Klarifikasi Desa Kemiri Barat Soal Karnaval Ricuh: Bantah Jadi Pemicu, Serahkan Kasus ke Hukum

Avatar photo

- Kontributor

Sabtu, 6 September 2025 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto paska kejadian PENGANIAYAAN Disaat Karnaval di kemiri Batang

Foto paska kejadian PENGANIAYAAN Disaat Karnaval di kemiri Batang

Batang | PortalIndonesiaNews.Net – Peristiwa kericuhan dalam karnaval Agustusan di Desa Kemiri Barat, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, terus bergulir dan menuai perhatian masyarakat. Dugaan penganiayaan terhadap salah satu peserta karnaval memunculkan pro–kontra, hingga akhirnya pihak Desa Kemiri Barat angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar.

Versi Desa Kemiri Barat

Melalui perwakilan tokoh masyarakat, pihak desa menegaskan bahwa kabar yang berkembang tidak sepenuhnya benar. Mereka menyebut insiden bermula dari keributan antara rombongan pemuda asal Dukuh Kecubung, Desa Gondang, dengan warga Kemiri.

READ  Dugaan Korupsi Rp100 Miliar Smart Board dan Meubilair, Permak Sumut ‘Geruduk’ Kejati dan Kantor Gubernur

“Dari bukti video yang kami pegang, terlihat jelas pihak Dukuh Kecubung yang melakukan penyerangan lebih dulu. Warga kami hanya melakukan perlawanan. Saat mereka mundur, ada satu orang tertinggal, dan itulah yang akhirnya menjadi korban pengeroyokan,” ujar salah satu tokoh masyarakat, Sabtu (6/9/2025).

READ  Wali Kota Salatiga Hadiri Merti Dusun Sendang Gambir: Merawat Tradisi, Menyatukan Generasi

Tak hanya itu, pihak desa juga menegaskan bahwa korban yang terlihat dalam video justru berasal dari Desa Kemiri sendiri. “Korban bernama Ari, warga RT 04 RW 02 Desa Kemiri Barat. Dalam video terlihat ia dikeroyok oleh rombongan pemuda Dukuh Kecubung. Jadi, fakta ini membuktikan kejadian tidak sepihak,” tambahnya.

READ  SDN Ngijo 01 Gandeng Dinas Pertanian Gelar Edukasi dan Aksi Menanam Cabai: Tanamkan Ketahanan Pangan Sejak Dini

Bantahan Soal Ancaman

Isu lain yang ramai di media sosial adalah tudingan adanya ancaman atau teror dari warga Kemiri Barat kepada pihak korban. Pihak desa dengan tegas membantah hal tersebut.

READ  Polres Semarang Gelar Latkapuan Tingkatkan Pelayanan Publik

“Itu tidak benar. Tidak ada pengancaman yang dilakukan warga kami melalui media sosial maupun cara lain. Kami imbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak berdasar,” tegasnya.

READ  NA Alami Trauma Psikologis, Dugaan Penganiayaan oleh Bos Solar Elegal di Batang

Itikad Baik Pemuda yang Terlibat

Lebih lanjut, pihak desa mengungkapkan bahwa sejumlah pemuda yang terlibat telah menunjukkan itikad baik dengan menyampaikan permintaan maaf dan siap bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.

READ  Wartawan Diancam “Digorok” Saat Liput Tambang Ilegal Sitirejo, SuaraJateng.co.id Minta Polda Jateng Bertindak Tegas

“Anak-anak muda kami siap kooperatif dalam proses hukum. Kalau memang ada tuntutan dari pihak korban, kami berharap bisa diselesaikan dengan cara yang wajar dan berkeadilan,” ujarnya.

READ  Alasan Kesehatan atau Alibi Politik? Mundurnya Anggota DPRD Salatiga dari PKS Tinggalkan Tanda Tanya, Benarkah Terkait Masalah KSP Jaya Eka Sakti?  

Ajakan untuk Menahan Diri

Pihak desa menekankan bahwa perayaan Hari Kemerdekaan seharusnya menjadi ajang mempererat persatuan, bukan memicu perpecahan antarwarga.

“Kami berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bersama. Mari serahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Jangan sampai suasana desa makin panas hanya karena salah paham,” pungkasnya.

Laporan : iskandar

Berita Terkait

Buka Puasa Hanura DIY Jadi Ajang Konsolidasi Kader, Dukungan Menguat untuk Johnson Erwin Sitohang  
Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  
KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih
Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim
Agak Lain! Diminta Kembalikan Mobil Klien, Terduga Pelaku Justru Tantang Dilaporkan ke Polisi
Menu MBG TK di Bergas Diduga Tak Layak Konsumsi: Buah Busuk dan Roti Berbau Ditemukan
Salah Arah! Penggugat Keliru Tentukan Mata Angin, Gugatan Jadi Bahan Tawa di PN Jakarta Timur  
Kasus Viral Agus Palon Berimbas, Dugaan Oknum Polisi Disebut Lindungi DPO

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 16:35 WIB

Buka Puasa Hanura DIY Jadi Ajang Konsolidasi Kader, Dukungan Menguat untuk Johnson Erwin Sitohang  

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:39 WIB

Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:48 WIB

KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:55 WIB

Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim

Minggu, 1 Maret 2026 - 06:33 WIB

Agak Lain! Diminta Kembalikan Mobil Klien, Terduga Pelaku Justru Tantang Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:44 WIB

Salah Arah! Penggugat Keliru Tentukan Mata Angin, Gugatan Jadi Bahan Tawa di PN Jakarta Timur  

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:19 WIB

Kasus Viral Agus Palon Berimbas, Dugaan Oknum Polisi Disebut Lindungi DPO

Rabu, 25 Februari 2026 - 23:26 WIB

Warga Bandungan Sambut Gembira Sosialisasi Bahaya Petasan: Langkah Nyata Ciptakan Lebaran Aman dan Damai

Berita Terbaru