
Sementara di Semarang Barat, luapan Sungai Silandak membuat dua titik tanggul di Kelurahan Kembangarum jebol, merendam rumah warga dan memaksa puluhan jiwa mengungsi ke posko darurat. Beberapa wilayah lain seperti Kalibanteng Kulon dan Krapyak juga turut terdampak.
Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara, bencana hidrometeorologi yang melanda semalam paling parah terjadi di Ngaliyan, Tugu, dan Semarang Barat.
“Sejak malam hari, personel kami bersama jajaran polsek telah melakukan patroli, memantau debit air sungai, membantu evakuasi, serta berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait. Saat ini tercatat sejumlah titik banjir akibat luapan sungai, kerusakan infrastruktur, dan dua korban jiwa akibat terseret arus. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera menghubungi kepolisian jika membutuhkan bantuan,” ujar Kompol Riki.
Hingga dini hari Sabtu, tim gabungan Polrestabes Semarang bersama TNI, BPBD, PMI, relawan, dan pemerintah daerah masih terus bertugas di lapangan. Mereka membantu warga membersihkan puing-puing dan material sisa banjir, mengevakuasi barang berharga, serta menyalurkan bantuan logistik. Kehadiran aparat juga difokuskan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang mungkin kembali datang di wilayah rawan bencana Kota Semarang.
Laporan: Yulius






