YOGYAKARTA | Portalindonesianews.net – Semangat melestarikan budaya sekaligus menyiapkan generasi penerus terus diwujudkan oleh Kelurahan Budaya Warungboto melalui penyelenggaraan Pelatihan Tata Lampah dan Aba-Aba Bergada Rakyat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi bergada rakyat sebagai salah satu warisan budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Pelatihan diprakarsai oleh Lurah Warungboto, Ety Purnawati, S.ST, bersama Ketua Kelurahan Budaya Warungboto, Susanto Dwi Antara, S.E., sebagai bentuk komitmen pemerintah kelurahan dalam menjaga keberlangsungan tradisi budaya. Kegiatan ini juga didampingi oleh Astuti Handayani, A.P., S.Pd., M.Pd., sebagai pendamping kelurahan budaya Warungboto dari dinas Kundha kabudayan DIY bersama Tim Penggiat Budaya Kelurahan Warungboto, Dodik Septian Putranto, S.Sn., yang turut mengawal jalannya pelatihan agar berlangsung efektif dan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Menghadirkan Arsya Rintoko sebagai narasumber, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tata lampah, aba-aba, teknik baris-berbaris bergada, sikap, disiplin, hingga filosofi yang menjadi dasar dalam setiap gerakan bergada rakyat. Pelatihan tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga membangun karakter, kekompakan, rasa tanggung jawab, serta kecintaan terhadap budaya lokal.
Kelurahan Budaya Warungboto saat ini memiliki dua bergada rakyat yang menjadi kebanggaan masyarakat, yakni Bergada Wiro Tirtobroto dan Bergada Satrio Wirabroto. Kedua bergada tersebut secara rutin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan budaya, kirab, serta peringatan hari-hari besar. Oleh karena itu, regenerasi menjadi kebutuhan penting agar keberadaan bergada tetap lestari dan semakin berkembang.
Lurah Warungboto, Ety Purnawati, S.ST, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam membangun sumber daya manusia yang memahami, mencintai, dan mampu melestarikan budaya daerah.
“Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga tradisinya, tetapi juga harus menyiapkan generasi penerus yang memahami nilai, filosofi, dan tata cara yang benar. Melalui pelatihan ini kami berharap lahir kader-kader bergada yang mampu menjadi kebanggaan Warungboto,” ujarnya.
Ketua Kelurahan Budaya Warungboto, Susanto Dwi Antara, S.E., menambahkan bahwa keberadaan dua bergada rakyat merupakan aset budaya yang harus terus diperkuat melalui pembinaan yang berkesinambungan.
“Kami ingin Bergada Wiro Tirtobroto dan Bergada Satrio Wirabroto tidak hanya dikenal sebagai pasukan adat dalam setiap kirab budaya, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kedisiplinan, dan identitas masyarakat Warungboto. Regenerasi adalah kunci agar warisan budaya ini tetap hidup dari generasi ke generasi,” ungkapnya.

Dengan sinergi antara pemerintah kelurahan, pendamping, narasumber, tim penggiat budaya, serta masyarakat, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya anggota bergada sekaligus memperkuat posisi Kelurahan Budaya Warungboto sebagai salah satu kawasan yang konsisten menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai budaya adiluhung Yogyakarta kepada generasi masa depan.
(Red / Johnson)






