Di Balik Proyek Megahnya Bendungan Cabean: Kisah Sunyi Perjuangan di Todanan

Avatar photo

- Kontributor

Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : istimewa

Foto : istimewa

BLORA |PortalindonesiaNews.Net – Di balik megahnya pembangunan Bendungan Cabean di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tersimpan kisah perjuangan panjang yang nyaris tak terdengar.

Proyek strategis nasional yang bersumber dari APBN dengan nilai anggaran antara Rp499 miliar hingga Rp571 miliar itu bukan hanya tentang beton, alat berat, dan perencanaan teknis. Ia juga menyimpan cerita keberanian, ancaman, dan idealisme seorang jurnalis desa dari media NASIONALXPOS.CO.ID bernama Riyan.

Proses awal Kegiatan Detail Engering Desain (DED) Bendungan Cabean lokasi di desa Karanganyar Todanan dimulai sekitar Mei 2022. Saat itu, Pemakarsa Kegiatan BBWS Pamali Juana tengah melakukan Penyusunan Dokumen Pengadaan Tanah .

READ  Ketua Umum MBP Sidorejo Law Soroti Tuntutan Jaksa Kasus Proyek Maut PKU Muhammadiyah Blora: “Tragedi Ini Bukan Sekadar Kelalaian Teknis!”

Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Penolakan keras datang dari warga terdampak di Desa Karanganyar dan Desa Todanan. Tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka terancam tergenang.

Aksi protes pun meletup. Sepanjang jalan desa dipenuhi coretan bernada penolakan terhadap rencana pembangunan bendungan. Warga menyuarakan kecemasan akan hilangnya lahan pertanian, mata pencaharian, dan ruang hidup mereka.

READ  Oknum Penyidik Polres Batang Diduga Arogan dan Tidak Profesional, Kuasa Hukum Lapor ke Propam: Publik Tunggu Sikap Kapolres

Dalam situasi memanas itu, pada Jumat, 1 April 2022 Dasiran selaku Camat Todanan mengambil langkah mediasi. Ia mempertemukan Riyan dengan Dian Kustiani dari Konsultan Pengadaan tanah , serta Dewi Shinta Rulisyani selaku PPK Perencanaan dan Program dari BBWS Pemali Juana.

Dari pertemuan tersebut, lahirlah sebuah kesepakatan: Riyan diminta untuk membantu proses mediasi dengan warga terdampak, agar berjalan lancar dan kondusif. Ada pula catatan dari pihak BBWS Pemali, jika proses tersebut sukses, Riyan akan dilibatkan dalam pekerjaan konstruksi Bendungan Cabean ke depan.

READ  NA Alami Trauma Psikologis, Dugaan Penganiayaan oleh Bos Solar Elegal di Batang

Tugas itu bukan perkara mudah. Riyan yang menggandeng beberapa temannya yaitu Fuad, Supri dan Yudi, kemudian bersama tim pengadaan tanah mulai melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga terdampak.

Salah satu momen paling menegangkan terjadi pada sore hari di bulan Ramadhan 2022. