PANEN RAYA TAPI HARGA GABAH DI BAWAH HPP! Tengkulak Dominasi, Bulog Dimana?

Avatar photo

- Kontributor

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketika Menemui Sejumlah petani Di kabupaten Cilacap,

Foto : Ketika Menemui Sejumlah petani Di kabupaten Cilacap,

CILACAP | Portalindonesianews.Net – Saat petani di beberapa wilayah Indonesia seharusnya merayakan hasil panen, kondisi berbeda terjadi di Desa Karangbenda dan Pedasong, Kecamatan Adipala. Gabah hasil panen mereka justru dibeli di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kg untuk Gabah Kering Panen (GKP).

Dari laporan di lapangan, para tengkulak membeli gabah dengan harga mulai Rp 6.300 hingga Rp 6.400 per kg. Bahkan untuk gabah dengan kualitas kurang baik, harganya bisa menjatuhkan hingga Rp 6.200 per kg!

READ  Bangkitkan Semangat Kolaborasi dan Sport Tourism, Platinum Fun Run 2026 Hadir Kembali Memeriahkan Perjatanan 1 Dekade Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta.

“Sekarang harganya tergantung kualitas. Yang jelek Rp 6.200, yang bagus cuma Rp 6.400,” ungkap Hadi Mulyono, petani dari Desa Karangbenda, Sabtu (24/1/2026). Ia mengaku harus menjual ke tengkulak karena alasan yang membuat banyak petani terpaksa memilihnya.

READ  Respon Cepat Laporan Warga, Polsek Kalukku Amankan Mobil Tangki Muat Solar Diduga Ilegal

Tahun lalu berbeda cerita – gabah berkualitas baik bahkan bisa mencapai Rp 6.700 per kg. Kini meskipun untungnya sedikit, petani masih terpaksa menjual karena ada faktor penting yang membuat mereka memilih tengkulak ketimbang mengharapkan pembelian dari Bulog.

READ  Kapolrestabes Semarang Gandeng Media: Cegah Hoaks dan Kenakalan Remaja, Wujudkan Kota Aman dan Kondusif

Salah satu petani yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, hingga kini belum ada kehadiran Bulog di lapangan untuk membeli gabah sesuai HPP. “Kendala utama adalah mesin combine. Tengkulak datang dengan mesin panennya sendiri, jadi kita tidak perlu repot urus tanda-tanda panen. Sedangkan Bulog hanya siap membeli kalau gabah sudah ditumpuk di pinggir jalan,” jelasnya.

READ  Mendagri Tinjau Lokasi Longsor di Cilacap, Sebut Perintah Presiden untuk Mobilisasi 

Ibu Rupianti dari Desa Pedasong juga merasakan hal sama. “Gabah saya dijual Rp 6.400 per kg, padahal pemerintah sudah menetapkan Rp 6.500,” ujarnya dengan nada kecewa.

READ  Komunitas UNK Dorong Transformasi Digital di Hari UMKM Nasional

Mengapa Bulog tidak bisa datang langsung ke lahan petani? Apakah ada upaya pemerintah untuk menangani masalah ini agar petani bisa menikmati harga yang layak?

 

Laporan Afison Manik

Berita Terkait

HEBOH! Dugaan Dua Perangkat Desa Turitempel Mabuk di Balai Desa Picu Kemarahan Warga, Camat dan Bupati Diminta Bertindak
JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS
Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80
EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN
Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*
PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”
Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata
SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:27 WIB

HEBOH! Dugaan Dua Perangkat Desa Turitempel Mabuk di Balai Desa Picu Kemarahan Warga, Camat dan Bupati Diminta Bertindak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:31 WIB

JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:20 WIB

Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:45 WIB

EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:30 WIB

Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:40 WIB

Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Berita Terbaru