Bongkar Kejahatan Subsidi! Mafia Gas di Karanganyar Raup Omzet Miliaran, Isi Tabung Dikerok, Warga Jadi Korban  

Avatar photo

- Kontributor

Sabtu, 4 April 2026 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : tumpukan GAS LPG 3Kg Subsidi yang Disalah Gunakan Mafia migas. Yang Merugikan negara dan masarakat

Foto : tumpukan GAS LPG 3Kg Subsidi yang Disalah Gunakan Mafia migas. Yang Merugikan negara dan masarakat

SEMARANG | PortalindonesiaNews.Net – Dugaan praktik mafia gas LPG subsidi yang merugikan negara dan membahayakan nyawa masyarakat berhasil dibongkar oleh Polda Jawa Tengah. Di Kabupaten Karanganyar, polisi mengungkap sindikat yang memindahkan isi gas subsidi 3 kg ke tabung non-subsidi dengan omzet yang mencapai miliaran rupiah setiap bulan.

Kasus ini diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng dan dipaparkan dalam konferensi pers di Mako Ditreskrimsus Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (3/4/2026).

Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Julianto, menjelaskan bahwa aksi penculikan gas subsidi ini terungkap setelah petugas curiga terhadap aktivitas sebuah mobil pikap yang lalu lalang mengangkut tabung dalam jumlah tidak wajar di Jalan Desa Buran, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Kamis (2/4) siang.

READ  Agak Lain! Diminta Kembalikan Mobil Klien, Terduga Pelaku Justru Tantang Dilaporkan ke Polisi

Modus Kejam: Gas Subsidi “Dipindah”, Isi Dikerok

Saat digerebek, petugas terkejut menemukan praktik ilegal yang sangat merugikan. Pelaku tidak hanya mengambil keuntungan dari selisih harga, tapi juga melakukan penipuan massal.

“Mereka memindahkan isi gas LPG subsidi 3 kilogram ke tabung non-subsidi ukuran 12 kg dan 50 kg. Ini jelas penyalahgunaan anggaran negara yang seharusnya untuk rakyat kecil,” tegas Djoko.

Namun kejahatan tidak berhenti di situ. Hasil penimbangan menunjukkan bahwa isi gas yang dimasukkan ke tabung besar tidak pernah penuh. Beratnya selalu dikurangi atau “dikerok” agar pelaku bisa mendapatkan lebih banyak tabung untuk dijual.

“Setelah ditimbang, isi tabung tidak mencapai berat yang seharusnya. Jadi masyarakat beli mahal, tapi dapatnya sedikit. Ini sangat merugikan konsumen,” tegasnya.

READ  KECELAKAAN MAUT BUS ROSALIA INDAH DI TOL BATANG SOPIR DIDUGA MENGANTUK

Bahaya Ledakan Mengintai

Selain merugikan keuangan negara dan kantong masyarakat, cara pengisian yang dilakukan juga sangat berbahaya. Proses pemindahan dilakukan secara asal-asalan tanpa mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan.

“Ini sangat berisiko tinggi menyebabkan kebocoran, kebakaran, hingga ledakan yang bisa memakan korban jiwa. Nyawa masyarakat dipertaruhkan demi keuntungan pribadi,” ujar Djoko dengan tegas.

READ  Mafia Solar “AS dkk” Masih Kebal Hukum di Belawan? Warga Resah, APH Diduga Tutup Mata!

Ratusan Tabung Disita, Dua Pelaku Diamankan

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan dua tersangka berinisial N (36) warga Solo dan NA (31) warga Karanganyar.

Barang bukti yang disita sangat banyak, antara lain:

– 435 tabung LPG 3 kg (subsidi)

– 374 tabung LPG 12 kg

– 11 tabung LPG 50 kg

– Puluhan selang regulator yang dimodifikasi, segel palsu, hingga timbangan curang.

Terancam Penjara 6 Tahun

Kedua pelaku kini diganjal pasal berlapis. Mereka dijerat UU Minyak dan Gas Bumi serta UU Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda hingga Rp500 juta.

READ  PENSIL PATAH, NYAWA MELAYANG, Tragedi Kemiskinan di NTT

Polda Jateng: Warga Waspada Harga Tidak Wajar

Polda Jateng mengimbau masyarakat untuk semakin waspada. Jika menemukan penjualan gas dengan harga yang tidak wajar atau kondisi tabung yang mencurigakan, segera laporkan.

“Kami berkomitmen menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan barang bersubsidi. Jangan biarkan hak rakyat dicuri dan keselamatan masyarakat dikompromikan,” tegas Kombes Pol Djoko Julianto.

 

Laporan: Christina

Berita Terkait

BUNGO PASIRO” DI SILAYUR! Truk Kontainer Rem “Libur”, Jalan Raya Berubah Jadi Arena “Benturan Massal  
MC “Dinamit” Bikin Suasana Cair, Seniman pun Ikut Bernyanyi!
Kocak tapi Serius! Niat Buang Barang Bukti ke Septiktank, Malah “Dipungut” Petugas Pakai Jasa Sedot WC
TERBONGKAR! Dalih Admin Spa Sleman Dipatahkan Investigasi, Dugaan “Paket ++” Menguat  
Pengawas Proyek SPPG di Bayan Tewas Misterius, Versi Penyebab Bertabrakan  
Bukan Urusan Pidana! Polsek Banyumanik Dituduh Campuri Urusan Internal Perusahaan
BURUH SEKURITI MURKA! Dugaan Upah Tak Sesuai Kontrak hingga BPJS Mandek Gegerkan Pabrik di Tengaran  
Dugaan Intimidasi di Polres Boyolali: Saksi Diperlakukan Seperti Tersangka, Laporan Diduga Dihalangi Oknum Polsek Simo

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 10:45 WIB

BUNGO PASIRO” DI SILAYUR! Truk Kontainer Rem “Libur”, Jalan Raya Berubah Jadi Arena “Benturan Massal  

Minggu, 12 April 2026 - 22:28 WIB

MC “Dinamit” Bikin Suasana Cair, Seniman pun Ikut Bernyanyi!

Minggu, 12 April 2026 - 20:50 WIB

Kocak tapi Serius! Niat Buang Barang Bukti ke Septiktank, Malah “Dipungut” Petugas Pakai Jasa Sedot WC

Jumat, 10 April 2026 - 22:50 WIB

TERBONGKAR! Dalih Admin Spa Sleman Dipatahkan Investigasi, Dugaan “Paket ++” Menguat  

Jumat, 10 April 2026 - 21:40 WIB

Pengawas Proyek SPPG di Bayan Tewas Misterius, Versi Penyebab Bertabrakan  

Rabu, 8 April 2026 - 23:03 WIB

BURUH SEKURITI MURKA! Dugaan Upah Tak Sesuai Kontrak hingga BPJS Mandek Gegerkan Pabrik di Tengaran  

Minggu, 5 April 2026 - 21:52 WIB

Dugaan Intimidasi di Polres Boyolali: Saksi Diperlakukan Seperti Tersangka, Laporan Diduga Dihalangi Oknum Polsek Simo

Minggu, 5 April 2026 - 18:02 WIB

GEMPAR! Band Anak SD Guncang Seminar Nasional di Solo, Bukti Nyata Pendidikan Kreatif Tak Sekadar Teori

Berita Terbaru