GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH

Avatar photo

- Kontributor

Rabu, 22 April 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto: Kasad reskrim AKP Zaenul Arifin ketika menunjukan barang bukti

foto: Kasad reskrim AKP Zaenul Arifin ketika menunjukan barang bukti

BLORA | PortalindonesiaNews.Net — Waduh, niat cari untung malah dapat petaka! Seorang bapak-bapak asal Tuban harus merasakan gimana rasanya jadi “bintang kejora” setelah kedapatan bawa 200 tabung gas LPG 3 kg alias si “gas melon” secara ilegal. Barangnya mau dibawa ke Blora, tapi nyatanya malah mampir dulu ke kantor polisi.
Cerita dimulai Kamis malam (9/4/2026) di sekitar Pasar Jepon. Mata polisi langsung melotot lihat mobil pikap Mitsubishi L300 warna hitam yang lewat. Kenapa? Bak belakangnya kayak orang habis makan nasi padang berlebih—perutnya buncit banget sampai roda kayak mau nyentuh aspal, terus ditutup rapat pakai terpal kayak mau sembunyiin harta karun.

Begitu dihentikan dan dibuka penutupnya… DOR! Isinya bukan beras, bukan sayur, tapi deretan tabung gas yang jumlahnya sampai ratusan. Kayak gudang gas keliling deh pokoknya! Padahal barang ini kan khusus buat masyarakat yang butuh, bukan buat jadi komoditas cari cuan sembarangan.

Kapolres Blora, Wawan Andi Susanto, bilang pelaku yang berinisial FS (38) ini jujur-jujur saja. Dia ngaku beli barangnya di Tuban, terus mau dijual lagi di Blora dengan harga lebih mahal. Modal nekat doang, pikirnya cuma pakai terpal aja udah aman dari pengawasan.

“Masya Allah, ini gas subsidi ya, bukan barang dagangan bebas! Kalau semua orang main ambil gini, warga kecil mau makan apa? Mau masak pakai api dari jari gitu?” celetuk Pak Kapolres sambil geleng-geleng kepala.

READ  Wartawan Diancam “Digorok” Saat Liput Tambang Ilegal Sitirejo, SuaraJateng.co.id Minta Polda Jateng Bertindak Tegas

MODUS KUNO, DAMPAKNYA GAK MAIN-MAIN

Jurusnya sederhana banget: tutup pakai terpal, jalan malam-malam, berharap petugas gak curiga. Eh tapi namanya juga polisi, mata mereka kayak radar—yang aneh sedikit langsung ketahuan.

Dari hitungan kasar, kerugian negara dari selisih subsidi cuma sekitar Rp3,8 juta. Tapi dampaknya? Jauh lebih parah! Akibat ulah orang macam ini, gas jadi langka, harga di pasar melonjak, dan ibu-ibu rumah tangga sampai harus berhitung ulang anggaran belanja. Yang untung cuma segelintir orang, yang rugi ratusan ribu warga.

READ  Mengejutkan di Polres Blora: Pelapor Sumur Ilegal “Geblak” Sebelum Diperiksa, 

BAYANGKAN SAJA: DENDA SAMPAI 60 MILIAR!

Sekarang nasib Pak FS lagi di ujung tanduk. Dia dijerat UU Migas yang sudah diperbarui, dan hukumannya bikin merinding:

– Bisa dipenjara sampai 6 tahun (cukup lama buat merenung dan belajar bisnis yang halal)

– Denda maksimal Rp60 MILIAR!

Woy, itu uang kalau dipakai beli gas melon bisa sampai ribuan tabung! Mau bayar pakai apa coba? Jual rumah, jual mobil, jual sawah, masih kurang mungkin. Ini jadi pelajaran mahal banget ya, untung yang didapat kecil, tapi resikonya sebesar gunung Merapi.

READ  MODUS INVESTASI WALET FIKTIF TERUNGKAP! Korban Rugi Rp78 Miliar, Pelaku Cuci Uang Lewat Skema Rekening Siluman

APA ADA JARINGAN LEBIH BESAR?

Kasus ini belum selesai sampai di sini. Polisi sekarang lagi ngedig lebih dalam, siapa tahu Pak FS ini cuma kuli angkut saja, di belakangnya ada bos besar yang juga main curang. Kalau ternyata ada jaringan, siap-siap deh banyak yang ikut terperosok.

PESAN BUAT YANG LAIN: JANGAN COBA-COBA!

Kejadian ini jadi peringatan keras: barang subsidi itu titipan negara buat rakyat, bukan ladang uang buat orang serakah. Di tengah harga kebutuhan yang lagi naik-naiknya, ulah kayak ini ibarat nambah beban orang lain.

Satu orang sudah ketangkap. Pertanyaannya: masih ada berapa lagi yang lagi beraksi, ngira-ngira polisi gak lihat? Ingat, yang namanya aksi curang, lama-lama pasti ketahuan juga!

laporan : Redi

###

Berita Terkait

TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  
SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!
Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  
MAKAM KRAMAT DI BANTARAN SUNGAI: DPD IWOI Kota Semarang Ajukan Izin Bangun untuk Lestarikan Budaya dan Dorong Pariwisata
WALI KOTA KAWAL LANGSUNG! Exit Tol Pattimura Dibangun dengan Prinsip: Transparan, Berkelanjutan, dan Jelas Pro Rakyat!
MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  
SKANDAL DINAS PENDIDIKAN! IZIN SEKOLAH TERTAHAN 3 TAHUN TANPA KEPUTUSAN, PLT KADIS DIKETAWAKAN: “SAYA KURANG TAHU!”
DPD NasDem Blora Soroti Pemberitaan Majalah Tempo, Desak Klarifikasi Terbuka

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 18:21 WIB

TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  

Rabu, 22 April 2026 - 18:13 WIB

SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!

Rabu, 22 April 2026 - 14:12 WIB

GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH

Rabu, 22 April 2026 - 08:15 WIB

Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  

Senin, 20 April 2026 - 13:57 WIB

MAKAM KRAMAT DI BANTARAN SUNGAI: DPD IWOI Kota Semarang Ajukan Izin Bangun untuk Lestarikan Budaya dan Dorong Pariwisata

Sabtu, 18 April 2026 - 21:11 WIB

MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

Sabtu, 18 April 2026 - 14:48 WIB

SKANDAL DINAS PENDIDIKAN! IZIN SEKOLAH TERTAHAN 3 TAHUN TANPA KEPUTUSAN, PLT KADIS DIKETAWAKAN: “SAYA KURANG TAHU!”

Jumat, 17 April 2026 - 19:58 WIB

DPD NasDem Blora Soroti Pemberitaan Majalah Tempo, Desak Klarifikasi Terbuka

Berita Terbaru