JAKARTA | PortalindonesiaNews.Net – Publik kembali dikejutkan oleh langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memanggil pengusaha rokok ternama, Muhammad Suryo, dalam pusaran kasus dugaan suap dan gratifikasi di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.02/04/2026
Pemanggilan bos rokok merek HS itu bukan sekadar pemeriksaan biasa. KPK menduga adanya praktik sistematis yang melibatkan pengusaha dan pejabat internal Bea dan Cukai untuk “mengakali” pembayaran cukai rokok, sebuah sektor yang selama ini menjadi salah satu penyumbang besar penerimaan negara.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK bersama dua saksi lainnya dari pihak swasta. Namun, materi pemeriksaan masih dirahasiakan dan akan diungkap setelah proses selesai.
Modus Lama, Kerugian Baru
Dari hasil penelusuran awal, penyidik KPK mengendus modus yang terbilang klasik namun berdampak besar, yakni pembelian pita cukai dengan tarif lebih rendah dalam jumlah besar, meski produksi dilakukan menggunakan mesin yang seharusnya dikenakan tarif lebih tinggi.
Jika dugaan ini terbukti, praktik tersebut bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi berpotensi menjadi kejahatan terstruktur yang merugikan keuangan negara dalam skala besar.
Jaringan Terbongkar, Pejabat Sudah Tersangka
Kasus ini bukan berdiri sendiri. Sebelumnya, KPK telah menetapkan sejumlah pejabat Bea dan Cukai sebagai tersangka, termasuk Budiman Bayu Prasojo, Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC.
Tak hanya itu, operasi tangkap tangan (OTT) pada Februari 2026 juga menyeret nama-nama besar lain di lingkungan DJBC dan pihak swasta. Mereka diduga bersekongkol mengatur jalur importasi serta memanipulasi prosedur kepabeanan.
Sorotan Tajam Publik
Kasus ini langsung menyedot perhatian luas masyarakat. Banyak pihak menilai praktik ini sebagai bentuk “pengkhianatan terhadap negara”, mengingat sektor cukai rokok selama ini menjadi tulang punggung penerimaan negara.
Pengamat ekonomi menyebut, jika benar terjadi manipulasi cukai secara masif, maka dampaknya bukan hanya pada penerimaan negara, tetapi juga menciptakan ketidakadilan bagi pelaku usaha yang taat aturan.
KPK Didorong Bongkar Hingga Akar
Desakan publik kini menguat agar KPK tidak berhenti pada level pelaku lapangan. Masyarakat meminta agar lembaga antirasuah itu mengusut hingga ke aktor intelektual dan jaringan utama, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak berpengaruh di balik layar.
Kasus ini pun berpotensi menjadi salah satu skandal cukai terbesar dalam beberapa tahun terakhir, yang bisa membuka tabir gelap praktik “main mata” antara pengusaha dan aparat.
Apakah ini hanya puncak gunung es? Atau awal dari terbongkarnya jaringan besar mafia cukai di Indonesia? Publik menunggu langkah berani KPK berikutnya.
Hingga berita ini diturunkan, juru bicara menyampaikan bahwa Suryo mangkir dari panggilan KPK tanpa penjelasan yang jelas.
Laporan : iskandar






