SEMARANG | PortalindonesiaNews.Net – Selamat, warga Semarang! Kita baru saja menemukan “Keajaiban Dunia Baru” yang nggak kalah hebat dari Tembok Besar Cina atau Menara Eiffel. Namanya: KEAJAIBAN CELOSIA!
Bayangkan saja, hari ini Selasa (14/4/2026), saat matahari bersinar cerah, Taman Bunga Celosia berdiri gagah. Bukan sekadar berdiri, tapi RAMAI PENGUNJUNG! Parkiran penuh sesak, suara tawa wisatawan bergema, wahana berputar-putar… padahal kabarnya? MASIH ADA YANG “TERBANG” TANPA SAYAP IZIN LENGKAP!
Ini ibarat orang bawa motor tanpa SIM dan STNK, tapi malah diajak ikut karnaval, dikasih jalan tol gratis, dan petugas lalu lintas cuma tepuk tangan bilang: “Wuih, keren gayanya! Gas terus Pak/Bu!” Wkwkwk! Publik pun geleng-geleng kepala sampai pusing: “Emangnya aturan mainnya sudah diganti jadi ‘Yang Penting Cuan, Izin Belakangan’?”
DPRD & PEMKAB: SANG “RAJA PENONTON” YANG JAGO “DIEMAN-DIEMAN”!
Yang bikin makin “lucu” dan mengundang gelak tawa (yang getir tentunya) adalah reaksi para “penguasa negeri ini”.
Bayangkan, ada lembaga bernama DPRD yang tugasnya “mengawasi”. Tapi di lapangan, kinerjanya malah kayak penonton bioskop atau penonton konser musik: DUDUK MANIS, SAKSIKAN AKSI, TERUS TEPUK TANGAN KALAU SERU!
Publik sampai bikin meme di media sosial: “DPRD: Jangan khawatir, kami awasi dari jauh biar nggak ganggu pemandangan!” Padahal warga sudah teriak-teriak minta dipanggil, minta rapat dengar pendapat, minta dicek ini-itu. Jawabannya? “TUNGGU PENGUMUMAN LEBIH LANJUT” yang entah kapan datangnya. Ini mah kalau di kelas, sudah pasti ditinggal tidur murid-muridnya!
Begitu juga dengan Bupati Semarang. Sebagai nahkoda kapal, kok kayaknya lagi asyik foto-foto di dek belakang sambil minum kelapa muda, padahal ada lubang bocor di lambung kapal? Publik sampai bercanda: “Wah, jangan-jangan hukum di Semarang itu sifatnya musiman ya? Kalau lagi musim ramai, hukumnya ‘cuti besar’. Kalau sepi baru hukumnya ‘kerja lembur’?”
Warga jadi takut kena “Sindrom Kaget”: “Jangan-jangan ini namanya ‘Hukum Tajam ke Bawah, tapi Kalau ke Atas atau ke Dompet… DIBUNGKUS BUBBLE WRAP TEBAL!’ Kan bikin sedih tapi mau ketawa juga iya.”
WISATAWAN DIJADIKAN “KELINCI PERCOBAAN”, IZIN CUMA “PELENGKAP PAJANGAN”?
Pertanyaan receh tapi bikin panas: Kalau memang belum layak atau izinnya belum beres, kok dibiarkan jalan terus? Apa pengunjung mau dianggap jagoan film laga yang kebal segala risiko? Atau mungkin uji kelayakannya pakai metode “Uji Nyali” ala-ala: “Nyalinya kuat nggak naik wahana ini? Kalau selamat berarti layak, kalau enggak… ya nasib!” Kan ngeri, tapi sekaligus bikin tepuk jidat!
Fasilitas lingkungan, surat izin operasional, standar keamanan… semua jadi pertanyaan “teka-teki silang” yang susah banget dicari jawabannya. Warga sampai heran: “Emangnya OPD pengawasnya lagi liburan bareng Bapak Bupati? Atau mungkin kacamatanya tebal banget sampai nggak kelihatan yang di depan mata?”
INI UJIAN INTEGRITAS ATAU UJIAN KESEBAL PUBLIK?
Kasus Celosia ini makin hari makin jadi “Tontonan Gratis” yang sayang kalau dilewatkan. Publik jadi saksi mata: Apakah Pemkab Semarang ini memang hebat dan tegas, atau cuma jago ngomong doang tapi kalau praktiknya malah jadi “komedi situasi”?
Selama Celosia masih berputar bebas dan pertanyaan warga cuma dijawab dengan “senyum simpul” atau “batu bisu”, maka kecurigaan warga makin menumpuk setinggi gunung Ungaran.
Publik cuma mau ngingetin (sambil nyengir): “Pak Bu Aparat, Pak Bu Pejabat… duit wisatawan itu kan sama berharganya dengan duit pejabat. Masa yang satu dijadikan ‘kelinci percobaan’, yang satu lagi ‘terus nikmati panggung sandiwara’? Ayo dong, jangan bikin muka Semarang makin merah karena ditertawakan orang! Kerja yang bener dikit napa?”
Sampai jumpa di episode selanjutnya dari “Sinetron Celosia: Kisah Izin yang Belum Tamat”! Tetap di saluran ini!
Red/Time






