Niko Bantah Kabur, Sebut Ada Dugaan Pembunuhan Berencana: “Saya Mengamankan Diri”

Avatar photo

- Kontributor

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kanan Niko Direktur BLN. Ketika Memberikan keterangan kepada Awak Media 14/03/2026

Foto : Kanan Niko Direktur BLN. Ketika Memberikan keterangan kepada Awak Media 14/03/2026

SALATIGA | PortalindonesiaNews.Net – Pemberitaan mengenai dugaan investasi bodong Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) yang menyebut dirinya kabur akhirnya ditanggapi langsung oleh Nicholas Nyoto Prasetyo Dononagoro atau yang akrab disapa Niko.

Kepada awak media, Niko menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melarikan diri, melainkan terpaksa mengamankan diri karena adanya dugaan ancaman serius terhadap keselamatannya.14 Maret 2026

“Saya tidak kabur. Ada dugaan perencanaan pembunuhan terhadap saya dan istri saya. Karena itu saya memilih mengamankan diri,” ujar Niko saat memberikan klarifikasi kepada media.

READ  ODGJ Mengamuk Di Ambarawa, ini Peristiwanya

Pernyataan ini sekaligus menanggapi pemberitaan yang menyebut dirinya menghilang setelah mencuatnya kasus yang melibatkan Koperasi BLN. Menurut Niko, ada beberapa fakta penting yang menurutnya belum banyak diberitakan oleh media online terkait situasi yang sebenarnya terjadi di internal koperasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya tetap kooperatif terhadap proses hukum yang berjalan.

READ  Dosen Teknik K3 PPNS : Serunya Belajar P3K dan Pengenalan Safety Sign

“Saya juga kooperatif ketika dipanggil oleh penyidik Krimsus. Saya mengikuti proses yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, Niko menyampaikan harapannya agar persoalan yang terjadi tidak hanya dilihat dari satu sudut pandang saja. Ia bahkan berharap bisa dipanggil dalam forum resmi bersama Komisi III DPR RI agar semua pihak dapat duduk bersama dan membuka fakta secara transparan.

READ  GERAM Memberi Penyuluhan P4GN Bagi Siswa Baru SMA Negeri 1 Ungaran Agar Terhindar Dari Bahaya Narkoba

“Saya berharap bisa dipanggil oleh Komisi III DPR RI, supaya kita bisa duduk bersama dan menjelaskan semuanya secara terbuka,” tambahnya.

Dalam penjelasannya kepada media, Niko juga memaparkan beberapa poin penting yang menurutnya perlu diketahui publik:

– Pertama, ia menyebut bahwa sebelumnya telah dilakukan rapat bersama Kementerian Koperasi yang menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk penyelesaian persoalan yang terjadi di Koperasi BLN. Namun menurutnya, rekomendasi tersebut belum dapat dijalankan secara maksimal karena adanya pihak-pihak tertentu yang justru melakukan gerakan yang dianggap kontraproduktif. “Ada pihak-pihak yang melakukan gerakan kontra produktif dan menghasut anggota,” ungkapnya.

READ  Baru 2 Bulan Menjabat, Kajari Bekasi Bongkar Skandal Korupsi Dana Desa Rp 2,6 Miliar di Sumberjaya

– Selain itu, Niko juga mengaku terdapat dugaan rencana pembunuhan yang melibatkan salah satu pihak internal koperasi terhadap dirinya selaku ketua koperasi beserta istrinya.

– Tak hanya itu, ia juga menyebut adanya peretasan terhadap sejumlah data penting koperasi, yang menurutnya semakin memperumit situasi yang sedang dihadapi. “Beberapa data penting juga diretas. Semua hal itu sudah kami laporkan dan ditindaklanjuti,” jelasnya.

READ  Rp36,7 Miliar untuk Rumah Sakit Tak Layak Pakai: Retak di Beton, Retak dalam Tanggung Jawab Negara

Di tengah polemik yang berkembang, Niko juga menegaskan bahwa Koperasi BLN sebenarnya masih memiliki aset yang menurutnya dapat digunakan untuk mengembalikan dana para anggota koperasi. Menurutnya, proses pengembalian tersebut membutuhkan waktu karena harus mengikuti mekanisme dan prosedur hukum yang sedang berjalan.

