Mafia Solar “AS dkk” Masih Kebal Hukum di Belawan? Warga Resah, APH Diduga Tutup Mata!

Avatar photo

- Kontributor

Rabu, 19 November 2025 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : yang Diduga menyalahgunakan BBM subsiy

Foto : yang Diduga menyalahgunakan BBM subsiy

Belawan | PortalindonesiaNews.Net  — Dugaan praktik kotor mafia BBM subsidi jenis solar di kawasan Belawan hingga Medan Deli kembali menyeruak. Sosok berinisial “AS dkk” disebut-sebut menjadi dalang utama jaringan besar yang menggarong solar subsidi dari sejumlah SPBU. Aksi ini diduga telah merugikan negara hingga miliaran rupiah. Ironisnya, aktivitas ilegal tersebut berlangsung terang-terangan, seolah tanpa sentuhan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Modus Busuk Terungkap: Truk Dimodifikasi, Bolak-balik Isi Solar 3–4 Kali

Hasil investigasi sejumlah awak media di lapangan menemukan praktik mencurigakan: truk-truk pengangkut dengan tangki modifikasi ilegal bolak-balik masuk ke SPBU yang sama, hingga 3–4 kali dalam satu hari. Kendaraan dan sopirnya pun orang-orang yang sama.

READ  Dipaksa Damai di Bawah Ancaman: Jeritan Suyati Menembus Sunyi Ketidakadilan

Diduga kuat ada kerja sama antara pekerja SPBU, oknum aparat, hingga jaringan mafia “AS dkk” sehingga truk-truk tersebut diprioritaskan mendapatkan solar, sementara masyarakat umum kerap kehabisan.

Seorang pekerja SPBU, berinisial RI, membongkar kenyataan pahit itu.

“Mustahil bang dapat solar langsung di sini. Sudah disedot mafia. Truk modif itu sudah kontrak sama mafia. Ratusan liter tiap hari. Kami yang bukan kelompok mereka, mana kebagian,” ungkap RI, Selasa (18/11/25).

READ  Jokowi Minta Polisi Bebaskan Pendemo Penolak RUU Pilkada yang Ditahan

Lebih parah lagi, RI menyebut para mafia ini menganggap pemberitaan media tidak ada artinya, karena merasa dilindungi

“Kata mereka, berita media cuma celoteh burung walet. APH nggak bakal tindak, semua sudah diatur,” katanya.

READ  Diduga Abaikan Perma MA, Penyidik Polsek Banyumanik Dilaporkan Ke Propam Polda Jawa Tengah Dan Itwasda Polda Jateng

Padahal Aturan Jelas: Pelaku Bisa Dipenjara 6 Tahun dan Denda Rp 60 Miliar

UU Migas sebetulnya tegas. Setiap orang yang menyalahgunakan BBM subsidi terancam:

Pidana hingga 6 tahun penjara

Denda hingga Rp 60 miliar

Namun, entah mengapa, hingga kini tidak ada tindakan nyata terhadap dugaan jaringan besar ini.

READ  Tambang Galian C Ilegal di Tuban Merajalela: LIN Jatim Desak Aparat Bertindak, Pelaku Diduga Gunakan BBM Subsidi!

SPBU di Medan Utara Diduga Jadi Sumber Penyelewengan

Aksi mafia solar diduga kuat terjadi di sejumlah titik, antara lain:

SPBU Jalan Alumunium Raya, Tanjung Mulia Hilir

SPBU Singapore Station depan Pelindo Regional 1 Belawan

Lokasi di Kabupaten Pelalawan

Antrian panjang truk-truk modifikasi yang mengangkut solar dalam jumlah tak wajar sudah menjadi pemandangan rutin. Tapi mengapa APH tampak selow dan seolah membiarkan?

Apakah benar ada aliran “stabilan” seperti yang disebut-sebut warga?

Gudang Penampungan AS Diduga Buang Limbah Solar ke Parit Warga

Kegiatan ilegal ini makin meresahkan ketika warga menemukan limbah solar berserakan di parit dekat sebuah gudang di Jalan Pasar Lama (Gudang Kapur), Lingkungan 29, Kelurahan Pekan Labuhan. Gudang itu disebut milik AS alias Andre Sinaga.

