PERTANYAAN KEPADA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA KAPANKAH INDONESIA BISA MERAIH SURPLUS BERAS

- Kontributor

Jumat, 4 Oktober 2024 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto istimewa Dok PIN

JAKARTA, Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian. Data BPS tahun 2022 mencatat jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) ada sekitar 28,4 juta rumah tangga, sedangkan jumlah rumah tangga petani di Indonesia ada sekitar 27,3 juta rumah tangga. 

Mayoritas rumah tangga petani Indonesia mengusahakan subsektor tanaman pangan sekitar 15,5 juta rumah tangga, diikuti subsektor peternakan sebanyak 12 juta rumah tangga dan subsektor perkebunan sekitar 10,8 juta rumah tangga.

Tak hanya itu, Indonesia juga menyandang status negara maritim dengan kekayaan laut yang melimpah. Jumlah nelayan di Indonesia pada tahun 2022 sekitar 1,27 juta orang, berdasarkan catatan Kementerian Dalam Negeri.

Jumlah nelayan terlindungi di Indonesia pada tahun 2022 sekitar 308.858 orang. Nelayan di Indonesia dikelompokkan menjadi nelayan penggarap dan nelayan juragan (pemilik), berdasarkan kepemilikan sarana penangkapan ikan. Pada tahun 2019, Indonesia merupakan produsen ikan terbesar kedua di dunia, dengan produksi lebih dari 5 juta metrik ton.

READ  KLARIFIKASI DUGAAN PENGANIAYAAN JUKIR DI DEPAN PASAR BINTORO

Beberapa faktor yang membuat pemerintah harus impor beras

Rencana pemerintah tahun 2024 akan memberikan tugas kepada Perum Bulog untuk mengimpor beras sebanyak 3,6 juta ton. Jika kita perhatikan data sejak 10 tahun terakhir, impor beras tahun 2023 adalah yang terbesar sebanyak 3 juta ton.

Saat ini kebijakan pemerintah untuk melakukan impor beras tidak bisa dihindari karena pemerintah perlu memastikan tentang cadangan beras nasional termasuk juga untuk menjaga stabilitas harga beras.

Faktor utama yang membuat pemerintah harus mengimpor beras adalah adanya penurunan produksi beras di dalam negeri karena berkurangnya luas lahan persawahan dan semakin meningkatnya jumlah konsumsi beras karena bertambahnya jumlah penduduk.

Ide, gagasan dan strategi pemerintah meraih surplus beras

Pertanyaan sekarang adalah apakah dengan status Indonesia sebagai negara agraris dan negara maritim sudah membuat para petani dan nelayan menjadi lebih baik hidupnya dan sejahtera ? Dan apakah dengan status Indonesia sebagai negara agraris sudah mampu memproduksi beras untuk kebutuhan seluruh rakyat Indonesia ?

READ  TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  

Jika berbicara pertanian, ada hal yang tidak bisa dipisahkan, yaitu apa luas lahan pertanian dan jumlah pelaku taninya. Jumlah pelaku tani di Indonesia ada sekitar 27,3 juta rumah tangga.

Ide dan gagasan yang menjadi perhatian dan sebuah pertimbangan buat pemerintah adalah membuat perencanaan dan kajian agar mengeluarkan sebuah kebijakan tentang pemberian lahan pertanian kepada petani. Saat ini rata-rata kepemilikan lahan pertanian menurut data BPS, mayoritas petani memiliki luas lahan pertanian kurang dari 0,5 hektar, termasuk juga banyaknya jumlah petani tidak memiliki lahan, hanya sebagai petani penggarap saja.

Pemerintah perlu membuat kebijakan pemberian lahan pertanian kepada petani, tanpa harus membangun irigasi terlebih dahulu, ada varietas padi gogo yang bisa ditanam di lahan kering. Jika diberikan ke petani lahan pertanian seluas 1 juta hektare maka dengan semangat gotong royong, semua petani serentak menanam padi gogo, bisa diprediksi akan menghasilkan panen gabah sekitar 6 sampai 8 juta ton per tahun. 

READ  Kuasa Hukum Soroti Penanganan Kasus oleh Unit III Satreskrim Polres Batang, Pertanyakan Penerapan Perkapolri No. 8 Tahun 2021!

Jika gabah sekitar 6 sampai 8 juta ton diproses menjadi beras akan menghasilkan sekitar 2,5 sampai 4 juta ton beras. Dengan produksi sebanyak 2,5 sampai 4 juta ton beras maka kebutuhan beras impor untuk tahun selanjutnya bisa diproduksi di dalam negeri, pemerintah tidak perlu lagi melakukan impor beras, bahkan Indonesia berpotensi menjadi negara lumbung beras dunia.

Dengan satu kebijakan pemerintah bisa meraih surplus beras sesuai dengan cita-cita Pak Prabowo Subianto agar Indonesia menjadi lumbung beras dunia seperti negara India yang saat ini sudah menguasai beras global sekitar 39 persen

Penulis :Tonny Saritua Purba, SP.                                                            Pengamat Politik Pertanian

PT. Portal Indonesia News Grup

Berita Terkait

DEBT COLLECTOR “MATA ELANG” BERLIKU DI JALAN SALATIGA-SEMARANG! Penarikan Paksa kendaraan bermotor maupun mobil, ELBEHA Barometer Desak Aparat Bertindak Tegas  
Memanas! Dilaporkan di Dua Polres, Eks DPRD Temanggung dalam Peristiwa Karaoke Bandungan Pasrah dan Siap Laporan Balik Dugaan Pemerasan
Polres Salatiga Gelar Latihan Kontinjensi, Tampilkan Kesiapsiagaan Hadapi Gangguan Kamtibmas di Hadapan Forkopimda
DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala
TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  
SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!
GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH
Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:56 WIB

DEBT COLLECTOR “MATA ELANG” BERLIKU DI JALAN SALATIGA-SEMARANG! Penarikan Paksa kendaraan bermotor maupun mobil, ELBEHA Barometer Desak Aparat Bertindak Tegas  

Jumat, 24 April 2026 - 13:33 WIB

Memanas! Dilaporkan di Dua Polres, Eks DPRD Temanggung dalam Peristiwa Karaoke Bandungan Pasrah dan Siap Laporan Balik Dugaan Pemerasan

Jumat, 24 April 2026 - 03:20 WIB

Polres Salatiga Gelar Latihan Kontinjensi, Tampilkan Kesiapsiagaan Hadapi Gangguan Kamtibmas di Hadapan Forkopimda

Kamis, 23 April 2026 - 08:11 WIB

DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala

Rabu, 22 April 2026 - 18:13 WIB

SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!

Rabu, 22 April 2026 - 14:12 WIB

GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH

Rabu, 22 April 2026 - 08:15 WIB

Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  

Senin, 20 April 2026 - 13:57 WIB

MAKAM KRAMAT DI BANTARAN SUNGAI: DPD IWOI Kota Semarang Ajukan Izin Bangun untuk Lestarikan Budaya dan Dorong Pariwisata

Berita Terbaru