READ  Bantah Tuduhan Pemberitaan Penyalahgunaan Gas Melon di Kandang Ayam, Widodo: Hanya Dititipkan Semalam

“Koperasi BLN masih memiliki aset yang bisa digunakan untuk mengembalikan dana anggota. Saya mohon semua pihak bersabar dan mengikuti prosedur yang ada. Kami pasti akan mengembalikan dana anggota,” tegas Niko.

Ia juga menjelaskan bahwa dari ribuan anggota koperasi BLN, jumlah yang melaporkan perkara ini menurutnya hanya sebagian kecil saja.

READ  SKANDAL KEAMANAN: PT Mulya Jati Utami Tegal Diduga Bodong, Kok Bisa Dipakai Instansi Pemerintah?  

“Dari ribuan anggota BLN, yang melaporkan itu sekitar 0,5 persen saja. Banyak anggota lain yang masih percaya kepada BLN dan tetap ingin menjadi anggota koperasi,” ujar Niko.

Pernyataan tersebut, kata Niko, menunjukkan bahwa masih banyak anggota yang berharap koperasi tersebut dapat kembali berjalan normal dan menyelesaikan persoalan yang terjadi secara bertahap.

READ  Lomba Mapak Kota Semarang Diwarnai Penuh Sukacita

Niko kembali menegaskan bahwa dirinya siap mengikuti seluruh proses hukum yang berlangsung serta membuka semua fakta yang diperlukan.

“Saya siap mengikuti proses yang ada. Yang penting semuanya dibuka secara transparan,” tegasnya.

READ  Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polresta Cilacap Gelar Panen Raya Jagung Kuartal III

Hingga saat ini, polemik terkait Koperasi BLN masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik, terutama setelah banyak anggota melaporkan kerugian besar yang mereka alami. Sementara itu, berbagai pihak berharap agar persoalan ini dapat segera menemukan titik terang melalui proses hukum yang transparan dan adil bagi semua pihak.

Laporan: iskandar

Berita Terkait

Salatiga May Day 2026, Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama
May Day 2026: Proyek Dibiayai Pajak Rakyat Dituduh Abaikan Keselamatan Buruh, Rival: Ini Bukan Efisiensi, Tapi Kelalaian!
Rumah Disasar Tanpa Putusan! Warga Batang Diteror, Siapa Dalangnya?  
8 Pejabat Pemkab Cilacap diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Eks Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman
Empat Tersangka Curanmor Diamankan Polrestabes Semarang
Kasus Kalandra City: Dugaan Pelanggaran Aturan Hak Tanggungan Picu Kerugian Konsumen
Tiga eks Direksi PDAM Tirta Moedal kini bersiap melayangkan gugatan perdata Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Walikota Semarang, Agustina Wilujeng
Kawasan Pasar Kanjengan Johar Kebakaran

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:15 WIB

Salatiga May Day 2026, Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:12 WIB

May Day 2026: Proyek Dibiayai Pajak Rakyat Dituduh Abaikan Keselamatan Buruh, Rival: Ini Bukan Efisiensi, Tapi Kelalaian!

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:04 WIB

Rumah Disasar Tanpa Putusan! Warga Batang Diteror, Siapa Dalangnya?  

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:52 WIB

8 Pejabat Pemkab Cilacap diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Eks Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:14 WIB

Empat Tersangka Curanmor Diamankan Polrestabes Semarang

Kamis, 30 April 2026 - 16:28 WIB

Tiga eks Direksi PDAM Tirta Moedal kini bersiap melayangkan gugatan perdata Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Walikota Semarang, Agustina Wilujeng

Kamis, 30 April 2026 - 16:14 WIB

Kawasan Pasar Kanjengan Johar Kebakaran

Rabu, 29 April 2026 - 16:50 WIB

Kapolrestabes Semarang Perkuat Sinergi dengan Serikat Buruh Jelang May Day 2026

Berita Terbaru

Foto: Press Release Polrestabes Semarang untuk Kasus Curanmor

Daerah

Empat Tersangka Curanmor Diamankan Polrestabes Semarang

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:14 WIB