APRESIASI BERSYARAT! DPRD Baru Turun Cek Pabrik Tanpa Izin, PKP: “Selama Ini ke Mana Saja?”

Avatar photo

- Kontributor

Minggu, 26 April 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketua PKP Jateng & DIY Suyana Hadi P, Ketika Memberikan Keterangan Kepada Awak media. Minggu 26. April 2026.

Foto : Ketua PKP Jateng & DIY Suyana Hadi P, Ketika Memberikan Keterangan Kepada Awak media. Minggu 26. April 2026.

Kabupaten Semarang | PortalindonesiaNews.Net – Gerak cepat sejumlah anggota DPRD Komisi C yang turun langsung meninjau lokasi pembangunan pabrik yang diduga belum mengantongi izin resmi, justru menuai sorotan pedas. Bukan dipuji habis-habisan, langkah ini dinilai terlambat dan memunculkan pertanyaan besar soal fungsi pengawasan yang selama ini mati suri.

Ketua Pencegahan Korupsi & Pungli (PKP) Jawa Tengah–DIY, Suyana Hadi P., menyatakan apresiasi, tapi dengan catatan tegas.

“Kami hargai niatnya, tapi ini juga harus jadi tamparan keras. Selama ini ke mana saja wahai wakil rakyat? Kenapa baru bertindak saat masalahnya sudah menggunung?” cetus Suyana dengan nada kesal.

Ia menegaskan, pihaknya bersama berbagai elemen masyarakat tidak pernah diam. Selama bertahun-tahun, laporan demi laporan—baik lisan maupun tertulis—telah disampaikan ke meja instansi dan wakil rakyat. Mulai dari dugaan pelanggaran izin pendirian pabrik, aktivitas tambang yang merusak lingkungan, hingga tempat hiburan yang beroperasi tanpa kelengkapan dokumen, semuanya sudah sering dilaporkan.

READ  Skandal Tanah Teloyo Klaten Meledak: Kapolres Hingga Kapolri Diseret ke Praperadilan!

Namun hasilnya? Nihil.

“Masukan, aduan, dan bukti sudah kami berikan berkali-kali. Tapi nyaris tidak ada tanggapan, apalagi tindakan nyata. Inilah yang membuat rakyat kecewa berat,” ungkapnya.

READ  KPK Bongkar Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, Bupati dan Sekda Jadi Tersangka, Uang Rp610 Juta Disita

STANDAR GANDA HUKUM TERBUKTI JELAS

Suyana juga menyoroti ketimpangan penegakan hukum yang terasa sangat menyakitkan bagi masyarakat kecil. Ia mencontohkan kinerja Satpol PP yang dinilai sangat galak saat menangani warga biasa, tapi tiba-tiba lembek saat berhadapan dengan proyek besar milik pengusaha.

READ  MOMEN BERSYARATKAN! PKDI KABUPATEN SEMARANG RESMI DIKUKUHKAN, SIAP BERKARYA 5 TAHUN KEDEPAN! 

“Coba lihat faktanya: Warga yang bangun warung sedikit menyimpang atau meratakan tanah sendiri, langsung disegel, dibongkar, atau dikenai sanksi. Tapi lihat proyek raksasa seperti pabrik ini? Berdiri megah tanpa izin yang jelas, justru dibiarkan berjalan mulus. Di mana rasa keadilannya?” sergahnya.

READ  DPD IWOI Kota Semarang Gandeng Pengadilan Negeri, Dorong Transparansi dan Edukasi Hukum untuk Publik

Pola ini jelas memunculkan dugaan kuat adanya permainan di balik layar. Bukan tidak mungkin ada oknum yang dilindungi, atau bahkan terlibat dalam praktik penyimpangan yang merugikan kepentingan umum.

