GEMPAR! Band Anak SD Guncang Seminar Nasional di Solo, Bukti Nyata Pendidikan Kreatif Tak Sekadar Teori

Avatar photo

- Kontributor

Minggu, 5 April 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Penampilan Anak SD yang megemparkan Pangung di acara Seminar di Solo

Foto : Penampilan Anak SD yang megemparkan Pangung di acara Seminar di Solo

SOLO | PortalindonesiaNews.Net – Suasana formal sebuah Seminar Nasional mendadak berubah menjadi panggung energi tinggi yang memukau. Ratusan peserta dibuat terpukau saat Eskidro Band, grup musik yang seluruh personelnya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), tampil memukau di Hotel Sahid Jaya Solo, Kamis (2/4/2026).

Tidak tanggung-tanggung, sekitar 350 peserta yang terdiri dari mahasiswa calon guru dibuat terdiam kagum, lalu bergemuruh memberikan tepuk tangan meriah. Penampilan anak-anak berbakat dari SDN Lamper Kidul 02 Semarang ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan menjadi bukti nyata dan “tamparan halus” bagi dunia pendidikan yang selama ini kerap terjebak dalam rutinitas akademik yang kaku.

READ  Meriah Karnaval HUT RI Ke 78 di Kecamatan Bandungan

Pendidikan Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman

Seminar yang bertajuk “Penguatan Prestasi dan Pengembangan Diri Mahasiswa PGSD sebagai Pondasi Lahirnya Guru Hebat dan Profesional di Abad 21” ini menghadirkan narasumber inspiratif, Galih Suci Pratama, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Lamper Kidul 02 Semarang.

READ  KOMITMEN BERSAMA CALON KETUA DPD PARTAI HANURA DIY PERIODE 2025-2030

Dalam pemaparannya, Galih menegaskan bahwa dunia pendidikan masa kini tidak lagi cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik semata.
“Guru masa depan harus berani keluar dari zona nyaman. Prestasi tidak hanya soal nilai di atas kertas, tapi bagaimana membentuk karakter, kreativitas, dan keberanian siswa untuk tampil,” tegasnya di hadapan ratusan calon pendidik.

Eskidro Band: Bukti Hidup Inovasi Pendidikan
Apa yang disampaikan Galih bukan sekadar teori kosong. Eskidro Band hadir sebagai bukti hidup bahwa pembinaan yang tepat mampu melahirkan potensi luar biasa sejak dini.

Dengan membawakan alat musik lengkap dan penampilan yang penuh percaya diri layaknya musisi profesional, mereka membuktikan bahwa anak SD pun mampu menghibur dan menginspirasi banyak orang.

READ  Viral: Pengakuan Mantan ASN Boyolali Pensiun Dini Karena Tekanan Politik PDI-P

Fenomena ini sontak memicu diskusi hangat. Banyak peserta mulai merenung dan mempertanyakan: Apakah sistem pendidikan saat ini sudah benar-benar memberi ruang yang cukup bagi kreativitas siswa?
READ  Kasus Pengeroyokan Muhamat Ruin Mandek, Publik Pertanyakan Profesionalisme Polres Blora

Apresiasi Tinggi dan Kerja Sama Strategis
Dekan FKIP Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Sri Handayani, S.Pd., M.Hum., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dilakukan. Ia menilai kehadiran praktisi pendidikan seperti Galih menjadi angin segar di tengah kebutuhan akan metode pembelajaran baru.
READ  Nasdem Desak DPR Stop Gaji Sahroni dan Nafa Urbach, Publik Tagih Ketegasan, Bukan Setengah Hati

Momen berharga juga tercipta melalui penguatan kerja sama antara Unisri dan SDN Lamper Kidul 02. Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan nyata yang menyatukan teori di kampus dengan praktik di lapangan, mengisi kekurangan yang selama ini sering terjadi dalam dunia pendidikan.
READ  Asap Ilegal Semakin Ngebul Usai Sosialisasi Polsek Babat Supat: Aktivis Curiga Ada ‘Koordinasi Terselubung’

Pesan Kuas untuk Masa Depan

Seminar ini akhirnya bertransformasi menjadi forum refleksi besar. Bahwa masa depan pendidikan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian para guru untuk berinovasi dan tidak takut berbeda.

Di tengah gemuruh tepuk tangan untuk penampilan luar biasa Eskidro Band, satu pesan kuat menggema jelas: Potensi besar anak-anak Indonesia tidak boleh lagi dibatasi oleh cara belajar yang kaku.

Laporan: Saribun

Berita Terkait

Dugaan Intimidasi di Polres Boyolali: Saksi Diperlakukan Seperti Tersangka, Laporan Diduga Dihalangi Oknum Polsek Simo
Momen Langka! Kapolrestabes Semarang Lama dan Baru Bersatu, Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Wali Kota Turut Hadir  
Bongkar Kejahatan Subsidi! Mafia Gas di Karanganyar Raup Omzet Miliaran, Isi Tabung Dikerok, Warga Jadi Korban  
KPK Seret Bos Rokok ke Pusaran Suap Bea Cukai: Skandal Diduga Rugikan Negara, Publik Tersentak  
Danrem 073/Mkt Gelar Coffee Morning, Satukan Persepsi Tokoh Agama, Masyarakat, dan Akademisi Jaga Kamtibmas
ORONG-ORONG SERANG KEJARI: KASUS RP5,3 MILAR DIPULANGKAN, TAPI TINDAK PIDANA TAK BOLEH MATI!
Sidang Farhan Lie Disorot Keras: Praperadilan Dikesampingkan, Proses Hukum Dinilai Cacat Prinsip
Semarang Memanas! Investor BLN Serukan Keadilan Restoratif, Tolak Langkah Represif

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 21:52 WIB

Dugaan Intimidasi di Polres Boyolali: Saksi Diperlakukan Seperti Tersangka, Laporan Diduga Dihalangi Oknum Polsek Simo

Minggu, 5 April 2026 - 18:02 WIB

GEMPAR! Band Anak SD Guncang Seminar Nasional di Solo, Bukti Nyata Pendidikan Kreatif Tak Sekadar Teori

Minggu, 5 April 2026 - 16:42 WIB

Momen Langka! Kapolrestabes Semarang Lama dan Baru Bersatu, Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Wali Kota Turut Hadir  

Sabtu, 4 April 2026 - 17:10 WIB

Bongkar Kejahatan Subsidi! Mafia Gas di Karanganyar Raup Omzet Miliaran, Isi Tabung Dikerok, Warga Jadi Korban  

Sabtu, 4 April 2026 - 09:54 WIB

KPK Seret Bos Rokok ke Pusaran Suap Bea Cukai: Skandal Diduga Rugikan Negara, Publik Tersentak  

Kamis, 2 April 2026 - 16:05 WIB

ORONG-ORONG SERANG KEJARI: KASUS RP5,3 MILAR DIPULANGKAN, TAPI TINDAK PIDANA TAK BOLEH MATI!

Kamis, 2 April 2026 - 14:34 WIB

Sidang Farhan Lie Disorot Keras: Praperadilan Dikesampingkan, Proses Hukum Dinilai Cacat Prinsip

Kamis, 2 April 2026 - 08:38 WIB

Semarang Memanas! Investor BLN Serukan Keadilan Restoratif, Tolak Langkah Represif

Berita Terbaru