Pengawas Proyek SPPG di Bayan Tewas Misterius, Versi Penyebab Bertabrakan  

Avatar photo

- Kontributor

Jumat, 10 April 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purworejo | PortalindonesiaNews.Net– Kematian seorang pria yang bertugas sebagai pengawas proyek pembangunan SPPG Yayasan Khoirul Umah di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, pada Selasa malam (7/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB memicu tanda tanya besar. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih kabur dan dipenuhi versi yang saling bertolak belakang.

Peristiwa tragis itu terjadi langsung di area proyek yang berada di jalur strategis Jalan Raya Purworejo–Kutoarjo. Alih-alih mendapatkan kejelasan, publik justru disuguhi informasi yang simpang siur dari berbagai pihak.

READ  Polwan Polres Salatiga Tabur Bunga di TMP Dharma, Kenang Perjuangan Pahlawan

Dugaan Kesetrum vs Klaim Serangan Jantung

Informasi awal yang beredar menyebut korban meninggal akibat tersengat listrik saat berada di lokasi pembangunan. Dugaan ini disampaikan oleh rekan korban yang mengantarkannya ke rumah sakit.

READ  Donor Darah Lions Club di Ambarukmo Plaza Sasar 1.000 Kantong, Jawab Krisis Stok Darah Jelang Lebaran

Keterangan tersebut diperkuat oleh petugas pengantar jenazah dari RS Palang Biru Kutoarjo.

“Menurut keterangan teman korban, yang bersangkutan meninggal karena kesetrum. Saya mengantar jenazah sekitar pukul 24.00 WIB dan tiba di Madiun pukul 03.00 WIB,” ungkapnya.

Namun, pernyataan berbeda justru muncul dari pihak yang terafiliasi dengan proyek. Seorang yang disebut sebagai pencari lokasi proyek menyebut korban meninggal akibat serangan jantung, dengan dalih adanya riwayat penyakit bawaan.

“Dari informasi orang tua korban, memang ada riwayat jantung sejak kecil,” ujarnya.

Dua versi ini memunculkan kontradiksi tajam—antara dugaan kecelakaan kerja fatal dan klaim kematian alami—yang hingga kini belum terverifikasi secara resmi.

READ  Personil Lalu Lintas Tengaran Sempatkan Lakukan ini

Desa “Ditinggal” Proyek, Tak Ada Izin atau Pemberitahuan

Fakta lain yang tak kalah mengejutkan, pemerintah Desa Bayan mengaku sama sekali tidak mengetahui keberadaan maupun aktivitas proyek tersebut sejak awal.

Kepala Desa Bayan, Arwan Setianto, menegaskan tidak pernah ada pemberitahuan resmi, koordinasi, maupun pengajuan izin mendirikan bangunan (IMB) dari pihak pengelola.

READ  Dirampok Mafia Tanah Terbitkan Sertifikat, IH Dikawal Binkum LMNN Lapor Kapolda Sulsel Harapkan Keadilan

“Tidak ada tembusan, tidak ada kulonuwun ke pemerintah desa. Bahkan soal adanya korban meninggal pun kami tidak menerima laporan resmi,” tegasnya.

Pernyataan ini memperkuat dugaan adanya kelalaian administratif sekaligus mengindikasikan proyek berjalan tanpa transparansi terhadap pemerintah setempat.

READ  Seleksi Direksi-Komut BUMD Jateng Disorot Ombudsman: Minim Sosialisasi, Rawankan Maladministrasi dan “Bancakan Jabatan”

Legalitas Proyek dan Standar K3 Disorot

Kematian misterius ini kini menyeret isu yang lebih luas: legalitas proyek dan penerapan keselamatan kerja (K3). Publik mulai mempertanyakan apakah proyek tersebut telah memenuhi standar perizinan dan prosedur keselamatan yang semestinya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun pengelola proyek yang mampu menjelaskan secara pasti penyebab kematian korban.

READ  TERKESAN KEBAL HUKUM OKNUM LSM DAN MEDIA TERCIDUK NGANGSU BBM SUMBSIDI

Ketidakjelasan ini justru memperkuat kecurigaan publik bahwa ada fakta yang belum diungkap, bahkan berpotensi ditutup-tutupi. Kasus ini pun mendesak aparat terkait untuk segera turun tangan mengusut tuntas—bukan hanya penyebab kematian, tetapi juga legalitas dan keamanan proyek yang kini berada di bawah sorotan tajam.

Laporan : Iskandar

Berita Terkait

TERBONGKAR! Dalih Admin Spa Sleman Dipatahkan Investigasi, Dugaan “Paket ++” Menguat  
Bukan Urusan Pidana! Polsek Banyumanik Dituduh Campuri Urusan Internal Perusahaan
BURUH SEKURITI MURKA! Dugaan Upah Tak Sesuai Kontrak hingga BPJS Mandek Gegerkan Pabrik di Tengaran  
Ternyata! Dugaan Keterlibatan Bayan Gandu dalam Paguyuban Sumur Minyak Ilegal Kian Menguat, Publik Desak Transparansi  
Dugaan Intimidasi di Polres Boyolali: Saksi Diperlakukan Seperti Tersangka, Laporan Diduga Dihalangi Oknum Polsek Simo
GEMPAR! Band Anak SD Guncang Seminar Nasional di Solo, Bukti Nyata Pendidikan Kreatif Tak Sekadar Teori
Momen Langka! Kapolrestabes Semarang Lama dan Baru Bersatu, Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Wali Kota Turut Hadir  
Bongkar Kejahatan Subsidi! Mafia Gas di Karanganyar Raup Omzet Miliaran, Isi Tabung Dikerok, Warga Jadi Korban  

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 22:50 WIB

TERBONGKAR! Dalih Admin Spa Sleman Dipatahkan Investigasi, Dugaan “Paket ++” Menguat  

Jumat, 10 April 2026 - 21:40 WIB

Pengawas Proyek SPPG di Bayan Tewas Misterius, Versi Penyebab Bertabrakan  

Jumat, 10 April 2026 - 11:22 WIB

Bukan Urusan Pidana! Polsek Banyumanik Dituduh Campuri Urusan Internal Perusahaan

Rabu, 8 April 2026 - 23:03 WIB

BURUH SEKURITI MURKA! Dugaan Upah Tak Sesuai Kontrak hingga BPJS Mandek Gegerkan Pabrik di Tengaran  

Rabu, 8 April 2026 - 21:07 WIB

Ternyata! Dugaan Keterlibatan Bayan Gandu dalam Paguyuban Sumur Minyak Ilegal Kian Menguat, Publik Desak Transparansi  

Minggu, 5 April 2026 - 18:02 WIB

GEMPAR! Band Anak SD Guncang Seminar Nasional di Solo, Bukti Nyata Pendidikan Kreatif Tak Sekadar Teori

Minggu, 5 April 2026 - 16:42 WIB

Momen Langka! Kapolrestabes Semarang Lama dan Baru Bersatu, Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Wali Kota Turut Hadir  

Sabtu, 4 April 2026 - 17:10 WIB

Bongkar Kejahatan Subsidi! Mafia Gas di Karanganyar Raup Omzet Miliaran, Isi Tabung Dikerok, Warga Jadi Korban  

Berita Terbaru