YOGYAKARTA| PortalindonesiaNews.Net – Rahasia keceriaan acara ini ada di tangan dua pembawa acara andalan, Mas Adam dan Mbak Lucky. Berkat kepiawaian mereka memandu acara dengan gaya santai, luwes, dan penuh canda, dinding galeri yang biasanya hening berubah menjadi ruang tawa yang riang.
Puncak kemeriahan terjadi saat sesi nyanyi bersama digelar. Bayangkan saja, puluhan seniman yang biasanya sibuk dengan kuas dan pahat, kini kompak mengeluarkan suara. Lagu-lagu akrab yang berkumandang seolah menjadi orkestra alami yang menciptakan harmoni indah. Kalau kanvas bisa bicara, pasti mereka ikut bergoyang!
Hadirnya “Bintang”: Mulai dari Tokoh Budaya hingga Pejabat Kota
Acara ini bukan main-main. Sebagai tuan rumah, Ketua KOSETA, Bapak Sigit Sugito didampingi Bunda Yani Saptohoedojo, menyambut tamu bak menyambut keluarga sendiri. Sentuhan personal mereka membuat siapa saja yang datang merasa “pulang ke rumah”, bukan sekadar menghadiri undangan.
Tamu undangan pun berdatangan dari berbagai lapisan. Mulai dari para seniman kelas kakap Yogyakarta, tokoh masyarakat, hingga jajaran pejabat dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang antusias menyaksikan.
Salah satu momen istimewa adalah kehadiran Bapak Idham Samawi yang memberikan wejangan berharga. Kehadiran tokoh-tokoh besar ini menegaskan satu hal: KOSETA bukan sekadar organisasi seni, tapi NAKODA yang disegani dan menjadi tempat berteduhnya nilai-nilai luhur bangsa.
Panitia: Kerja Keras di Balik Pesta Damai
Di balik kelancaran acara yang terlihat easy going ini, tersembunyi kerja keras tim solid. Ketua Panitia, Bapak Supriyatno, mengaku bersyukur luar biasa. Baginya, keberhasilan acara ini adalah bukti bahwa kalau seniman bersatu, tak ada yang mustahil.
“Alhamdulillah, mulus tanpa hambatan! Tema ‘Merajut Indonesia dengan Kebhinekaan’ kami usung agar kita sadar, perbedaan itu indah seperti warna di palet cat. Kalau disatukan, jadilah lukisan Indonesia yang megah,” ujarnya dengan mata berbinar.
Melangkah: KOSETA, Semakin Besar, Semakin Bermanfaat!
Menutup rangkaian acara, Ketua KOSETA, Bapak Sigit Sugito, memberikan suntikan semangat yang bikin merinding. Beliau tak hanya bicara soal hari ini, tapi soal masa depan.
“Hari ini bukti nyata: kita ada, kita bersatu, dan kita peduli. Semoga ke depan KOSETA makin melesat, makin besar, dan makin banyak memberi warna positif buat seni dan masyarakat. Jadilah kita pelita yang tak pernah padam,” tegasnya penuh optimisme.
Acara pun ditutup dengan hati yang penuh. “Salaman Nusantara” bukan sekadar kenangan, tapi bensin baru bagi para seniman untuk terus berkarya dan menyebarkan kedamaian lewat seni.
Yogyakarta memang tak pernah kehabisan cara merayakan kebersamaan!
Laporan: Erwin






