Wanti-wanti Penyelewengan Distribusi Pupuk Subsidi Harus tepat sasaran

- Kontributor

Kamis, 22 Agustus 2024 - 04:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PortalindonesiaNews.Net _ Jakarta – Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Pencegahan Korupsi Mabes Polri memberikan peringatan keras terkait potensi penyelewengan dalam distribusi pupuk subsidi. Hal ini disampaikan dalam sebuah acara pembinaan distributor pupuk subsidi se-Indonesia yang diselenggarakan bersama Kementerian Perdagangan di Surabaya, Jawa Timur.

Yudi Purnomo Harahap, anggota Satgassus Pencegahan Korupsi Mabes Polri, menegaskan bahwa Polri berkomitmen untuk mengawal distribusi pupuk subsidi dari mulai produksi hingga sampai ke tangan petani. “Kami berkomitmen memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan lancar dan tepat sasaran agar diterima oleh pihak yang berhak,” ujar Yudi dalam keterangan tertulis pada Rabu, 21 Agustus 2024.

READ  Jurnalis Ambarita Dikeroyok Saat Liputan Dugaan Makanan Kedaluwarsa di Bekasi

Yudi yang juga merupakan mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menekankan bahwa PT Pupuk Indonesia perlu terus melatih para distributor dan pengecer agar tetap patuh pada peraturan yang berlaku, baik dari Kementerian Pertanian maupun Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, Ketua Tim Satgassus Pencegahan Korupsi Mabes Polri, Hotman Tambunan, menambahkan bahwa pelatihan yang diberikan kepada distributor merupakan undangan dari PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Hotman menegaskan bahwa program pupuk bersubsidi hanya akan berhasil jika distributor dan kios menjaga ketersediaan stok dengan baik sesuai dengan aturan yang ada.

READ  Skandal "Pemain Titipan" Guncang Liga Desa Jateng: Manipulasi Domisili Massal Terbongkar!

Hotman juga menjelaskan bahwa Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 4 Tahun 2023 telah mengatur kewajiban menjaga stok pupuk bersubsidi secara nasional. Namun, aturan ini tidak akan berarti jika distributor dan kios tidak menyediakan stok yang memadai sehingga petani kesulitan mendapatkan pupuk.

Satgassus Mabes Polri juga memberikan apresiasi kepada PIHC yang telah menyediakan aplikasi digital untuk memantau keberadaan stok pupuk di kios dan distributor. Diharapkan, Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian dapat memanfaatkan aplikasi tersebut guna mengantisipasi kekurangan stok pupuk bersubsidi di lapangan.

READ  Geger di Purworejo! Sekdes Didepak dari Grup WA Usai Bongkar Dugaan Bullying di Sekolah Negeri — Camat Kutoarjo Bungkam Seribu Bahasa!

Pimpred : iskandar

PT. Portal Indonesia News Grup

Berita Terkait

Rangkap Jabatan Perangkat Desa Jadi Wartawan di Blora: Etika Profesi atau Pelanggaran Hukum?
Kedok Terbongkar! Oknum Sipir Rutan Kebumen Tak Berkutik, Akui Aniaya Tahanan Perempuan di Tengah Pusaran Pungli
Diduga Masuk HGB Developer Bukit Bulusan, Warga Banyumanik 8 Tahun Gagal Sertifikatkan Tanah
Progres Pembangunan Gudang KDKMP di Semarang dan Salatiga Capai 60 Persen, Target Selesai Tepat Waktu
SKANDAL KEAMANAN: PT Mulya Jati Utami Tegal Diduga Bodong, Kok Bisa Dipakai Instansi Pemerintah?  
Setengah Tahun Tanpa Kepastian: Pomdam IV/Diponegoro Diduga Lamban Tangani Kasus Oknum TNI BBM Ilegal
Viral! Pasien Diduga Diusir Dokter di Kendal, Kata “Kampret” Muncul Saat Klarifikasi  
Perdana di Gunungpati! Ngobras ‘Semakin Akrab’ Jadi Wadah Kwarcab Kota Semarang Serap Aspirasi Andalan Ranting

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 01:08 WIB

Rangkap Jabatan Perangkat Desa Jadi Wartawan di Blora: Etika Profesi atau Pelanggaran Hukum?

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:42 WIB

Kedok Terbongkar! Oknum Sipir Rutan Kebumen Tak Berkutik, Akui Aniaya Tahanan Perempuan di Tengah Pusaran Pungli

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:24 WIB

Diduga Masuk HGB Developer Bukit Bulusan, Warga Banyumanik 8 Tahun Gagal Sertifikatkan Tanah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:09 WIB

Progres Pembangunan Gudang KDKMP di Semarang dan Salatiga Capai 60 Persen, Target Selesai Tepat Waktu

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:06 WIB

Setengah Tahun Tanpa Kepastian: Pomdam IV/Diponegoro Diduga Lamban Tangani Kasus Oknum TNI BBM Ilegal

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:37 WIB

Viral! Pasien Diduga Diusir Dokter di Kendal, Kata “Kampret” Muncul Saat Klarifikasi  

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Perdana di Gunungpati! Ngobras ‘Semakin Akrab’ Jadi Wadah Kwarcab Kota Semarang Serap Aspirasi Andalan Ranting

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:25 WIB

Momentum Kebangkitan! HUT ke-19 Partai Hanura di SM Tower Jadi Sinyal Kuat Rebut Kursi Legislatif 2029

Berita Terbaru