DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala

Avatar photo

- Kontributor

Kamis, 23 April 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | PortalindonesiaNews.Net – Peringatan hari jadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bukan sekadar seremoni tahunan yang diisi baris-berbaris dan ucapan selamat. Di balik setiap rangkaian acaranya, tersimpan makna mendalam: refleksi panjang tentang pengabdian tanpa batas, loyalitas tanpa syarat, dan semangat juang yang tak pernah padam—bahkan ketika seragam dinas telah dilepas dan masa tugas resmi berakhir.

Hal itu ditegaskan oleh Letkol Inf (Purn). G. Borlak, seorang purnawirawan yang kini tengah menempuh pendidikan doktoral di Universitas Negeri Jakarta. Dalam catatan refleksinya, ia menegaskan bahwa menjadi bagian dari Korps Komando bukanlah sekadar pekerjaan atau profesi, melainkan jalan hidup dan identitas yang melekat selamanya di dalam dada.

READ  KPK Seret Bos Rokok ke Pusaran Suap Bea Cukai: Skandal Diduga Rugikan Negara, Publik Tersentak  

“Ikatan Komando tidak pernah putus, dan pengabdian tidak akan pernah berakhir,” tegasnya.

Ditempa Keras, Lahirkan Prajurit Tangguh

Selama ini, Kopassus dikenal luas sebagai satuan elite Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang selalu berada di garis terdepan. Entah saat menjaga kedaulatan wilayah NKRI, menangani konflik, hingga menjadi garda utama saat bencana alam melanda—kehadiran mereka selalu diharapkan dan diandalkan.

READ  Tak Tunggu Anggaran Desa, Warga Nganjung-anjung Boyolali Perbaiki Jalan Secara Mandiri

Namun, menurut Borlak, ketangguhan yang dimiliki para prajurit itu bukanlah bakat bawaan atau sesuatu yang instan. Semua terbentuk melalui proses penempaan yang sangat panjang dan berat. Fisik diuji hingga batas ketahanan manusia, mental diasah di bawah tekanan ekstrem, dan karakter diluruskan sedemikian rupa agar tetap berpegang pada kebenaran dan integritas, bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun.

READ  MC "Dinamit" Bikin Suasana Cair, Seniman pun Ikut Bernyanyi!

“Dari situlah lahir sosok prajurit yang tidak hanya kuat dan andal di medan tempur, tapi juga memiliki akhlak dan integritas yang tinggi,” ujarnya.

READ  Guna Pencegahan,Team VCT Pantau Penularan HIV di Kecamatan Bandungan

Tantangan Baru: Bukan Sekadar Perang Senjata

Seiring berjalannya waktu dan perubahan dinamika global, tantangan yang dihadapi bangsa pun bertransformasi. Kini, ancaman tidak lagi sebatas konflik bersenjata atau agresi dari luar. Borlak menyoroti bahwa tantangan masa depan justru banyak datang dari aspek non-militer, seperti krisis iklim, persaingan ketat atas sumber daya alam, hingga dinamika kependudukan yang berpotensi memicu ketidakstabilan sosial dan keamanan.

READ  Waduh oknum polisi membawa ganja 141 kilogram

Kondisi ini menuntut pergeseran pola pikir. Prajurit masa depan tidak cukup hanya andal dalam strategi tempur dan kemampuan taktis semata. Mereka harus memiliki wawasan yang luas, memahami aspek sosial, lingkungan, hingga demografi. Dengan bekal ilmu tersebut, kehadiran Kopassus tidak hanya sebagai kekuatan pengamanan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi menyelesaikan masalah bangsa.

READ  Enam Kasus Kriminal Terungkap! Polres Tabanan Buktikan Ketegasan Lawan Kejahatan, Teknologi dan Warga Jadi Senjata Ampuh Polisi Berantas Kriminalitas di Bali

“Medan tempur kini semakin luas dan kompleks. Kita harus siap beradaptasi tanpa kehilangan jati diri,” tegasnya.

Menjaga Nama Besar di Tengah Perubahan

Meski harus terus berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman, ada satu hal mutlak yang tidak boleh berubah: jati diri dan nilai-nilai luhur keprajuritan. Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI disebutnya sebagai fondasi kokoh yang harus terus dijaga oleh seluruh keluarga besar Kopassus, baik yang masih aktif berdinas maupun yang telah memasuki masa purnawirawan.

READ  Kasus Kekerasan Siswi SD di Boyolali: Sekolah Diduga Lambat Tangani, ELBEHA Barometer Turun Tangan!  

Citra Kopassus sebagai satuan yang dicintai dan dipercaya rakyat, menurut Borlak, adalah sebuah “harta karun” yang sangat berharga. Aset ini harus terus dirawat dan dijaga melalui sikap yang profesional, modern, namun tetap rendah hati dan dekat dengan masyarakat.

