Diduga Rampas Truk Tanpa Putusan Pengadilan! Kasus WOM Finance Solo Kini Resmi Diusut Polres Boyolali Setelah Disposisi Polda Jateng

Avatar photo

- Kontributor

Senin, 3 November 2025 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Y. Joko tirtono SH. Ketika melaporkan Di polres Boyolali 03/11/2025

Foto : Y. Joko tirtono SH. Ketika melaporkan Di polres Boyolali 03/11/2025

BOYOLALI | PortalIndonesiaNews.net — Kasus dugaan perampasan truk tangki tanpa putusan pengadilan oleh perusahaan pembiayaan ternama PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) Cabang Solo, kini resmi naik ke tahap penyelidikan kepolisian.

Setelah sebelumnya dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah dan Polda Jateng, kasus tersebut kini resmi didisposisikan ke Polres Boyolali dan mendapat perhatian khusus dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Berdasarkan dokumen resmi Tanda Terima Laporan Pengaduan Nomor STPL/446/X/2025/Satreskrim, yang diterbitkan Polres Boyolali pada 17 Oktober 2025, pelapor berinisial AAS (30), warga Kabupaten Semarang, melaporkan WOM Finance Cabang Solo atas dugaan perampasan dan/atau penggelapan.

READ  Skandal Tanah Warisan di Makassar: Pasutri Diduga Memaksa Demi Kuasai Aset Keluarga

Kasus ini bermula saat WOM Finance melakukan penarikan paksa satu unit truk tangki Hino H-8405-JC milik AAS, diikuti dengan dua unit tangki dan satu rangka trailer tanpa pemberitahuan, tanpa surat keputusan pengadilan, dan tanpa sepengetahuan pemilik maupun penyewa dari KUD Mojosongo, Boyolali.

“Tindakan ini jelas melanggar hukum dan bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019, yang mewajibkan adanya penetapan pengadilan sebelum eksekusi fidusia,” tegas Kuasa Hukum korban, Y. Joko Tirtono, S.H., dari Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI).

READ  Komunitas Cilacap American Jeep Bagi-bagi Ratusan Paket Sembako Gratis

Diduga Ada Kemufakatan Jahat Antara WOM Finance dan Debt Collector

Dalam proses investigasi, muncul dugaan kuat adanya kemufakatan jahat antara pihak WOM Finance Cabang Solo dengan sekelompok debt collector (DC) untuk melakukan penarikan unit kendaraan secara ilegal.

Menurut temuan awal dari tim hukum korban, para DC tersebut bukan karyawan resmi WOM Finance, namun bertindak layaknya aparat hukum dengan melakukan intimidasi, penyitaan, bahkan dugaan perampasan barang milik korban di luar objek fidusia.

READ  Tongkat Komando Salatiga: Putra Asli NTT, AKBP Ade Papa Rihi Resmi Menjabat Kapolres  

“Kami menduga ada kerja sama terstruktur antara oknum perusahaan pembiayaan dan debt collector dalam mencari keuntungan tidak wajar dari penarikan unit milik debitur. Ini bukan lagi penagihan, tapi sudah mengarah ke tindakan kriminal,” ungkap Joko Tirtono, S.H.

Ia menambahkan, modus seperti ini diduga dilakukan secara sistematis, di mana pihak leasing memberikan imbalan tertentu kepada DC setelah berhasil mengambil alih kendaraan, bahkan ketika kendaraan tersebut tidak sepenuhnya menjadi objek fidusia.

READ  Pembangunan Tahap 1 Sudah Beres Desa Pajagan Bingung Anggaran Dana Desa Tahap 2 Tahun 2025 Akan Disalurkan Kemana ?

Diduga Ada Penjualan Aset Ilegal Bernilai Rp1,5 Miliar

Dalam laporan tersebut, AAS menjelaskan bahwa kendaraan dan peralatan yang disita memiliki total nilai mencapai Rp1,5 miliar.

Ia mengaku sudah membayar 12 kali angsuran dari total 36, dengan nilai pembayaran lebih dari Rp160 juta. Namun, meski pembayaran berjalan baik dan hanya mengalami keterlambatan tiga bulan, WOM Finance justru melakukan penarikan sepihak.

READ  LPK Serbaindo Luluskan 55 Siswa Siap Kerja ke Jepang, Sekaligus Luncurkan Lembaga Sertifikasi Bahasa Asing Pertama di Indonesia

Yang lebih mencengangkan, dua unit tangki yang tidak termasuk dalam objek fidusia juga turut diambil dan bahkan diduga telah dijual kepada pihak lain tanpa hak.

“Ini sudah bukan lagi soal kredit macet, tapi dugaan perampasan dan penggelapan yang memenuhi unsur Pasal 368 dan 372 KUHP,” tambah Joko Tirtono.

