SEMARANG | PortalindonesiaNews.Net — Di tengah meningkatnya ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang mengancam masa depan generasi bangsa, Yayasan Penanggulangan Bahaya Narkoba Nasional (YPBNN) Pusat resmi mengukuhkan kepengurusan YPBNN Provinsi Jawa Tengah periode 2026–2031 melalui Surat Keputusan Nomor: 01/SK-YPBNN/VI/2026.
Salah satu figur yang menjadi sorotan dalam kepengurusan baru tersebut adalah Dr. Drs. H. KRH. Hono Sejati Pradoto Jatinangoro, S.H., M.Hum., mantan Hakim dan mantan Rektor yang dipercaya mengemban amanah sebagai Penasehat YPBNN Provinsi Jawa Tengah.
Penunjukan tokoh hukum dan akademisi senior tersebut dinilai menjadi energi baru bagi gerakan pencegahan narkoba di Jawa Tengah. Dengan pengalaman panjang di dunia hukum, pendidikan, dan pembinaan masyarakat, kehadiran Dr. Hono Sejati diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan organisasi agar lebih progresif, terukur, dan berdampak nyata.
USUNG GERAKAN “AKIK” SEBAGAI PARADIGMA BARU
Dalam berbagai kesempatan, Dr. Hono Sejati menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan dengan pola lama. Dibutuhkan perubahan pola pikir dan pola gerak yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Untuk itu, ia memperkenalkan semangat gerakan “AKIK”, yaitu:
A – Aktif
Membangun gerakan yang responsif, turun langsung ke masyarakat, sekolah, kampus, dan lingkungan sosial yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.
K – Kreatif
Menciptakan metode penyuluhan dan edukasi yang menarik serta mudah diterima oleh generasi muda.
I – Inovatif
Mengembangkan strategi pencegahan berbasis teknologi digital, media sosial, dan pendekatan psikososial yang relevan dengan tantangan masa kini.
K – Kolaboratif
Membangun sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, media massa, dan sektor swasta.
«”Kita tidak bisa lagi bekerja secara biasa-biasa saja. Perang melawan narkoba membutuhkan organisasi yang aktif, kreatif, inovatif, dan kolaboratif. Tantangan ini terlalu besar jika dihadapi sendiri,” tegas Dr. Hono Sejati.»
AUDIENSI STRATEGIS DENGAN PEMANGKU KEBIJAKAN
Kepengurusan YPBNN Jawa Tengah yang dipimpin Hermawan Tri Handoyo, S.H. sebagai Ketua dan Adhy Djoko Prastowo, S.H., M.H. sebagai Sekretaris akan segera melakukan serangkaian audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan di Jawa Tengah.
Audiensi tersebut direncanakan dengan:
– Gubernur Jawa Tengah
– Pangdam IV/Diponegoro
– Kapolda Jawa Tengah
– Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah
– Kepala BNNP Jawa Tengah
– Kepala Kesbangpol Jawa Tengah
– Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah
– Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah
– Berbagai lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan institusi terkait lainnya
Langkah ini bertujuan memperkenalkan kepengurusan, membangun komunikasi yang dialogis, serta menyampaikan blueprint program kerja YPBNN dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
«”Kita menjadi besar bukan karena berjalan sendiri, tetapi karena mampu membangun kolaborasi yang bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Dr. Hono Sejati.»
PENGUATAN SDM DAN MOU LINTAS SEKTOR
Selain memperkuat struktur organisasi, YPBNN Jawa Tengah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta standarisasi program kerja.
Melalui dukungan Dr. Hono Sejati, organisasi akan mendorong penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai instansi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, organisasi sosial, dunia usaha, serta komunitas masyarakat.
Langkah tersebut diyakini akan memperluas jangkauan program penyuluhan, rehabilitasi, advokasi, hingga pemberdayaan masyarakat dalam memerangi narkoba.
HARAPAN BARU MENUJU JAWA TENGAH BERSINAR
Masuknya Dr. Drs. H. KRH. Hono Sejati Pradoto Jatinangoro, S.H., M.Hum. ke dalam jajaran penasehat YPBNN Jawa Tengah menjadi simbol penguatan moral, intelektual, dan hukum dalam gerakan nasional melawan narkoba.
Dengan semangat AKIK dan dukungan seluruh elemen bangsa, YPBNN Jawa Tengah optimistis mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkotika.
“Menyelamatkan generasi bangsa dari narkoba bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum. Ini adalah panggilan moral seluruh anak bangsa untuk bergerak bersama demi Indonesia yang lebih sehat dan berdaulat,” pungkas Dr. Hono Sejati.
Laporan Iskandar






