Dugaan Korupsi Pengadaan Gas Air Mata oleh Polri, Ditaksir Capai Puluhan Miliar Rupiah

- Kontributor

Selasa, 3 September 2024 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


JAKARTA, Portalindonesiamews.net
, 3 September 2024 — Dugaan korupsi dalam pengadaan gas air mata oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ditaksir mencapai Rp 26,4 miliar. Dugaan ini dilaporkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Kepolisian kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu lembaga yang tergabung dalam koalisi tersebut, Indonesia Corruption Watch (ICW), melalui Koordinator Agus Sunaryanto, menyatakan bahwa dugaan tindak pidana korupsi ini terjadi dalam dua proyek pengadaan gas air mata.

READ  Ciptakan Ketahanan Pangan, Kapolsek Kaliwungu Manfaatkan Lahan Polsek

Proyek pertama adalah Pepper Projectile Launcher Polda Metro Jaya APBN T.A. 2022 dengan nilai proyek sebesar Rp 49,8 miliar. Proyek kedua adalah Pepper Projectile Launcher Polda Metro Jaya Program APBN SLOG Polri TA. 2023, dengan nilai proyek sebesar Rp 49,9 miliar.

“Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan mengacu pada harga resmi di website Byrna, produsen barang yang dibeli, seharusnya biaya yang dikeluarkan Polri untuk dua paket pengadaan tersebut hanya sebesar Rp 73,2 miliar,” ujar Agus kepada wartawan, Senin (2/9/2024). Dengan demikian, terdapat selisih yang diduga sengaja digelembungkan sebesar Rp 26,4 miliar.

READ  Skandal Pelabuhan Tembilahan? Alih Fungsi Jadi “Pujasera” dan Pungutan Diduga di Luar Aturan, Publik Desak Audit Nasional

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Yusuf Warsyim, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan lebih mendalam terkait dugaan mark up tersebut. “Informasinya akan dicek terlebih dahulu. Selanjutnya, kami akan meminta klarifikasi dari pengawas internal terkait kebenaran informasi tersebut,” ujar Yusuf kepada Portalindonesianews.net, Senin (2/9/2024).

Maraknya pemberitaan mengenai dugaan mark up gas air mata ini telah mendorong Kompolnas untuk bergerak cepat mengumpulkan informasi dan meminta klarifikasi dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. “Hari ini mulai ada pemberitaan, maka Kompolnas tentu bergerak cepat mengumpulkan informasi. Setelah itu, secepatnya kami akan meminta klarifikasi ke Itwasum Polri,” tegas Yusuf.  Editor: Iskandar/Jhon

READ  KPK Temukan Dokumen Penting dalam Mobil Harun Masiku yang Terparkir Selama 2 Tahun

PT. Portal Indonesia News Grup

Berita Terkait

Rangkap Jabatan Perangkat Desa Jadi Wartawan di Blora: Etika Profesi atau Pelanggaran Hukum?
Kedok Terbongkar! Oknum Sipir Rutan Kebumen Tak Berkutik, Akui Aniaya Tahanan Perempuan di Tengah Pusaran Pungli
Diduga Masuk HGB Developer Bukit Bulusan, Warga Banyumanik 8 Tahun Gagal Sertifikatkan Tanah
Progres Pembangunan Gudang KDKMP di Semarang dan Salatiga Capai 60 Persen, Target Selesai Tepat Waktu
Puncak Grand Opening Imperial Digital Printing: Mengusung Kreativitas Tanpa Batas Lewat Teknologi Cetak Terbaru
SKANDAL KEAMANAN: PT Mulya Jati Utami Tegal Diduga Bodong, Kok Bisa Dipakai Instansi Pemerintah?  
Setengah Tahun Tanpa Kepastian: Pomdam IV/Diponegoro Diduga Lamban Tangani Kasus Oknum TNI BBM Ilegal
Viral! Pasien Diduga Diusir Dokter di Kendal, Kata “Kampret” Muncul Saat Klarifikasi  

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 01:08 WIB

Rangkap Jabatan Perangkat Desa Jadi Wartawan di Blora: Etika Profesi atau Pelanggaran Hukum?

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:42 WIB

Kedok Terbongkar! Oknum Sipir Rutan Kebumen Tak Berkutik, Akui Aniaya Tahanan Perempuan di Tengah Pusaran Pungli

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:24 WIB

Diduga Masuk HGB Developer Bukit Bulusan, Warga Banyumanik 8 Tahun Gagal Sertifikatkan Tanah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:09 WIB

Progres Pembangunan Gudang KDKMP di Semarang dan Salatiga Capai 60 Persen, Target Selesai Tepat Waktu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:24 WIB

Puncak Grand Opening Imperial Digital Printing: Mengusung Kreativitas Tanpa Batas Lewat Teknologi Cetak Terbaru

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:06 WIB

Setengah Tahun Tanpa Kepastian: Pomdam IV/Diponegoro Diduga Lamban Tangani Kasus Oknum TNI BBM Ilegal

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:37 WIB

Viral! Pasien Diduga Diusir Dokter di Kendal, Kata “Kampret” Muncul Saat Klarifikasi  

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:17 WIB

SDN 1 Samirono Jadi Pusat Inspirasi: Siswa SMA Plus Islamic Village Tangerang Gelar Aksi Mengajar dan Kompetisi Kreatif

Berita Terbaru