Istri Diduga Dianiaya, Suami Warga Gedangdowo Soroti Penanganan Polisi

Avatar photo

- Kontributor

Minggu, 21 Desember 2025 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Korban ketika dirawat

Foto : Korban ketika dirawat

BLORA | PortalindonesiaNews.Net — Dugaan kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan warga Desa Gedangdowo, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, suami korban berinisial RSB mengaku bukan hanya keluarganya menjadi korban kekerasan fisik, tetapi juga mengalami intimidasi dan tekanan untuk berdamai dalam proses penanganan perkara.

RSB menuturkan, persoalan bermula dari konflik keluarga yang melibatkan anaknya, ALD. Anak perempuannya itu sebelumnya telah menjalin hubungan serius dengan seorang pria berinisial DN, bahkan telah direncanakan menuju pernikahan. Namun rencana tersebut mendadak batal setelah muncul pihak lain berinisial MLN, yang diduga memengaruhi ALD dengan iming-iming materi.

“Hubungan itu sudah lama dan serius. Kalau tidak ada campur tangan pihak lain, tidak mungkin tiba-tiba batal,” ungkap RSB, Sabtu malam (20/12/2025).

Meski merasa dirugikan secara moral dan menanggung rasa malu di lingkungan masyarakat, RSB mengaku memilih mengalah dan tidak menuntut apa pun, demi menjaga keharmonisan dan ketenangan keluarganya. Namun, konflik justru terus berlanjut.

READ  Satu Dekade Grand Dian Hotel Brebes, Wakil Bupati Gaungkan Hidup Sehat dan Penguatan Ekonomi Daerah

Istri Kerap Dicaci, Konflik Berujung Dugaan Penganiayaan

RSB menyebutkan, istrinya kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa sindiran dan kata-kata kasar dari keluarga MLN, terutama dari orang tua MLN. Perlakuan verbal tersebut berlangsung berulang kali.

Puncaknya terjadi saat istrinya melintas di depan rumah MLN ketika hendak melunasi utang belanja di sebuah warung.

“Saat berangkat dicaci, pulang juga masih dicaci. Istri saya menegur, lalu terjadi cekcok,” jelas RSB.

READ  DUA KALI KEBAKARAN SUMUR MINYAK ILEGAL HANTUI DUKUH GENDONO – WARGA: "INI TANDA DARI GAIB GUNUNG PENCU!"  

Menurut pengakuannya, adu mulut tersebut kemudian berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap istrinya yang diduga dilakukan oleh mertua MLN bersama salah satu anggota keluarga lainnya.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis serta visum di rumah sakit sebagai bukti dugaan tindak kekerasan.

Korban Merasa Tak Dilindungi, Diminta Berdamai di Rumah Terduga Pelaku

Yang membuat RSB semakin terpukul, ia menilai sikap aparat di lokasi kejadian tidak berpihak pada korban. Ia mengaku justru merasa disudutkan.

“Saya sendirian di lokasi, mereka banyak. Saya merasa tidak ada yang membela,” ucapnya dengan nada getir.

Lebih lanjut, RSB mengungkapkan bahwa dirinya diminta menandatangani surat perdamaian di rumah pihak terduga pelaku. Menurutnya, proses tersebut dilakukan dalam kondisi penuh tekanan dan tidak mencerminkan rasa keadilan.

READ  Mantan Kepala Desa dan Sekretaris Desa Blanakan Ditahan Kejari Subang atas Dugaan Korupsi Dana Desa

“Ini dugaan penganiayaan, tapi kok diselesaikan di tempat? Rasanya hukum hanya tajam ke bawah,” katanya dengan nada kecewa.

Tempuh Jalur Hukum, Korban Dapat Pendampingan Gratis

Merasa haknya sebagai warga negara tidak terpenuhi, RSB akhirnya menempuh jalur hukum. Ia mengaku mendapatkan pendampingan hukum secara cuma-cuma dari pengacara Sugiyarto.

READ  Polres Salatiga Gelar Pengajian dan Doa Bersama Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Jepon dengan nomor laporan

STTLP/50/XII/2025/Sek Jepon.

“Saya orang awam dan tidak mengerti hukum. Saya hanya ingin keadilan ditegakkan,” tegas RSB.

Publik Menunggu Sikap Tegas Aparat

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terlapor maupun aparat penegak hukum terkait dugaan penganiayaan dan tudingan pemaksaan perdamaian tersebut.

Kasus ini pun menyedot perhatian masyarakat, yang berharap aparat penegak hukum menangani perkara secara profesional, transparan, dan berpihak pada korban, demi memastikan keadilan benar-benar ditegakkan tanpa tekanan dan intervensi.

Laporan: Iskandar

Berita Terkait

HEBOH! Dugaan Dua Perangkat Desa Turitempel Mabuk di Balai Desa Picu Kemarahan Warga, Camat dan Bupati Diminta Bertindak
JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS
Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80
EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN
Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*
PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”
Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata
SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:27 WIB

HEBOH! Dugaan Dua Perangkat Desa Turitempel Mabuk di Balai Desa Picu Kemarahan Warga, Camat dan Bupati Diminta Bertindak

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:31 WIB

JALAN HANCUR, WARGA BERGAS MENJERIT! DIDUGA AKIBAT TRUK TAMBANG, GRIB JAYA SIAP KAWAL HINGGA TUNTAS

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:20 WIB

Bakti Religi dan Gerakan Indonesia Asri, Polsek Semarang Tengah Hadir Bersama Masyarakat Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:45 WIB

EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:30 WIB

Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:40 WIB

Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”

Berita Terbaru