Jeritan Pilu dari Purworejo: SB, Korban Persetubuhan yang Terlupakan?  

Avatar photo

- Kontributor

Rabu, 6 Agustus 2025 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto polres Purworejo

Foto polres Purworejo

Purworejo | PortalindonesiaNews.Net – Di tengah hiruk pikuk pemberitaan nasional, sebuah kisah memilukan luput dari perhatian. SB, seorang gadis belia di Purworejo, menjadi korban dugaan persetubuhan oleh orang terdekatnya. Ironisnya, kasus yang terjadi sejak Maret 2024 ini seolah tenggelam, menunggu keadilan yang tak kunjung tiba.

Ayub Lutfi Al Thoriq, kakak korban, menemukan titik terang kasus ini setelah menerima foto mencurigakan pada 19 Mei 2025. SB dengan berani mengakui bahwa dirinya telah menjadi korban kekerasan seksual berulang kali oleh seorang pria bernama ERP, bahkan hingga layaknya “suami istri”.

Merasa terpukul, Ayub melaporkan kejadian ini ke Polres Purworejo pada 18 Juni 2025 (STTLP/22/VI/2025/SPKT/POLRES PURWOREJO/POLDA JATENG). Namun, kasus ini belum mendapatkan sorotan yang layak.

READ  Y. Jokotirtono, SH, Ketua LCKI Jawa Tengah, Prihatin atas Kasus Landak Jawa yang Menjerat Warga Bali

Pada 5 Agustus 2025, sejumlah media mencoba mengonfirmasi kasus ini ke Polres Purworejo. Pihak Satreskrim membenarkan adanya laporan tersebut, namun enggan memberikan keterangan lebih detail. Keluarga korban hanya bisa berharap keadilan segera ditegakkan.

READ  Kurir Sabu Ditangkap di Cilacap, Polisi Amankan 1,94 Gram: Dijerat Pasal Berat, Terancam 20 Tahun Penjara

SB adalah simbol dari anak-anak Indonesia yang rentan dan membutuhkan perlindungan. Kasusnya menjadi ujian bagi sistem hukum dan kepedulian kita sebagai masyarakat. Akankah suara SB didengar, atau terus terbenam dalam sunyi?

Laporan : jhon

Berita Terkait

Rangkap Jabatan Perangkat Desa Jadi Wartawan di Blora: Etika Profesi atau Pelanggaran Hukum?
Kedok Terbongkar! Oknum Sipir Rutan Kebumen Tak Berkutik, Akui Aniaya Tahanan Perempuan di Tengah Pusaran Pungli
Diduga Masuk HGB Developer Bukit Bulusan, Warga Banyumanik 8 Tahun Gagal Sertifikatkan Tanah
Progres Pembangunan Gudang KDKMP di Semarang dan Salatiga Capai 60 Persen, Target Selesai Tepat Waktu
Puncak Grand Opening Imperial Digital Printing: Mengusung Kreativitas Tanpa Batas Lewat Teknologi Cetak Terbaru
SKANDAL KEAMANAN: PT Mulya Jati Utami Tegal Diduga Bodong, Kok Bisa Dipakai Instansi Pemerintah?  
Setengah Tahun Tanpa Kepastian: Pomdam IV/Diponegoro Diduga Lamban Tangani Kasus Oknum TNI BBM Ilegal
Viral! Pasien Diduga Diusir Dokter di Kendal, Kata “Kampret” Muncul Saat Klarifikasi  

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 01:08 WIB

Rangkap Jabatan Perangkat Desa Jadi Wartawan di Blora: Etika Profesi atau Pelanggaran Hukum?

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:42 WIB

Kedok Terbongkar! Oknum Sipir Rutan Kebumen Tak Berkutik, Akui Aniaya Tahanan Perempuan di Tengah Pusaran Pungli

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:24 WIB

Diduga Masuk HGB Developer Bukit Bulusan, Warga Banyumanik 8 Tahun Gagal Sertifikatkan Tanah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:09 WIB

Progres Pembangunan Gudang KDKMP di Semarang dan Salatiga Capai 60 Persen, Target Selesai Tepat Waktu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:24 WIB

Puncak Grand Opening Imperial Digital Printing: Mengusung Kreativitas Tanpa Batas Lewat Teknologi Cetak Terbaru

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:06 WIB

Setengah Tahun Tanpa Kepastian: Pomdam IV/Diponegoro Diduga Lamban Tangani Kasus Oknum TNI BBM Ilegal

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:37 WIB

Viral! Pasien Diduga Diusir Dokter di Kendal, Kata “Kampret” Muncul Saat Klarifikasi  

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:17 WIB

SDN 1 Samirono Jadi Pusat Inspirasi: Siswa SMA Plus Islamic Village Tangerang Gelar Aksi Mengajar dan Kompetisi Kreatif

Berita Terbaru