BANYUMAS | PortalIndonesiaNews.Net — Penutupan kios pupuk subsidi di Desa Banjarparakan sejak akhir tahun 2025 hingga kini menyisakan keresahan mendalam di kalangan petani. Hingga awal 2026, kios tersebut masih kosong, memaksa petani menebus pupuk subsidi ke desa lain yang jaraknya cukup jauh dan berisiko.
Kondisi ini dikeluhkan sejumlah petani karena tingginya biaya operasional serta bahaya di perjalanan. Jalur yang harus dilalui dikenal padat lalu lintas, terutama kendaraan besar seperti bus antarkota, sehingga membahayakan keselamatan petani yang membawa pupuk.
Hartono, Ketua Gapoktan Karyo Mulyo Desa Banjarparakan yang membawahi empat kelompok tani, menyampaikan harapannya agar kios pupuk subsidi segera dibuka kembali di desanya.
“Kami sangat berharap kios pupuk subsidi kembali ada di Desa Banjarparakan. Pengambilan ke desa lain terlalu jauh, biaya dan waktu jadi besar. Apalagi sebentar lagi memasuki musim panen dan kemungkinan masa tanam akhir Maret,” ungkap Hartono.
Keluhan serupa juga disampaikan Sukamto, Ketua Kelompok Tani Karyo Mulyo 2. Ia bahkan menyatakan kesiapannya membantu sementara dengan menebus pupuk subsidi dari kios desa lain demi meringankan beban petani Banjarparakan.
“Kalau memang kios di desa kami belum dibuka, saya siap membantu menebus pupuk subsidi dari kios lain agar petani tidak terlalu jauh. Asal petani setuju, saya siap membantu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banjarparakan, Budi Widianto, SE, saat ditemui di ruang kerjanya menegaskan bahwa pemerintah desa sebenarnya telah berupaya sebelum kios tersebut ditutup.
“Kami dari pemerintah desa sudah lebih dulu mengurus izin kios pupuk subsidi. Rencananya bisa melalui Koperasi Merah Putih atau BUMDes, tinggal dipilih mana yang paling baik,” jelasnya.
Ia menegaskan komitmen pemerintah desa agar distribusi pupuk subsidi kembali melalui desa demi memudahkan petani.
“Kami berkomitmen pupuk subsidi harus mudah diakses petani. Presiden Prabowo menekankan swasembada pangan, maka pupuk sebagai faktor utama produksi mestinya mudah didapatkan petani,” pungkasnya.
Kini, petani Banjarparakan hanya bisa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terkait agar kios pupuk subsidi segera beroperasi kembali. Ketersediaan pupuk yang dekat, aman, dan terjangkau dinilai menjadi kunci keberlanjutan pertanian dan ketahanan pangan desa.
Laporan: Afison Manik






