Menu MBG TK di Bergas Diduga Tak Layak Konsumsi: Buah Busuk dan Roti Berbau Ditemukan

Avatar photo

- Kontributor

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto :Ketua Pencegahan Korupsi & Pungli (PKP) Jawa Tengah dan DIY, H. Suyana Hadi P, turut menyoroti persoalan tersebut

Foto :Ketua Pencegahan Korupsi & Pungli (PKP) Jawa Tengah dan DIY, H. Suyana Hadi P, turut menyoroti persoalan tersebut

SEMARANG | PortalindonesiaNews.Net– Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Semarang menjadi sorotan publik setelah sejumlah orang tua siswa TK Pelita Pancasila, Kecamatan Bergas, mengeluhkan kualitas makanan yang dibagikan diduga tidak layak konsumsi.

Keluhan muncul pada pembagian makanan hari Jumat (27/2/2026), ketika wali murid menemukan komponen menu dalam kondisi memprihatinkan. Makanan yang seharusnya menunjang kebutuhan gizi anak usia dini justru ditemukan rusak – pisang masih mentah di bagian dalam, jeruk membusuk, dan roti mengeluarkan bau tidak sedap.

Salah satu wali murid yang menggunakan nama samaran Paijo mengaku kecewa dengan lemahnya pengawasan pada program yang menggunakan anggaran negara. “Programnya sebenarnya bagus, tapi kualitas makanannya sangat disayangkan. Seharusnya ada pengawasan ketat supaya anggaran tidak mubazir dan anak-anak tetap aman,” ujarnya.

READ  Pemkab Samosir Menjelang Nataru Pantau Ketersediaan & Keterjangkauan Harga Bapokting

Sekolah Akui Sudah Berulang Kali Memberi Teguran

Pihak sekolah membenarkan temuan tersebut. Seorang guru TK Pelita Pancasila mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah beberapa kali mengingatkan vendor penyedia makanan agar lebih selektif dalam memilih bahan pangan.

“Sasaran program MBG adalah anak usia 4–5 tahun yang rentan terhadap gangguan kesehatan, sehingga standar kelayakan makanan seharusnya menjadi prioritas utama. Kami sudah sering mengingatkan, namun kenyataannya masih ada yang tidak pantas dikonsumsi dan kami khawatir dampaknya terhadap kesehatan anak-anak,” katanya.

READ  Presiden Jokowi Resmi Membuka Sesi Joint Leaders KTT dan Forum Indonesia-Afrika di Bali

PKP Jateng–DIY Soroti Dugaan Pengelolaan Dapur MBG

Ketua Pencegahan Korupsi & Pungli (PKP) Jawa Tengah dan DIY, H. Suyana Hadi P, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia menyatakan pihaknya telah berulang kali mengirim surat kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan menyampaikan tembusan laporan kepada Presiden RI terkait dugaan pengelolaan dapur MBG yang tidak tepat.

“Kami sangat prihatin karena pengelolaan dapur MBG diduga sering melakukan kecurangan yang berdampak langsung pada kesehatan anak bangsa. Kami sudah bersurat ke BGN dan Presiden, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan,” ujar Suyana saat ditemui di kantornya, Sabtu (28/2/2026).

READ  Tutut Soeharto Gugat Menteri Keuangan, Publik Bertanya Ada Apa di Balik Langkah Hukum Ini?

Tujuan Mulia Program Dipertanyakan

Program MBG dirancang pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak dan menekan angka stunting nasional. Namun temuan di lapangan memunculkan pertanyaan serius terkait standar operasional prosedur (SOP) distribusi makanan, pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta tanggung jawab pihak penyedia bahan pangan.

Sejumlah wali murid berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh agar tujuan mulia program tidak berubah menjadi ancaman kesehatan bagi peserta didik usia dini.

READ  Kejari Panggil Kembali Kades Terkait Penyidikan Dugaan Korupsi 386 Mobil Siaga, Berkas Perkara Di-Split

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyedia makanan maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi atas keluhan tersebut.

Laporan : iskandar

Berita Terkait

BUNGO PASIRO” DI SILAYUR! Truk Kontainer Rem “Libur”, Jalan Raya Berubah Jadi Arena “Benturan Massal  
MC “Dinamit” Bikin Suasana Cair, Seniman pun Ikut Bernyanyi!
Kocak tapi Serius! Niat Buang Barang Bukti ke Septiktank, Malah “Dipungut” Petugas Pakai Jasa Sedot WC
TERBONGKAR! Dalih Admin Spa Sleman Dipatahkan Investigasi, Dugaan “Paket ++” Menguat  
Pengawas Proyek SPPG di Bayan Tewas Misterius, Versi Penyebab Bertabrakan  
Bukan Urusan Pidana! Polsek Banyumanik Dituduh Campuri Urusan Internal Perusahaan
BURUH SEKURITI MURKA! Dugaan Upah Tak Sesuai Kontrak hingga BPJS Mandek Gegerkan Pabrik di Tengaran  
Dugaan Intimidasi di Polres Boyolali: Saksi Diperlakukan Seperti Tersangka, Laporan Diduga Dihalangi Oknum Polsek Simo

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 10:45 WIB

BUNGO PASIRO” DI SILAYUR! Truk Kontainer Rem “Libur”, Jalan Raya Berubah Jadi Arena “Benturan Massal  

Minggu, 12 April 2026 - 22:28 WIB

MC “Dinamit” Bikin Suasana Cair, Seniman pun Ikut Bernyanyi!

Minggu, 12 April 2026 - 20:50 WIB

Kocak tapi Serius! Niat Buang Barang Bukti ke Septiktank, Malah “Dipungut” Petugas Pakai Jasa Sedot WC

Jumat, 10 April 2026 - 22:50 WIB

TERBONGKAR! Dalih Admin Spa Sleman Dipatahkan Investigasi, Dugaan “Paket ++” Menguat  

Jumat, 10 April 2026 - 21:40 WIB

Pengawas Proyek SPPG di Bayan Tewas Misterius, Versi Penyebab Bertabrakan  

Rabu, 8 April 2026 - 23:03 WIB

BURUH SEKURITI MURKA! Dugaan Upah Tak Sesuai Kontrak hingga BPJS Mandek Gegerkan Pabrik di Tengaran  

Minggu, 5 April 2026 - 21:52 WIB

Dugaan Intimidasi di Polres Boyolali: Saksi Diperlakukan Seperti Tersangka, Laporan Diduga Dihalangi Oknum Polsek Simo

Minggu, 5 April 2026 - 18:02 WIB

GEMPAR! Band Anak SD Guncang Seminar Nasional di Solo, Bukti Nyata Pendidikan Kreatif Tak Sekadar Teori

Berita Terbaru