KAB. SEMARANG | PortalindonesiaNews.Net – Pembangunan infrastruktur ekonomi pedesaan melalui Gudang dan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Januari 2026, progres fisik di puluhan titik strategis dilaporkan telah mencapai angka 60 persen, bahkan ada yang melampaui 80 persen.
Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga, Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes, mengungkapkan bahwa proyek besar ini menargetkan total 258 desa dan kelurahan. Rinciannya mencakup 208 desa dan 27 kelurahan di Kabupaten Semarang, serta 23 kelurahan di Kota Salatiga.
“Saat ini, dari total target tersebut, sebanyak 200 titik sudah mulai dibangun. Sebanyak 193 titik berlokasi di Kabupaten Semarang dan 7 titik di Kota Salatiga. Sementara 58 titik lainnya masih dalam tahap persiapan,” ujar Letkol Inf Guvta Koedoes, Sabtu (17/1/2026).
Perkembangan Signifikan di Sejumlah Titik
Data lapangan mencatat perkembangan signifikan pada 20 titik proyek yang progresnya telah melampaui 60 persen. Beberapa wilayah tersebut meliputi Desa Kawengan, Batur, Bergas Kidul, Wonorejo, Gentan, Candirejo, Kalisidi, Keji, Plumutan, Sraten, Ngadirejo, Kebon Agung, Nogosaren, Wates, Sumogawe, Samirono, Sidoharjo, Siwal, dan Klepu.
Bahkan, progres paling pesat dilaporkan terjadi di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat. “Informasi untuk KDMP Desa Kalisidi, saat ini progresnya sudah menyentuh angka 80 persen lebih dan terus dimatangkan,” tambahnya.
Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan Warga
Pembangunan ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membawa dampak sosial instan bagi masyarakat. Kepala Desa Klepu, Djoko Purnomo, menyatakan bahwa di wilayahnya pembangunan telah mencapai 60 persen dan telah menyerap tenaga kerja lokal.
“Dampak positif yang paling nyata adalah adanya penyerapan tenaga kerja dari warga setempat serta upaya pemberdayaan masyarakat desa,” kata Djoko. Ia menegaskan bahwa keterlibatan warga lokal adalah komitmen agar proyek ini menjadi stimulan ekonomi sejak masa konstruksi.
Terkait potensi dampak negatif, Djoko memastikan kondisi di lapangan tetap kondusif. “Hingga saat ini belum ada dampak negatif. Kami terus melakukan pengawasan agar pembangunan berjalan lancar tanpa merugikan lingkungan maupun aktivitas warga,” imbuhnya.
Visi Ketahanan Pangan
Gudang dan Gerai KDKMP diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya dalam memperkuat rantai pasok distribusi komoditas dari desa ke kota. Kodim 0714/Salatiga bersama instansi terkait terus melakukan monitoring intensif untuk memastikan seluruh titik selesai sesuai target guna mendukung ketahanan pangan dan penguatan struktur ekonomi perdesaan secara berkelanjutan.
(Laporan: Iskandar)






