Peredaran Arak Turi Blora Diduga Merajalela, Warga Tuduh APH Pemberi Perlindungan dan Pembiaran

Avatar photo

- Kontributor

Senin, 5 Januari 2026 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: penampakan Toko atau penjual arak di Blora

Foto: penampakan Toko atau penjual arak di Blora

BLORA | PortalindinesiaNews.Net – Peredaran minuman keras tradisional arak Turi di Desa Turirejo, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, diduga telah berlangsung secara terarah dan tanpa pengawasan, dengan warga menuduh aparat penegak hukum (APH) terkesan melakukan pembiaran bahkan menerima uang pelindung.

Seorang warga yang menyebut diri N mengungkapkan, produksi arak Turi telah menjadi hal yang tidak rahasia lagi di wilayah tersebut, dibuat secara mandiri oleh warga setempat di bagian belakang rumah. Penjualan dilakukan tanpa izin resmi dan tanpa pengawasan standar kesehatan, sehingga dampaknya bagi tubuh tidak jelas.

“Menurut informasi dari warga sekitar, mereka kerap membayar atensi atau uang keamanan kepada pihak tertentu, sehingga mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu apabila akan ada operasi penertiban,” ujar N pada hari Kamis. Ia menegaskan, kondisi ini merusak moral dan berpotensi membahayakan generasi muda.

READ  Pangdam IV/Diponegoro Santuni 1.000 Anak Yatim Piatu dan Putra-Putri Prajurit di HUT ke-80 RI: Wariskan Semangat Empati dan Persatuan

Dampak peredaran miras ilegal tersebut sudah terasa nyata, antara lain meningkatnya potensi perkelahian, bentrokan antarwarga, dan kecelakaan lalu lintas akibat konsumsi arak. Masyarakat mengkritik penindakan APH yang dianggap hanya simbolis, hanya memusnahkan sampel tanpa menutup sumber produksi.

“APH harus tegas dan menindak hingga akar masalah. Kita butuh penegakan hukum yang konsisten untuk menjaga keamanan, kesehatan, dan masa depan generasi muda Blora,” tegas N.

READ  Bhabinkamtibmas Polsek Pabelan Berikan Pelatihan Beladiri Satpam PT. Adi Satwa

Hingga berita ini diterbitkan, pihak APH setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembiaran dan penerimaan uang pelindung, dan upaya konfirmasi masih berlangsung. (Red/Time)

Berita Terkait

Buka Puasa Hanura DIY Jadi Ajang Konsolidasi Kader, Dukungan Menguat untuk Johnson Erwin Sitohang  
Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  
KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih
Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim
Agak Lain! Diminta Kembalikan Mobil Klien, Terduga Pelaku Justru Tantang Dilaporkan ke Polisi
Menu MBG TK di Bergas Diduga Tak Layak Konsumsi: Buah Busuk dan Roti Berbau Ditemukan
Salah Arah! Penggugat Keliru Tentukan Mata Angin, Gugatan Jadi Bahan Tawa di PN Jakarta Timur  
Kasus Viral Agus Palon Berimbas, Dugaan Oknum Polisi Disebut Lindungi DPO

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 16:35 WIB

Buka Puasa Hanura DIY Jadi Ajang Konsolidasi Kader, Dukungan Menguat untuk Johnson Erwin Sitohang  

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:39 WIB

Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:48 WIB

KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:55 WIB

Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim

Minggu, 1 Maret 2026 - 06:33 WIB

Agak Lain! Diminta Kembalikan Mobil Klien, Terduga Pelaku Justru Tantang Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:44 WIB

Salah Arah! Penggugat Keliru Tentukan Mata Angin, Gugatan Jadi Bahan Tawa di PN Jakarta Timur  

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:19 WIB

Kasus Viral Agus Palon Berimbas, Dugaan Oknum Polisi Disebut Lindungi DPO

Rabu, 25 Februari 2026 - 23:26 WIB

Warga Bandungan Sambut Gembira Sosialisasi Bahaya Petasan: Langkah Nyata Ciptakan Lebaran Aman dan Damai

Berita Terbaru