Pelanggan Kritik JNE Salatiga: Tidak Profesional dalam Menangani Pengiriman Barang

- Kontributor

Jumat, 30 Agustus 2024 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : JNE Cabang salatiga


PortalindonesiaNews.Net
_Salatiga – JNE Salatiga menghadapi tuduhan tidak profesional dari seorang pelanggan setelah mengalami masalah dalam pengiriman barang yang dianggap bermasalah. Seorang warga Pongangan Samirono yang membeli dupa seberat 1 kg melalui toko online Lazada merasa dirugikan karena tidak menerima paketnya, meskipun dalam sistem Lazada tercatat bahwa barang telah diterima.

Setelah pelanggan melakukan pelacakan, penjual mengonfirmasi bahwa barang telah dikirim. Namun, pelanggan melaporkan bahwa dia tidak menerima paket tersebut, sehingga mengajukan komplain melalui aplikasi Lazada. Pada 30 Agustus 2024, JNE Salatiga menghubungi pelanggan dan mengklaim bahwa paket tersebut telah ditolak oleh pembeli. Namun, pelanggan membantah klaim ini karena tidak ada kurir JNE yang datang ke rumahnya.

Pelanggan yang merasa dirugikan kemudian meminta bukti berupa foto atau dokumentasi dari JNE terkait klaim tersebut. Bahkan, pelanggan telah memeriksa rekaman CCTV dan memastikan tidak ada kurir JNE yang datang pada hari yang disebutkan. Dalam laporan JNE kepada Lazada, disebutkan bahwa paket telah diterima oleh seseorang yang bukan pelanggan, tetapi anehnya JNE Salatiga tetap mengklaim bahwa barang tersebut telah ditolak oleh pembeli.

READ  Geger Buleleng! Kasus Mafia Tanah Batu Ampar Bongkar Nama Besar, Polisi Dinilai Tumpul ke Atas

Pelanggan merasa sangat geram dengan situasi ini dan meminta agar pihak JNE, terutama kurir yang bertanggung jawab, datang ke rumahnya untuk memberikan penjelasan dan bukti penolakan. Jika JNE tidak dapat memberikan bukti penolakan yang sah, pelanggan menyatakan bahwa kredibilitas JNE sebagai perusahaan ekspedisi patut dipertanyakan.

Pelanggan juga mengkritik JNE Salatiga karena tidak melakukan konfirmasi langsung  melui nomor whatsapp yang tertera kepada penerima sebelum mengklaim bahwa barang telah diterima atau ditolak, seperti yang biasanya dilakukan oleh perusahaan ekspedisi lainnya.

READ  Momentum Kebangkitan! HUT ke-19 Partai Hanura di SM Tower Jadi Sinyal Kuat Rebut Kursi Legislatif 2029

Dengan kejadian ini, pelanggan menyimpulkan bahwa JNE Salatiga sangat tidak profesional dalam menjalankan bisnis pengiriman dan berharap agar JNE lebih bertanggung jawab serta transparan dalam menangani pengiriman barang di masa mendatang.

Redaksi. 

PT. Portal Indonesia News Grup

Berita Terkait

FAKTA BARU TERBONGKAR: Judi Sambung Ayam Skala Besar di Gembol Terendus, Dadu “Klotok” Jalan, Penjudi Datang dari Luar Provinsi  
ketua DPD Hanura Jateng dapat anugrah Tokoh Prestasi Nusantara 2026
Diduga Kebal Hukum, Judi Dadu Skala Besar di Gembol Bawen Terus Beroperasi, Meski Pemerintah Gencar Berantas Perjudian  
Putus Mata Rantai Tengkulak! Polri Kawal Modal KUR dan Serapan Bulog demi Kesejahteraan Petani Jagung  
KOMITMEN BERSAMA CALON KETUA DPD PARTAI HANURA DIY PERIODE 2025-2030
PENSIL PATAH, NYAWA MELAYANG, Tragedi Kemiskinan di NTT
Swasembada Pangan vs Realita Desa: Kios Pupuk Subsidi Banjarparakan Tutup Berbulan-bulan
DILAPORKAN KE POLDA JABAR, DUGAAN PEMALSUAN DOKUMEN & PENYALAHGUNAAN JABATAN PENYIDIK JADI SOROTAN PUBLIK  

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:00 WIB

FAKTA BARU TERBONGKAR: Judi Sambung Ayam Skala Besar di Gembol Terendus, Dadu “Klotok” Jalan, Penjudi Datang dari Luar Provinsi  

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:32 WIB

ketua DPD Hanura Jateng dapat anugrah Tokoh Prestasi Nusantara 2026

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:41 WIB

Diduga Kebal Hukum, Judi Dadu Skala Besar di Gembol Bawen Terus Beroperasi, Meski Pemerintah Gencar Berantas Perjudian  

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:00 WIB

Putus Mata Rantai Tengkulak! Polri Kawal Modal KUR dan Serapan Bulog demi Kesejahteraan Petani Jagung  

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:05 WIB

PENSIL PATAH, NYAWA MELAYANG, Tragedi Kemiskinan di NTT

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:10 WIB

Swasembada Pangan vs Realita Desa: Kios Pupuk Subsidi Banjarparakan Tutup Berbulan-bulan

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:52 WIB

DILAPORKAN KE POLDA JABAR, DUGAAN PEMALSUAN DOKUMEN & PENYALAHGUNAAN JABATAN PENYIDIK JADI SOROTAN PUBLIK  

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:02 WIB

Alasan Kesehatan atau Alibi Politik? Mundurnya Anggota DPRD Salatiga dari PKS Tinggalkan Tanda Tanya, Benarkah Terkait Masalah KSP Jaya Eka Sakti?  

Berita Terbaru