SEMARANG | PortalindonesiaNews.Net – Suasana meriah mewarnai Gelar Seni Budaya yang diselenggarakan DPC Ikatan Paritrana Indonesia (IPI) Kota Semarang di Wisma Perdamaian, Kota Semarang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu menjadi ajang pelestarian seni dan budaya sekaligus mempererat kolaborasi antara komunitas budaya, pemerintah, dan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri Ketua Dewan Pembina DPP IPI, Dr. Drs. H. KRH. Hono Sejati Pradoto Jatinagoro, SH., M.Hum., jajaran Pemerintah Kota Semarang, perwakilan Dinas Pariwisata, tokoh masyarakat, serta para pegiat dan pencinta budaya.
Diketahui, Ikatan Paritrana Indonesia (IPI) sebelumnya dikenal dengan nama Ikatan Paranormal Indonesia, dan kini aktif mengembangkan berbagai kegiatan sosial, budaya, serta pelestarian kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus DPC IPI Kota Semarang yang dinilai berhasil menyelenggarakan kegiatan budaya dengan semangat kebersamaan.
Menurutnya, pelestarian budaya memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan bangsa sekaligus menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
“Melestarikan budaya berarti menjaga jati diri bangsa. Kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPP IPI, Dr. Drs. H. KRH. Hono Sejati Pradoto Jatinagoro, SH., M.Hum., memberikan apresiasi kepada DPC IPI Kota Semarang atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ia menilai kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya Indonesia.
“Pengurus DPC IPI Kota Semarang telah menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian budaya. Sinergi dengan Pemerintah Kota Semarang merupakan contoh kolaborasi yang baik dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan berkembang,” katanya.
Hono Sejati menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar mengabadikan tradisi masa lalu, melainkan proses dinamis untuk merawat, melindungi, sekaligus mengembangkan nilai-nilai budaya agar tetap relevan di era modern.
Menurutnya, budaya harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Hal itu dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif masyarakat, seperti mengikuti kegiatan adat, menghadiri festival budaya, mendukung karya seni lokal, hingga mempromosikan produk-produk budaya sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif.
“Pelestarian budaya membutuhkan aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat. Ketika seni, tradisi, dan budaya terus dirawat, maka identitas bangsa akan tetap kokoh, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para pelaku seni dan budaya,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Gelar Seni Budaya ini, DPC IPI Kota Semarang berharap semangat mencintai budaya Nusantara semakin tumbuh di tengah masyarakat serta mampu menjadi wadah kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, komunitas budaya, dan generasi muda dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia.
Laporan : iskandar






