KTT di Bali, 2 September 2024: Forum Internasional dengan Sebelas Negara

- Kontributor

Senin, 2 September 2024 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PortalindonesiaNews.net _ Bali, 2 September 2024 – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang berlangsung di Bali pada tanggal 2 September 2024 dihadiri oleh para pemimpin dari sebelas negara. Acara ini merupakan salah satu pertemuan internasional penting yang mempertemukan kepala negara dari berbagai belahan dunia untuk mendiskusikan isu-isu global dan memperkuat kerja sama internasional. KTT ini menampilkan diskusi strategis mengenai berbagai topik, termasuk perubahan iklim, perdagangan global, dan keamanan regional. Para pemimpin yang hadir sepakat untuk meningkatkan kolaborasi dalam mengatasi tantangan-tantangan global dan memperkuat hubungan antarnegara.

Sebelas negara yang hadir dalam KTT di Bali adalah:

1. Amerika Serikat – Presiden Joe Biden

2. Prancis – Presiden Emmanuel Macron

3. Brasil – Presiden Luiz Inácio Lula da Silva

4. Jerman – Kanselir Olaf Scholz

5. Jepang – Perdana Menteri Fumio Kishida

READ  VIRAL! Dugaan Perundungan Brutal di MTs Muhammadiyah 02 Purbalingga, Keluarga Korban Lapor Polisi

6. Korea Selatan – Presiden Yoon Suk-yeol

7. Australia – Perdana Menteri Anthony Albanese

8. India – Perdana Menteri Narendra Modi

9. Inggris – Perdana Menteri Rishi Sunak

10. China – Presiden Xi Jinping

11. Kanada – Perdana Menteri Justin Trudeau

Di samping KTT, Presiden Joko Widodo juga mengadakan serangkaian pertemuan bilateral dengan para pemimpin dari beberapa negara yang hadir. Pertemuan ini merupakan bagian dari KTT dan bertujuan untuk mempererat hubungan diplomatik serta memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis.

1. Pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden

Presiden Jokowi dan Presiden Biden membahas kerja sama strategis di bidang perdagangan, investasi, dan keamanan. Keduanya sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam teknologi canggih dan menghadapi tantangan global bersama.

2. Pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron

READ  DPD NasDem Blora Soroti Pemberitaan Majalah Tempo, Desak Klarifikasi Terbuka

Presiden Jokowi dan Presiden Macron mendiskusikan kolaborasi dalam perubahan iklim dan energi terbarukan. Macron menyambut baik upaya Indonesia dalam keberlanjutan lingkungan dan menawarkan dukungan teknis serta investasi untuk proyek-proyek hijau di Indonesia.

3. Pertemuan dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva

Diskusi antara Presiden Jokowi dan Presiden Lula berfokus pada pengelolaan sumber daya alam dan perlindungan hutan. Keduanya menegaskan komitmen untuk bekerja sama dalam praktik pertanian berkelanjutan dan manajemen hutan.

4. Pertemuan dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz

Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi dan Kanselir Scholz membahas peluang investasi dan kerja sama di sektor industri, termasuk teknologi dan pendidikan. Jerman berkomitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi dan mendukung proyek pembangunan di Indonesia.

5. Pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida 

Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Kishida menyoroti pentingnya kemitraan di sektor infrastruktur dan teknologi. Jepang menyatakan dukungan untuk investasi dalam proyek-proyek pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

READ  Pria Tegap Ancam Culik Seseorang di Tengah Kerumunan Usai Atta dan Aurel Keluar dari Polres Jaksel

6. Pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol

Diskusi antara Presiden Jokowi dan Presiden Yoon membahas kerja sama dalam teknologi informasi dan industri. Korea Selatan menawarkan dukungan untuk pengembangan teknologi dan investasi di sektor-sektor strategis di Indonesia.

7. Pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese 

Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Albanese berfokus pada kerja sama di bidang pendidikan dan pertahanan. Kedua negara sepakat untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan kolaborasi di berbagai bidang.

Pertemuan bilateral ini bertujuan untuk mempererat hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara mitra serta memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis.

Laporan : dealova

PT. Portal Indonesia News Grup

Berita Terkait

Mega Skandal MBG Menggelinding, Masyarakat Minta Tangan Kanan Pengambil Kebijakan Ikut Diperiksa
CSSMoRA UIN WALISONGO SEMARANG, Mengajak Warga Semarang Khususnya Para Mahasiswa untuk sama-sama Peduli terhadap Pelestarian Lingkungan
Menjaminkan Sertipikat Tanah & BPKB tanpa Surat Kuasa dan Perjanjian, lalu dipinjamkan lagi: Adalah Melanggar Hukum Sesuai dengan KUHP Baru
TRAGIS!! Bilqis (11) Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Warga Sragen Geram dan Berduka
15 Ahli Waris Bersatu Beri Kuasa Khusus ke GNPK-RI Jateng, Sengketa Tanah Lama Kembali Mengemuka
KARMUBIT TERPILIH AKLAMASI! Hanura Batang Pasang Target Besar: Tambah Kursi DPRD hingga Tembus DPR RI
Menjelang HUT ke 80 POMAD Denpom IV/5 SEMARANG Pererat Silaturahmi dengan Sesepuh
Ketua PKP Jateng-DIY Soroti Tata Kelola MBG di Jawa Tengah, Desak BGN Respons Cepat Aduan Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:51 WIB

Mega Skandal MBG Menggelinding, Masyarakat Minta Tangan Kanan Pengambil Kebijakan Ikut Diperiksa

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:30 WIB

CSSMoRA UIN WALISONGO SEMARANG, Mengajak Warga Semarang Khususnya Para Mahasiswa untuk sama-sama Peduli terhadap Pelestarian Lingkungan

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:39 WIB

Menjaminkan Sertipikat Tanah & BPKB tanpa Surat Kuasa dan Perjanjian, lalu dipinjamkan lagi: Adalah Melanggar Hukum Sesuai dengan KUHP Baru

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:15 WIB

TRAGIS!! Bilqis (11) Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Warga Sragen Geram dan Berduka

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:51 WIB

15 Ahli Waris Bersatu Beri Kuasa Khusus ke GNPK-RI Jateng, Sengketa Tanah Lama Kembali Mengemuka

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:55 WIB

Menjelang HUT ke 80 POMAD Denpom IV/5 SEMARANG Pererat Silaturahmi dengan Sesepuh

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:23 WIB

Ketua PKP Jateng-DIY Soroti Tata Kelola MBG di Jawa Tengah, Desak BGN Respons Cepat Aduan Masyarakat

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:59 WIB

Dinilai Gagal Memimpin dan Lemah Pengawasan, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hidayana Dicopot

Berita Terbaru