READ  Ini Puncak Karnaval Kemerdekaan RI ke 78 di Kab Semarang

Kuasa Hukum: “Harus Jadi Preseden Nasional”

Sebagai Kuasa Hukum dari Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI), Joko Tirtono menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil untuk melawan praktik leasing yang sewenang-wenang dan berpotensi merugikan masyarakat luas.

“Tindakan leasing seperti ini tidak boleh dibiarkan. Kalau dibiarkan, publik akan kehilangan kepercayaan terhadap lembaga pembiayaan. Ini harus menjadi contoh nasional,” tegas Joko Tirtono, S.H.

Pihak OJK Jawa Tengah dikabarkan tengah menindaklanjuti laporan ini, sementara Polda Jateng melalui Ditreskrimum telah memberikan disposisi langsung ke Polres Boyolali untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap semua pihak yang terlibat, termasuk oknum debt collector yang diduga bekerja sama dengan WOM Finance.

READ  Bus PO Harapan Jaya Tabrak Truk di Tol Batang-Semarang, Sopir Bus Luka Berat

WOM Finance Dinilai Sewenang-wenang dan Tak Manusiawi

Kuasa hukum pendamping korban lainnya, Jack, mengecam keras tindakan WOM Finance yang dinilainya kejam dan tidak manusiawi.

Menurutnya, leasing tersebut telah berulang kali melakukan penarikan paksa tanpa proses hukum terhadap nasabah yang mengalami kesulitan ekonomi.

READ  HUT Satpol PP, Satlinmas Dan Damkar Kab Semarang di Sambut Meriah

“Mereka tidak melihat nasabah sebagai manusia. Klien kami adalah pelaku usaha susu segar yang menggantungkan hidupnya pada kendaraan tersebut. WOM bertindak semena-mena, memanfaatkan posisi dominan mereka atas masyarakat kecil,” ujar Jack.

Ia menegaskan bahwa selain laporan pidana, pihaknya juga akan menempuh gugatan perdata di Pengadilan Negeri untuk menuntut ganti rugi dan pemulihan nama baik korban.

READ  Tutut Soeharto Gugat Menteri Keuangan, Publik Bertanya Ada Apa di Balik Langkah Hukum Ini?

Publik Tunggu Ketegasan Penegak Hukum

Kasus ini kini menjadi ujian bagi OJK dan Polda Jawa Tengah untuk menunjukkan komitmen dalam menegakkan UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia serta Putusan Mahkamah Konstitusi No. 18/PUU-XVII/2019, yang secara tegas melarang eksekusi sepihak kendaraan kredit tanpa penetapan pengadilan.

Publik berharap kasus ini tidak berhenti di meja laporan, tetapi benar-benar diusut tuntas hingga ke akar—termasuk dugaan kemufakatan antara pihak leasing dan debt collector.

“Penarikan sepihak tanpa dasar hukum adalah bentuk kesewenang-wenangan yang harus diberantas. Negara tidak boleh kalah oleh mafia leasing,” tutup Jack tegas.

Laporan : Iskandar

Berita Terkait

EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN
Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*
PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”
Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata
SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?
Telusuri Sejarah Mataram, Yogyakarta Local Guides Gelar Aksi Bersepeda Bareng “From Pleret to Maps”
Siap Meledak di Media Sosial? Jangan Lewatkan Workshop “TikTok Creator Revolution” di Yogyakarta!
Wali kota Agustina Benahi Stadion TLJ, Siapkan Semarang Jadi Magnet Sport Tourism Jawa Tengah

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:45 WIB

EMPAT SANTRI DEMAK BERSUARA: “KAMI TIDAK TAHU APA-APA”, KELUARGA PERTANYAKAN DASAR PENCANTUMAN NAMA DALAM LAPORAN

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:30 WIB

Jogja Trade Expo 2026 Hadirkan Peserta dari Jogja Hingga Papua*

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:52 WIB

PENGADUAN DUGAAN PENGGELAPAN MOBIL BRIO DIHENTIKAN, JOHN L. SITUMORANG: “KAMI MENUNGGU GELAR PERKARA KHUSUS DI POLDA JATENG”

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:40 WIB

Rina Sa’adah Bawa Persoalan PG GMM Blora ke Menteri Pertanian, Petani Tebu Harapkan Solusi Nyata

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

SERTIFIKAT TANAH BERUJUNG TANDA TANYA, DANA Rp405 JUTA MILIK WARGA MIJEN BELUM KEMBALI: JANJI PROYEK ATAU SEKADAR PEMANIS?

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:04 WIB

Siap Meledak di Media Sosial? Jangan Lewatkan Workshop “TikTok Creator Revolution” di Yogyakarta!

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:18 WIB

Wali kota Agustina Benahi Stadion TLJ, Siapkan Semarang Jadi Magnet Sport Tourism Jawa Tengah

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:39 WIB

Efek “Plot Twist” Kasus Truk Sumsel: Saling Lapor Jadi Korban, Alamat Perusahaan Diduga Gaib

Berita Terbaru