

BURUH SEKURITI MURKA! Dugaan Upah Tak Sesuai Kontrak hingga BPJS Mandek Gegerkan Pabrik di Tengaran  

Minggu, 5 April 2026 - 21:52 WIB

Dugaan Intimidasi di Polres Boyolali: Saksi Diperlakukan Seperti Tersangka, Laporan Diduga Dihalangi Oknum Polsek Simo

Minggu, 5 April 2026 - 18:02 WIB

GEMPAR! Band Anak SD Guncang Seminar Nasional di Solo, Bukti Nyata Pendidikan Kreatif Tak Sekadar Teori

Berita Terbaru