Di wilayah Polsek Ngaliyan, luapan Sungai Plumbon dan Sungai Silandak menghanyutkan kawasan pemukiman. Di Kelurahan Wonosari, Perumahan Mangkang Indah di RW 01, RW 02, dan RW 03 terendam banjir dengan tinggi air berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter.
Sementara di Kelurahan Ngaliyan sendiri, cuaca ekstrem menimbulkan deretan insiden: sepeda motor terseret arus di kawasan industri Candi, baliho puskesmas ambruk dan menimpa kendaraan, talud lapangan roboh, tebing di Jalan Panembahan Senopati longsor, atap sekolah MI Baitul Huda terlempar angin, banjir mengguyur Kampung Klampisan, hingga beberapa titik talud sungai dan jalan lingkungan juga mengalami longsor.
Kondisi serupa juga menggempur Kelurahan Purwoyoso. Luapan Sungai Silandak menyebabkan banjir di beberapa RT dan menyeret sejumlah kendaraan roda dua. Dari lokasi ini, petugas menemukan seorang korban perempuan tanpa identitas yang diduga terseret arus banjir. Setelah dilakukan proses identifikasi, korban diketahui sebagai Wanita Kurnia SM (22), warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara. Ia tengah dalam perjalanan ke tempat kerja di kawasan Candi, Kecamatan Ngaliyan, sebelum terjebak derasnya arus banjir. Setelah tim Inafis menyelesaikan olah TKP, jenazah korban dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
Di Kecamatan Tugu, tepatnya Kelurahan Mangkang Kulon, tanggul Sungai Plumbon jebol sepanjang kurang lebih 48 meter, menyebabkan banjir merembes ke permukiman warga. Dalam kejadian ini, seorang warga lansia bernama Mbah Maryam (71) dilaporkan hilang setelah terseret arus. Hingga malam hari, tim gabungan TNI-Polri, SAR, PMI, BPBD, dan relawan masih giat melakukan pencarian.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






