RESMI “NAIK KELAS”! SISWANTO PIMPIN ARMADA KADES SEMARANG 2025-2030: KUNCINYA? SATU KOMANDO, TANPA “CIPU-CIPU”!

Avatar photo

- Kontributor

Selasa, 14 April 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Bersama Setelah Pelantikan pengurus Kabupaten Semarang 14/04/2026

Foto : Bersama Setelah Pelantikan pengurus Kabupaten Semarang 14/04/2026

BANDUNGAN | PortalindonesiaNews.Net – Awas, jangan dikira acara kumpul-kumpul biasa! Di Citra Dewi, Bandungan, Senin (13/4/2026), suasana panas bukan karena cuaca, tapi karena semangatnya MENGGELEGAR!

Ya, momen bersejarah akhirnya terjadi! Dewan Pimpinan Cabang Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPC PKDI) Kabupaten Semarang periode 2025-2030 resmi “mengibarkan bendera” dan dikukuhkan secara megah. Tongkat estafet kepemimpinan pun diserahkan ke tangan Bapak Siswanto (Kades Keji) yang siap menjadi “Nahkoda Kapal Induk” para pemimpin desa selama lima tahun ke depan!

Acara pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ibu Ketua DPD PKDI Jawa Tengah, Hj. Musarokah, S.IP. Dengan gaya bicara yang tegas tapi tetap “jos gandos”, beliau menegaskan satu hal penting: “PKDI itu bukan pesaing atau ‘musuh dalam selimut’, melainkan tempat kita ‘ngopi bareng’, curhat, dan cari solusi bareng!”

“Ingat ya, kita harus SATU KOMANDO! Mulai dari pusat, provinsi, sampai ke pelosok desa. Jabatan Kades itu cuma ‘panggung sandiwara’ sementara, tapi persaudaraan kita ini yang harus dijaga sampai ‘kakek-nenek’ nanti. Jangan sampai ada yang ‘minggir-minggir’ atau ‘sok jagoan’ sendiri!” canda Musarokah disambut tawa renyah dan tepuk tangan gemuruh para hadirin.

READ  MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

SASARAN UTAMA: KAWAL PP NO.16/2026, BIAR NASIB KADES & PERANGKAT MAKIN “CEMERLANG”!

Setelah resmi duduk di kursi “kapten”, Siswanto langsung “buka kartu”. Ia menegaskan, timnya siap “turun gunung” dan fokus mengawal Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026. Aturan ini dianggap “sangar penting” karena menyangkut nasib rekan-rekan di lapangan.

“Kami siap jadi ‘posko pengaduan’ sekaligus ‘kantor perjuangan’ teman-teman Kades! Kalau ada aturan baru yang ‘bikin garuk-garuk kepala’, mari kita bicarakan bareng, kita diskusi bareng, kita perjuangkan bareng. Jangan sungkan, kita ini keluarga besar!” ujar Siswanto dengan wajah penuh keyakinan.

Ia pun membuka tangan lebar-lebar, meminta doa restu semua pihak: “Doakan kami biar nggak ‘gampang patah arang’, biar Kabupaten Semarang makin kece, makin oke, dan makin ‘jadi rujukan’!” 🚀

READ  Datangi IWOI Jateng, Warga Tunggul Pandean Minta Advokasi Hukum atas Proyek Gardu Induk PLN

PEMKAB: “ORGANISASI BEDA ITU WARNA, TUJUAN SAMA: BAHAGIAKAN WARGA!”

Wakil Bupati Semarang yang diwakili Kepala Dinas Permades, Budi Raharjo, pun ikut menyemarakkan suasana. Ia menyebut kehadiran PKDI sebagai “bumbu penyedap” yang bikin masakan pembangunan makin enak.

“Organisasi beda-beda itu wajar, namanya juga ‘kebun bunga’, kan warnanya harus bermacam-macam biar indah! Tapi ingat, akarnya tetap satu: MENYEJAHTERAKAN WARGA DESA. Jangan sampai kita sibuk ‘adu domba’, tapi lupa sama ‘tumpuan harapan’. Kami dukung penuh inovasi kalian, asal bikin desa makin maju dan hebat!” ucap Budi dengan nada santai tapi menohok.

READ  Kasus Dugaan Asusila di Anjani Spa Jogja Terus Bergulir, Saksi ES Kembali Diperiksa Polda DIY

Acara yang dihadiri jajaran Forkopimda, pengurus tingkat provinsi, serta ratusan Kades ini ditutup dengan janji bulat: “PKDI Semarang siap beraksi, siap bersinergi, dan siap bikin desa-desa di sini makin bersinar terang benderang!”

Laporan : Iskandar

Berita Terkait

JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS
Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80
EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN
Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*
PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”
Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata
SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?
Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:31 WIB

JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:20 WIB

Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:45 WIB

EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:30 WIB

Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:52 WIB

PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:04 WIB

Siap Meledak di Media Sosial? Jangan Lewatkan Workshop “TikTok Creator Revolution” di Yogyakarta!

Berita Terbaru