MASYARAKAT SERU KETELITIAN PENANGANAN KASUS DANA HOK REJOWINANGUN: “TRANSPARANSI ADALAH KUNCI”  

Avatar photo

- Kontributor

Senin, 23 Februari 2026 - 04:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : kantor desa

Foto : kantor desa

Purworejo | PortalindonesiaNews.Net – Kasus dugaan tidak dibayarkannya upah Harian Orang Kerja (HOK) dalam proyek pembangunan jalan poros desa Rejowinangun, Kecamatan Kemiri, yang telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Purworejo pada 18 November 2024, mendapatkan dukungan dan dorongan kuat dari masyarakat. Warga mengajak aparat penegak hukum untuk melakukan penanganan secara teliti dan transparan guna menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran desa.

Berdasarkan pengaduan yang disampaikan, warga mengemukakan adanya dugaan ketidaksesuaian antara perencanaan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2019 dengan realisasi di lapangan, termasuk dugaan manipulasi laporan pertanggungjawaban. Dokumen rincian anggaran upah tukang dan pekerja juga telah disertakan sebagai lampiran.

READ  Nasdem Desak DPR Stop Gaji Sahroni dan Nafa Urbach, Publik Tagih Ketegasan, Bukan Setengah Hati

Masyarakat sekitar menyampaikan dorongan agar proses pemeriksaan berjalan secara objektif. “Kami tidak ingin ada yang dituduh sembarangan, tapi juga tidak boleh ada yang lolos jika memang ada pelanggaran. Setiap rupiah dana desa adalah hak bersama kita, harus digunakan dengan benar,” ujar salah satu tokoh masyarakat Rejowinangun yang tidak ingin disebutkan namanya.

READ  KOMITMEN BERSAMA CALON KETUA DPD PARTAI HANURA DIY PERIODE 2025-2030

Beberapa pekerja yang diduga terkena dampak juga mengutarakan harapan mereka. “Kita bekerja dengan susah payah untuk membangun desa. Jika memang ada upah yang belum kita terima, kami berharap bisa segera diterima. Kalau tidak, setidaknya ada klarifikasi yang jelas agar tidak ada kesalahpahaman,” ujar salah satu pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut.

READ  Polres Semarang Meriahkan HUT RI Ke 78 Gelar Lomba Bagi Keluarga Polri

Meskipun Kepala Desa Rejowinangun, Hari Santosa, sebelumnya hanya memberikan tanggapan singkat bahwa kasus tersebut terjadi “satu tahun yang lalu”, masyarakat mengingatkan bahwa masalah terkait pengelolaan keuangan desa tidak mengenal batas waktu. “Apapun jadwalnya, kebenaran harus ditemukan. Ini tentang keadilan dan kepercayaan kita terhadap pemerintah desa,” tambah seorang warga.

READ  Semarak Karnaval HUT RI ke-79 Masyarakat Bandungan, Ribuan Warga Hadir di RTH Bandungan

Masyarakat juga mengajak semua pihak terkait untuk bekerja sama dalam proses klarifikasi yang sedang berlangsung di kejaksaan. Mereka berharap hasil pemeriksaan dapat diumumkan secara terbuka agar setiap warga dapat memahami substansi kasus dan hasil penanganannya.

READ  Bobby Darwin: Eksistensi Komika Malang dari Panggung SUCI hingga Tur "Terjebak Bersama" 2025

“Kita dorong kejaksaan untuk bekerja maksimal. Transparansi dalam penanganan kasus ini adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan dan memastikan pengelolaan dana desa ke depannya lebih baik,” pungkas seorang aktivis masyarakat lokal.

Perkembangan kasus akan terus dipantau oleh masyarakat dan media, dengan harapan dapat menjadi pembelajaran bagi pengelolaan anggaran desa di seluruh Kabupaten Purworejo.(Red)

Berita Terkait

Polisi Berhasil Ungkap Pencurian Sepeda Motor Saat Warga Terlelap, Pelaku Berhasil Diamankan
ANAK DI BAWAH UMUR DI BOYOLALI DIDUGA DIANIAYA SEMBILAN REMAJA, KELUARGA MENUNGGU KEJELASAN PROSES HUKUM  
Perupa Luar Biasa Joko Atmaja, Menghidupkan Imajinasi Anak Bangsa Lewat Goresan Seni Lukis  
Air Mata di Balik Gugatan Keluarga: Donny Hutapea Tegaskan Tak Pernah Menyangkal Orang Tua Kandung
Dugaan Pengondisian Saksi di Satreskrim Polres Batang, Publik Soroti Integritas Penyidik
Sepatu Dikembalikan, Kerugian Tetap Dihitung? Vonis 10 Bulan di Pengadilan Negeri Semarang Picu Perdebatan Publik
Dari Jadi hakim, rektor hingga ketua DPD partai Hanura Jateng Kanjeng Hono Raih PROFESI AWARD 2026 dimalam rekor Spetakuler
SK Misterius Picu Kegaduhan, Arsip Desa Tak Bisa DitunjukkanTransparansi Administrasi Dipertanyakan

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 04:58 WIB

MASYARAKAT SERU KETELITIAN PENANGANAN KASUS DANA HOK REJOWINANGUN: “TRANSPARANSI ADALAH KUNCI”  

Senin, 23 Februari 2026 - 04:42 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Pencurian Sepeda Motor Saat Warga Terlelap, Pelaku Berhasil Diamankan

Senin, 23 Februari 2026 - 04:37 WIB

ANAK DI BAWAH UMUR DI BOYOLALI DIDUGA DIANIAYA SEMBILAN REMAJA, KELUARGA MENUNGGU KEJELASAN PROSES HUKUM  

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:54 WIB

Perupa Luar Biasa Joko Atmaja, Menghidupkan Imajinasi Anak Bangsa Lewat Goresan Seni Lukis  

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:49 WIB

Air Mata di Balik Gugatan Keluarga: Donny Hutapea Tegaskan Tak Pernah Menyangkal Orang Tua Kandung

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:35 WIB

Sepatu Dikembalikan, Kerugian Tetap Dihitung? Vonis 10 Bulan di Pengadilan Negeri Semarang Picu Perdebatan Publik

Senin, 16 Februari 2026 - 19:09 WIB

Dari Jadi hakim, rektor hingga ketua DPD partai Hanura Jateng Kanjeng Hono Raih PROFESI AWARD 2026 dimalam rekor Spetakuler

Senin, 16 Februari 2026 - 15:46 WIB

SK Misterius Picu Kegaduhan, Arsip Desa Tak Bisa DitunjukkanTransparansi Administrasi Dipertanyakan

Berita Terbaru