READ  Diduga Pengguna Narkoba, Iwan Aniaya Tetangga hingga Babak Belur: Warga Soroti “Backingan Polisi”

Warga yang melintas melihat minyak solar mengalir ke parit, lalu merekam dan memfoto sebagai bukti.

Seorang warga yang enggan disebut namanya berkata:

“Saya lihat minyak solar berserakan di parit. Saya ambil gayung dan ember buat ngumpulin, terus saya foto dan videokan bang.”

Warga ketakutan jika ada puntung rokok yang mengakibatkan kebakaran besar.

READ  Yayasan Jallu Nusantara Indonesia Mantapkan Arah Baru: Fokus pada Hukum dan Pendidikan

“Tolonglah APH turun tangan. Jangan tutup mata. Ini bahaya sekali. Kalau sampai kebakaran, habis kampung kami bang,” ujar warga dengan nada geram.

READ  Isi Pesan BBM Vina Sebelum Tewas menambah Kejanggalan, dan semakin Terkuat satu persatu

APH Bungkam, Publik Bertanya: Ada Apa?

Saat dikonfirmasi media melalui WhatsApp, Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan hingga berita ini terbit belum memberikan tanggapan.

Warga menilai aktivitas mafia solar ini sudah mengakar puluhan tahun, dan jaringan “AS dkk” disebut sangat terorganisir. Mereka bahkan diduga memasok solar ilegal hingga ke:

READ  Peringatan Maulid nabi Muhammad SAW, Polres Semarang gelar pengajian.

Gudang Pintu Tol

Kawasan Gabion Belawan

Titik-titik nelayan kecil menggantungkan hidup

Para nelayan kecil pun merasa tertindas, karena harga solar melambung akibat permainan mafia.

READ  Penampungan Sampah Desa Apuan Baturiti Berantakan, Warga Kecewa Pemerintah Daerah Diduga Abaikan Perda

Pertanyaan Besar: Mampukah APH Membongkar dan Menangkap Mafia Solar Kelas Kakap Ini?

Publik kini menanti sikap tegas:

Polres Pelabuhan Belawan

Polda Sumut

BPH Migas

Pertamina

Pemerintah Daerah

Karena semakin lama dibiarkan, semakin banyak rakyat kecil dirugikan, dan semakin dalam kerugian negara mengalir ke kantong mafia.

READ  Soft Opening Gianti: Destinasi Fine Dining Indonesian Food Terbaru di Yogyakarta, Sajikan Perjalanan Rasa Nusantara dengan Sentuhan Modern

Masyarakat sudah muak. Publik menunggu APH bertindak — bukan hanya diam dan menonton.

 

(Red/Tim)

Berita Terkait

DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala
TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  
SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!
GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH
Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  
MAKAM KRAMAT DI BANTARAN SUNGAI: DPD IWOI Kota Semarang Ajukan Izin Bangun untuk Lestarikan Budaya dan Dorong Pariwisata
WALI KOTA KAWAL LANGSUNG! Exit Tol Pattimura Dibangun dengan Prinsip: Transparan, Berkelanjutan, dan Jelas Pro Rakyat!
MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:11 WIB

DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala

Rabu, 22 April 2026 - 18:21 WIB

TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  

Rabu, 22 April 2026 - 18:13 WIB

SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!

Rabu, 22 April 2026 - 14:12 WIB

GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH

Rabu, 22 April 2026 - 08:15 WIB

Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  

Sabtu, 18 April 2026 - 21:46 WIB

WALI KOTA KAWAL LANGSUNG! Exit Tol Pattimura Dibangun dengan Prinsip: Transparan, Berkelanjutan, dan Jelas Pro Rakyat!

Sabtu, 18 April 2026 - 21:11 WIB

MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

Sabtu, 18 April 2026 - 14:48 WIB

SKANDAL DINAS PENDIDIKAN! IZIN SEKOLAH TERTAHAN 3 TAHUN TANPA KEPUTUSAN, PLT KADIS DIKETAWAKAN: “SAYA KURANG TAHU!”

Berita Terbaru