Blora Darurat Miras Ilegal: Hokky Drink Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Chat “Atensi” Mencuat ke Publik

Avatar photo

- Kontributor

Jumat, 14 November 2025 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan toko miras yang Bebas Beroperasi

Penampilan toko miras yang Bebas Beroperasi

BLORA | PortalindonesiaNews.Net– Peredaran minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Blora kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, perhatian publik tertuju pada sebuah outlet bernama “Hokky Drink” yang berdiri tepat di depan lorong masuk Embung Rowo Karangjati, salah satu kawasan publik yang ramai dikunjungi warga dan wisatawan.

Keberadaan kios tersebut dinilai meresahkan, bukan hanya karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan area wisata, namun juga karena dugaan kuat bahwa usaha itu beroperasi tanpa mengantongi izin.

Warga Resah: “Generasi Muda Jadi Taruhan!”

Seorang warga Blora, Johan, menyampaikan keprihatinannya terhadap semakin mudahnya miras ilegal beredar di lingkungan masyarakat.

“Saya sebagai masyarakat Blora prihatin dengan adanya penjualan miras secara bebas. Ini akan merusak generasi muda. Yang saya khawatirkan, anak-anak pelajar dan yang masih di bawah umur ikut terkena dampaknya,” ujar Johan, Jumat (14/11/2025).

READ  Polres Semarang Gelar Latkapuan Tingkatkan Pelayanan Publik

Ia mendesak aparat untuk tidak menutup mata.

“Saya harap pihak yang berwajib menertibkan kios-kios yang menjual minuman haram tersebut. Sudah tidak heran lagi kalau hukum di Blora terkesan letoy. Pembiaran seperti ini sangat disayangkan karena dampaknya sangat negatif.”

Pernyataan ini mencerminkan kegelisahan masyarakat yang melihat aparat seolah kehilangan wibawa dalam memberantas peredaran miras ilegal.

Mencuatnya Dugaan “Atensi”: Percakapan WhatsApp Bongkar Praktik Setoran?

Keresahan warga bertambah ketika muncul percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan pemilik “Hokky Drink” dengan seorang warga Blora pada 25 Oktober 2025. Isi chat tersebut memunculkan dugaan adanya “atensi” atau setoran untuk melancarkan operasional meski outlet tak berizin.

READ  Kecelakaan Tragis di Depan Kantor Kelurahan Kumpulrejo: Pelajar 12 Tahun Luka Berat, Satlantas Bertindak Cepat!

Rangkuman isi percakapan yang beredar:

Warga mempertanyakan izin:

“Salahe randue izin?”

(Salahnya apa? Tidak punya izin?)

Diduga pemilik menjawab:

“Izin ga cukup uang 50 juta.”

Pemilik kemudian menegaskan lokasi usahanya:

“Omahku ya kawasan Karangjati hlo mas.”

Lalu muncul kalimat paling mencurigakan:

“Mbensasi yo atensi.”

(Nanti ada atensi/setoran.)

Ketika ditanya “Atensi ke siapa?”, jawaban yang muncul justru makin mempertebal dugaan:

“Ndra paham leh mas.”

(Sudah paham lah, mas.)

READ  Skandal Proyek Embung Nglawiyan: Solar Subsidi Diduga Disalahgunakan Kontraktor, Publik Geram

Percakapan ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat tentang siapa penerima “atensi” tersebut. Apalagi, praktik seperti ini sering disebut sebagai penyebab lembeknya penegakan hukum di daerah.

Penindakan Lemah, Publik Bertanya: Ada Apa dengan APH dan Satpol PP?

Keberadaan kios miras ilegal di depan kawasan publik sekelas Embung Rowo Karangjati membuat publik semakin mempertanyakan kinerja Satpol PP dan aparat penegak hukum (APH).

Banyak pihak menilai bahwa pembiaran ini bukan lagi soal kelalaian, tetapi menyentuh dugaan adanya pembiaran sistematis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan tegas atau pernyataan resmi dari pihak berwenang mengenai operasional “Hokky Drink”.

READ  Denpom IV/5 Semarang Turun ke Jalan, Bagikan Takjil Gratis untuk Masyarakat dan Kaum Duafa di Bulan Ramadan  

Masyarakat Menuntut Aksi Nyata

Gelombang protes warga semakin kuat. Mereka menuntut:

Penertiban outlet miras ilegal di seluruh Blora

Transparansi penindakan pelanggaran izin

Penelusuran dugaan “atensi” yang mencuat dalam percakapan WhatsApp

Kepastian perlindungan generasi muda dari miras ilegal

Masyarakat menilai bahwa diamnya aparat hanya akan memperlebar ruang gerak bisnis ilegal, yang ujungnya akan menghancurkan moral dan keamanan lingkungan.

Blora kini menunggu:Apakah aparat akan bergerak, atau kembali membiarkan?

Red/Time

Berita Terkait

Efek “Plot Twist” Kasus Truk Sumsel: Saling Lapor Jadi Korban, Alamat Perusahaan Diduga Gaib
Industri Gula Blora Terancam, Petani Kantongi Dukungan Lintas Fraksi DPR RI
Polsek Ngaliyan Kembalikan 23 Sepeda Motor Hasil Ungkap Kasus Penggelapan, Korban Bersyukur Kendaraan Kembali Tanpa
Dasco Sebut Pertemuan Chatib Basri dengan Presiden Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi
EMPAT SANTRI BERSUARA: “KAMI BUKAN KORBAN”, AL-ANFAS MINTA PUBLIK HORMATI FAKTA DAN PROSES HUKUM
Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Kawasan Jangli, Diduga Meninggal Karena Sakit
Pelayanan Publik RT/RW Tak Boleh Terhambat Masalah Sosial, Lurah Punya Kewenangan Diskresi
PERKUAT BARISAN NASIONAL: DR. DRS. H. KRH. HONO SEJATI PRADOTO JATINANGORO, S.H., M.Hum. RESMI JADI PENASEHAT YPBNN JAWA TENGAH, USUNG GERAKAN “AKIK” HADAPI DARURAT NARKOBA

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:39 WIB

Efek “Plot Twist” Kasus Truk Sumsel: Saling Lapor Jadi Korban, Alamat Perusahaan Diduga Gaib

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:00 WIB

Industri Gula Blora Terancam, Petani Kantongi Dukungan Lintas Fraksi DPR RI

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:44 WIB

Polsek Ngaliyan Kembalikan 23 Sepeda Motor Hasil Ungkap Kasus Penggelapan, Korban Bersyukur Kendaraan Kembali Tanpa

Rabu, 10 Juni 2026 - 01:31 WIB

Dasco Sebut Pertemuan Chatib Basri dengan Presiden Bahas Strategi Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:28 WIB

EMPAT SANTRI BERSUARA: “KAMI BUKAN KORBAN”, AL-ANFAS MINTA PUBLIK HORMATI FAKTA DAN PROSES HUKUM

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:25 WIB

Pelayanan Publik RT/RW Tak Boleh Terhambat Masalah Sosial, Lurah Punya Kewenangan Diskresi

Senin, 8 Juni 2026 - 15:46 WIB

PERKUAT BARISAN NASIONAL: DR. DRS. H. KRH. HONO SEJATI PRADOTO JATINANGORO, S.H., M.Hum. RESMI JADI PENASEHAT YPBNN JAWA TENGAH, USUNG GERAKAN “AKIK” HADAPI DARURAT NARKOBA

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:51 WIB

Mega Skandal MBG Menggelinding, Masyarakat Minta Tangan Kanan Pengambil Kebijakan Ikut Diperiksa

Berita Terbaru