READ  Nasabah Sudah Lunasi Pokok Hutang, Sengketa Ujroh dan Dugaan Intimidasi di KSPP Syariah SM NU Pekalongan Jadi Sorotan

PKP SIAP BAWA DATA DAN FAKTA

Menyikapi situasi ini, PKP Jateng-DIY mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu suara. Aktivis, LSM, mahasiswa, hingga wartawan didorong untuk tidak takut menyuarakan kebenaran dan melawan keangkuhan oknum yang tidak berpihak pada rakyat.

“Kita harus bersatu lawan ketidakadilan. Jangan biarkan kekuasaan dan uang mengalahkan hukum. Kami ingin Kabupaten Semarang ini bersih dari praktik kotor yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Lebih dari sekadar kritik, Suyana menegaskan bahwa lembaganya sudah mengantongi modal kuat. “Kami tidak cuma bicara omong kosong. PKP sudah miliki data lengkap, bukti-bukti, nama-nama, hingga saksi-saksi yang terlibat. Kami siap berdiri di garis depan untuk membongkar semuanya,” pungkasnya.

READ  Penantian Warga Tunggul Pandean Menemui Jalan Buntu, Bupati Jepara Urung Turun Lapangan

Kini mata publik tertuju pada DPRD. Apakah kunjungan ini akan menjadi titik balik penegakan hukum yang adil, atau hanya sekadar akrobat politik sesaat yang akan hilang ditelan waktu? Kita tunggu buktinya!

(Laporan: Iskandar)

Berita Terkait

Viral! Dugaan Limbah SPPG Milik Oknum DPRD Demak Mengalir ke Sungai, Baru Bergerak Setelah Disorot Publik
Polrestabes Semarang Siaga Cepat Tangani Banjir dan Cuaca Ekstrem – Dua Nyawa Tertimbun Bencana  
Priyoto Jabat PLT Ketua DPC GRIB Jaya Blora – Siap Giring Konsolidasi dan Revolusi Struktur Organisasi  
Polsek Semarang Timur Lakukan Pendalaman Terkait Dugaan Begal di Jalan Barito, Masyarakat Diimbau Segera Melapor
Ratusan Kendaraan Hangus, Kebakaran Parkiran Pabrik Ban di Purworejo
Salatiga: Banyak Kendaraan Kredit ‘Tanpa Paspor Hukum’ – Fidusia Tidak Terdaftar Meski Biaya Sudah Dibayar
Polisi Tangkap Satu Lagi Pensiunan Aparat Tersangka Kasus BBM Subsidi Ilegal Salatiga
Hujan Bukan Halangan: Panggung WApreS menjadi Akhir yang Syahdu dari Kemeriahan Kolaborasi Cookies dan Happynest CSSMoRA

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:13 WIB

Viral! Dugaan Limbah SPPG Milik Oknum DPRD Demak Mengalir ke Sungai, Baru Bergerak Setelah Disorot Publik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:37 WIB

Polrestabes Semarang Siaga Cepat Tangani Banjir dan Cuaca Ekstrem – Dua Nyawa Tertimbun Bencana  

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:51 WIB

Priyoto Jabat PLT Ketua DPC GRIB Jaya Blora – Siap Giring Konsolidasi dan Revolusi Struktur Organisasi  

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:36 WIB

Polsek Semarang Timur Lakukan Pendalaman Terkait Dugaan Begal di Jalan Barito, Masyarakat Diimbau Segera Melapor

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:26 WIB

Ratusan Kendaraan Hangus, Kebakaran Parkiran Pabrik Ban di Purworejo

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:26 WIB

Polisi Tangkap Satu Lagi Pensiunan Aparat Tersangka Kasus BBM Subsidi Ilegal Salatiga

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:44 WIB

Hujan Bukan Halangan: Panggung WApreS menjadi Akhir yang Syahdu dari Kemeriahan Kolaborasi Cookies dan Happynest CSSMoRA

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:09 WIB

PUSKOPPOLDA Jawa Tengah, Menyelenggarakan RAT ke- 47, Tutup Buku 2025 Dan Pergantian Pengurus

Berita Terbaru