Korban Ditipu dalam Kasus Palsuan CPNS yang Diduga Jaringan Oknum IMIPAS Terkapar Stroke, Keluarga Meraung Minta Keadilan yang Tak Kunjung Datang

Avatar photo

- Kontributor

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Hasil Ilustrator AI

Foto : Hasil Ilustrator AI

BATANG | PortalindonesiaNews.Net – Kasus dugaan penipuan dengan modus janji-janji masuk CPNS yang merugikan korban hingga ratusan juta rupiah – yang jelas-jelas mengarah pada oknum di dalam lingkungan IMIPAS – kini semakin menyakitkan mata publik. Tak cukup dengan dirampok harapan dan kekayaan, korban kini harus terbaring lumpuh akibat stroke, yang jelas merupakan dampak langsung dari tekanan berat akibat ulah penipu yang kejam itu.

Perkara sudah sampai tahap penetapan tersangka, tapi apa daya – tersangka berinisial J masih bebas berkeliaran seolah-olah tidak bersalah sama sekali, tanpa ada tindakan penahanan yang sedikit pun. Seolah hukum hanya berlaku bagi orang miskin dan tidak berdaya saja.

READ  Polrestabes Semarang Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Nonfisik yang Viral di Lingkungan Kampus, Polisi imbau Korban lain Segera Melapor

Korban dulu diperdaya dengan janji masuk jadi pegawai melalui jalur yang jelas tidak resmi. Demi mewujudkan impian yang dibodohkan itu, korban rela menjual rumahnya dan menyerahkan uang hingga sekitar Rp360 juta – uang yang pasti digunakan oleh penipu untuk hidup mewah sementara korban terpuruk.

READ  Kapolrestabes Semarang Gandeng Media: Cegah Hoaks dan Kenakalan Remaja, Wujudkan Kota Aman dan Kondusif

Kondisi korban sungguh menyedihkan dan memalukan bagi sistem hukum kita. Selain kehilangan segalanya secara materiil, kini dia harus bergelut dengan penyakit stroke yang mungkin akan menyiksa dia seumur hidup.

READ  Trotoar"Berubah Wujud" Jadi Tempat Parkir, DPUPR Batang Ingatkan Indomaret Fresh: Uang Rakyat Bukan Buat Halaman Toko!  

“Korban kita sekarang terkena stroke akibat tekanan dari penipuan ini. Kita tidak minta lebih dari itu – hanya keadilan yang sudah seharusnya datang jauh-jauh hari, dan keseriusan yang belum pernah kita lihat dari pihak berwenang!” tegas pihak keluarga dengan nada penuh kemarahan.

READ  Kapolres Semarang Buka Pelatihan Master of Ceremony Bagi Polwan Polres Semarang

Keluarga korban juga menyoroti kelalaian yang terlihat jelas: mengapa tersangka yang sudah memiliki status hukum tetap bebas berkeliaran? Mereka menuntut aparat penegak hukum berhenti bermain-main dan bertindak dengan profesional serta tegas, agar proses hukum tidak hanya sekadar panggung sandiwara yang membuat masyarakat semakin tidak percaya.

Kasus ini bermula ketika korban yang sebelumnya gagal seleksi resmi diperdaya dengan janji lolos CPNS melalui “jalur khusus”. Penipu dengan liciknya mengaku punya akses di IMIPAS, bahkan berani memberikan barang-barang yang menyerupai perlengkapan instansi untuk memperkuat tipuannya.

Namun hingga detik ini, janji itu hanyalah omong kosong belaka, sementara korban terpaksa menanggung kerugian yang tak terkira dan kondisi kesehatan yang terus merosot.

READ  GERAM JATENG MENOLAK KERAS WACANA PEMERINTAH MEMBERIKAN BANSOS UNTUK PECANDU JUDI ONLINE

Masyarakat sudah muak menunggu – aparat penegak hukum harus segera memberikan kepastian hukum yang sebenarnya adil dan transparan, apalagi melihat korban yang kini terbaring sakit tanpa ada rasa tanggung jawab dari pihak yang bersalah.

Laporan : Iskandar

Berita Terkait

Setelah Kasus Tambak Udang Batang, Kini Pengurugan Sawah Kebumen Jadi Sorotan
PKP Jateng-DIY Bentuk Satgas MBG, Suyana: Awasi Dapur SPPG hingga Supplier
PAMERAN SENI RUPA BERSAMA “APA INI MASIH ADA? : Ketika Seni Menjawab Kegelisahan Zaman”
HAK JAWAB KUASA HUKUM PENGGUGAT DALAM PERKARA NOMOR 87/Pdt.G/2025/PN SLT DIMUAT, REDAKSI PORTALINDONESIANEWS.NET SAMPAIKAN PERMINTAAN MAAF
Cegah Konflik Meluas, Polisi Kawal Penyelesaian Kasus Viral di Sendangguwo
Menyatu dengan Warisan Dunia: Yoga di Candi Borobudur Hadirkan Harmoni Tubuh, Pikiran, dan Jiwa
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolrestabes Semarang Jenguk Anggota yang Sakit sebagai Wujud Kepedulian dan Solidaritas Keluarga Besar Polri
Polrestabes Semarang Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Nonfisik yang Viral di Lingkungan Kampus, Polisi imbau Korban lain Segera Melapor

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:10 WIB

Setelah Kasus Tambak Udang Batang, Kini Pengurugan Sawah Kebumen Jadi Sorotan

Senin, 22 Juni 2026 - 12:23 WIB

PKP Jateng-DIY Bentuk Satgas MBG, Suyana: Awasi Dapur SPPG hingga Supplier

Senin, 22 Juni 2026 - 09:36 WIB

PAMERAN SENI RUPA BERSAMA “APA INI MASIH ADA? : Ketika Seni Menjawab Kegelisahan Zaman”

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:15 WIB

HAK JAWAB KUASA HUKUM PENGGUGAT DALAM PERKARA NOMOR 87/Pdt.G/2025/PN SLT DIMUAT, REDAKSI PORTALINDONESIANEWS.NET SAMPAIKAN PERMINTAAN MAAF

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06 WIB

Menyatu dengan Warisan Dunia: Yoga di Candi Borobudur Hadirkan Harmoni Tubuh, Pikiran, dan Jiwa

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:29 WIB

Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolrestabes Semarang Jenguk Anggota yang Sakit sebagai Wujud Kepedulian dan Solidaritas Keluarga Besar Polri

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:03 WIB

Polrestabes Semarang Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Nonfisik yang Viral di Lingkungan Kampus, Polisi imbau Korban lain Segera Melapor

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:43 WIB

Peringati Hari Yoga Internasional 2026, Candi Ijo Heritage Wellness Retreat Hadirkan Harmoni Raga, Jiwa dan Warisan Budaya Nusantara

Berita Terbaru