Waduh Kawanan Pencuri Bobol Rumah Warga Purwokerto di Siang Bolong, Perhiasan Senilai Rp 300 Juta Raib

- Kontributor

Kamis, 5 September 2024 - 03:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purwokerto, PortalindonesiaNews.netAksi pencurian terjadi di siang bolong di sebuah rumah di Perumahan Griya Satria Sumampir, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (4/9/2024). Kawanan pencuri masuk dengan membobol pintu depan dan berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan yang ditaksir bernilai sekitar Rp 300 juta.

Pemilik rumah, Maulana Yusuf (44), mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat ia dan istrinya sedang berada di kantor. “Saya mendapat pesan WhatsApp dari istri sekitar pukul 09.21 WIB, meminta saya pulang karena rumah terlihat seperti telah kemalingan. Saya pun segera pulang dari kantor,” kata Yusuf kepada wartawan, Rabu.

READ  RAC DPC PERADI Bantul: Berikan Kewenangan Lebih kepada Anggota, Pilih Nama B. Halomoan Sianturi sebagai Rekomendasi Caketum  

Setibanya di rumah, Yusuf mendapati pintu depan dalam keadaan terbuka, dan kondisi kamar berantakan. “Saya cek, semua perhiasan sudah hilang. Ada emas, logam mulia, berlian—itu adalah tabungan kami. Kalau dinilai, kira-kira mencapai Rp 300 juta,” ungkap Yusuf.

Seorang tetangga korban, Salwa, yang sempat menyaksikan kejadian, menjelaskan bahwa awalnya ia mendengar suara benda dipukul saat berada di rumahnya. Ketika ia keluar untuk memeriksa, ia melihat dua orang keluar dari rumah korban. Kedua orang tersebut kemudian pergi meninggalkan lokasi dengan menggunakan sepeda motor. “Saat saya keluar, saya melihat dua orang memakai helm pergi dengan sepeda motor dari rumah itu,” ujar Salwa. Kepada Portalindonesianews.net

READ  Respon Cepat Laporan Warga, Polsek Kalukku Amankan Mobil Tangki Muat Solar Diduga Ilegal

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Andriansyah Rithas Hasibuan, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. “Saat ini kami masih menyelidiki. Kami sedang meminta keterangan dari saksi-saksi dan korban,” jelas Andriansyah. Red/Dealova

PT. Portal Indonesia News Grup

Berita Terkait

Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  
KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih
Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim
Agak Lain! Diminta Kembalikan Mobil Klien, Terduga Pelaku Justru Tantang Dilaporkan ke Polisi
Menu MBG TK di Bergas Diduga Tak Layak Konsumsi: Buah Busuk dan Roti Berbau Ditemukan
Salah Arah! Penggugat Keliru Tentukan Mata Angin, Gugatan Jadi Bahan Tawa di PN Jakarta Timur  
Kasus Viral Agus Palon Berimbas, Dugaan Oknum Polisi Disebut Lindungi DPO
Polres Blora Diminta Tegas, John L Situmorang: Jangan Ada Kesan Kebal Hukum dalam Kasus Dugaan Pengancaman dan Rasisme  

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:39 WIB

Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:48 WIB

KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:55 WIB

Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim

Minggu, 1 Maret 2026 - 06:33 WIB

Agak Lain! Diminta Kembalikan Mobil Klien, Terduga Pelaku Justru Tantang Dilaporkan ke Polisi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:05 WIB

Menu MBG TK di Bergas Diduga Tak Layak Konsumsi: Buah Busuk dan Roti Berbau Ditemukan

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:19 WIB

Kasus Viral Agus Palon Berimbas, Dugaan Oknum Polisi Disebut Lindungi DPO

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:30 WIB

Polres Blora Diminta Tegas, John L Situmorang: Jangan Ada Kesan Kebal Hukum dalam Kasus Dugaan Pengancaman dan Rasisme  

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:41 WIB

Sidang Merek di PN Sleman Ungkap Konflik Bisnis dan Motif Pendaftaran, Pelapor Akui Tidak Ada Kerugian Nyata

Berita Terbaru