YOGYAKARTA| PortalindonesiaNews.Net — Industri film Indonesia kembali unjuk taring di panggung internasional. Hari ini, JAFF Market 2025 Powered by Amar Bank resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC) dan langsung menyedot perhatian publik maupun pelaku industri mancanegara. Digelar hingga 1 Desember, ajang ini menghadirkan 114 exhibitor, 1.500 peserta terakreditasi, serta tamu internasional dari berbagai negara Asia Pasifik — menjadikannya salah satu pasar film paling ambisius dan terbesar yang pernah digelar di Indonesia.
Selama tiga hari, para pelaku produksi, distributor, studio kreatif, lembaga perfilman, investor, hingga mitra lintas industri akan terlibat dalam pitching, pertemuan bisnis, konferensi, serta program pengembangan talenta. JAFF Market tahun ini disebut menjadi titik penting dalam peta industri film Indonesia yang tengah bergerak menuju pusat perhatian global.
Enam Program Besar JAFF Market 2025: Lebih Luas, Lebih Mendunia
Berbarengan dengan perayaan 20 tahun Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF20), JAFF Market hadir dengan enam program unggulan yang menandai ekspansi besar ke sektor IP, talenta, dan kolaborasi global:
JAFF Future Project: Menampilkan 10 proyek film Asia Pasifik, termasuk 2 proyek dari Australia lewat kemitraan dengan Adelaide Film Festival.
JAFF Content Market: 10 IP Indonesia terpilih dari dunia gim, komik, animasi, literatur, hingga konten digital.
Talent Day: 22 talenta baru menampilkan ide dan karya yang diproyeksikan sebagai wajah baru industri film Indonesia.
Film and Market Conference: 15 sesi konferensi dengan 59 pembicara dari berbagai sektor kreatif dan teknologi.
Market Screening: 176 film diputar khusus untuk audiens industri.
Indonesia–France Film Lab x MTN Lab: 6 proyek film yang melibatkan 33 peserta dari dua negara.
Program seluas ini menempatkan Yogyakarta sebagai episentrum diskusi, kolaborasi, dan investasi untuk industri film Asia Tenggara.
Dukungan Pemerintah & Mitra Global: Indonesia Menuju Pusat Kreativitas Dunia
JAFF Market 2025 mendapat dukungan kuat dari berbagai lembaga strategis, di antaranya Amar Bank, Kemenkebud, Kemenekraf, Kedutaan Besar Prancis, pemerintah daerah, serta jaringan organisasi film global.
Dalam sambutannya, Linda Gozali, Market Director JAFF Market, menyampaikan pesan penting:
“Industri film Indonesia sedang berada di era emas. Dengan film lokal menembus lebih dari 60 persen box office, saatnya pembuat cerita Indonesia membuka akses global. Partisipasi internasional tahun ini membuktikan Asia Tenggara bukan lagi hanya pasar, tetapi pusat kreativitas dan tujuan investasi.”
Pembukaan turut dihadiri tokoh nasional seperti Ahmad Mahendra (Dirjen Kebudayaan RI), Sultan Baktiar Najamudin (Ketua DPD RI), dan Rano Karno (Wakil Gubernur DKI Jakarta) — mempertegas bahwa pemerintah melihat sektor film sebagai tulang punggung ekonomi kreatif masa depan.
Kolaborasi Raksasa & Deretan Penghargaan Bergengsi
JAFF Market tahun ini diramaikan oleh kolaborasi dengan rumah produksi dan lembaga internasional, seperti Visinema, Imajinari, MAGMA Entertainment, Miles Films, Sony Pictures, Berlinale, Cannes Semaine de la Critique, Toei, MPA, dan banyak lainnya.
Sejumlah penghargaan industri disiapkan untuk mendorong produksi film berkualitas:
TUTA Films Award – Rp100 juta
Visinema Awards – Rp50 juta untuk 2 proyek
Brandlink Awards – Fasilitas produksi senilai Rp500 juta
Kongchak Award – Dukungan desain suara USD 10.000
White Light Award & Prodigihouse Ecosystem Award – Fasilitas editing & color grading USD 15.000
MPA Award – Perjalanan ke Asia Pacific Screen Forum & Awards 2026, Gold Coast
MTN International Facilitation – Akses ke Rotterdam Lab (Januari 2026) dan HAF Hong Kong FILMART (Maret 2026)
Kolaborasi besar dan fasilitas internasional ini menandai keseriusan JAFF Market sebagai pasar film yang mampu melahirkan karya-karya berkelas dunia.
Yogyakarta, Simpul Baru Pertukaran Film Internasional
Dengan mempertemukan pembuat film, investor, distributor, platform digital, serta institusi global, Yogyakarta kini dipandang sebagai simpul baru pertukaran film internasional. Kehadiran JAFF Market bukan hanya menggerakkan industri film nasional, tetapi juga berpotensi memberi dampak ekonomi signifikan bagi daerah — mulai dari hotel, transportasi, UMKM, hingga pariwisata.
Gelaran JAFF Market 2025 diharapkan semakin mengokohkan posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam ekosistem perfilman dunia.
Laporan: Erwin