READ  Karangan Bunga Apresiasi dari Firma Hukum Suara Masyarakat Bersama Warnai Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Penipuan CPNS

Komando: Identitas Seumur Hidup

Bagi mereka yang pernah merasakan kerasnya pendidikan, lelahnya latihan, dan sunyinya penugasan di tempat terpencil, Kopassus bukan sekadar tempat mencari nafkah. Ia telah menjadi bagian dari darah dan daging, identitas yang melekat sepanjang hayat.

Prinsip “Berani, Benar, Berhasil” bukan sekadar slogan yang tertulis di tembok atau diucapkan saat apel. Bagi insan Komando, ini adalah pedoman hidup yang terus dipegang teguh, bahkan setelah masa dinas resmi berakhir.

Begitu pula dengan semangat kehormatan yang tinggi: “Lebih baik pulang membawa nama harum daripada pulang dalam keadaan gagal.” Ungkapan ini menggambarkan betapa mahalnya nilai martabat dan tanggung jawab yang diemban setiap prajurit.

READ  Kapolsek Brangsong Kendal Digerebek Warga Tengah Malam, Kepergok Berduaan dengan Bu Guru

Pengabdian Tak Pernah Usai

Menjadi purnawirawan bukan berarti pensiun dari pengabdian. Jika saat aktif tugasnya melindungi dari ancaman fisik, kini perannya bergeser menjadi teladan di tengah masyarakat. Para mantan prajurit ini hadir sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan, perekat persatuan, dan penggerak kedamaian di lingkungan tempat tinggalnya.

READ  GEMPAR! Band Anak SD Guncang Seminar Nasional di Solo, Bukti Nyata Pendidikan Kreatif Tak Sekadar Teori

Di momen istimewa ini, Borlak menyampaikan doa dan harapan agar Kopassus senantiasa menjadi garda terdepan bangsa—tetap profesional, lincah beradaptasi dengan zaman, namun tetap membumi dan dicintai rakyat.

“Teruslah menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya. Dirgahayu Kopassus. Jayalah selalu, panjang umur pengabdianmu!

Laporan: yulius

Berita Terkait

Viral! Dugaan Limbah SPPG Milik Oknum DPRD Demak Mengalir ke Sungai, Baru Bergerak Setelah Disorot Publik
Polrestabes Semarang Siaga Cepat Tangani Banjir dan Cuaca Ekstrem – Dua Nyawa Tertimbun Bencana  
Priyoto Jabat PLT Ketua DPC GRIB Jaya Blora – Siap Giring Konsolidasi dan Revolusi Struktur Organisasi  
Polsek Semarang Timur Lakukan Pendalaman Terkait Dugaan Begal di Jalan Barito, Masyarakat Diimbau Segera Melapor
Ratusan Kendaraan Hangus, Kebakaran Parkiran Pabrik Ban di Purworejo
Salatiga: Banyak Kendaraan Kredit ‘Tanpa Paspor Hukum’ – Fidusia Tidak Terdaftar Meski Biaya Sudah Dibayar
Polisi Tangkap Satu Lagi Pensiunan Aparat Tersangka Kasus BBM Subsidi Ilegal Salatiga
Hujan Bukan Halangan: Panggung WApreS menjadi Akhir yang Syahdu dari Kemeriahan Kolaborasi Cookies dan Happynest CSSMoRA

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:13 WIB

Viral! Dugaan Limbah SPPG Milik Oknum DPRD Demak Mengalir ke Sungai, Baru Bergerak Setelah Disorot Publik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:37 WIB

Polrestabes Semarang Siaga Cepat Tangani Banjir dan Cuaca Ekstrem – Dua Nyawa Tertimbun Bencana  

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:51 WIB

Priyoto Jabat PLT Ketua DPC GRIB Jaya Blora – Siap Giring Konsolidasi dan Revolusi Struktur Organisasi  

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:36 WIB

Polsek Semarang Timur Lakukan Pendalaman Terkait Dugaan Begal di Jalan Barito, Masyarakat Diimbau Segera Melapor

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:26 WIB

Ratusan Kendaraan Hangus, Kebakaran Parkiran Pabrik Ban di Purworejo

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:26 WIB

Polisi Tangkap Satu Lagi Pensiunan Aparat Tersangka Kasus BBM Subsidi Ilegal Salatiga

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:44 WIB

Hujan Bukan Halangan: Panggung WApreS menjadi Akhir yang Syahdu dari Kemeriahan Kolaborasi Cookies dan Happynest CSSMoRA

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:09 WIB

PUSKOPPOLDA Jawa Tengah, Menyelenggarakan RAT ke- 47, Tutup Buku 2025 Dan Pergantian Pengurus

Berita Terbaru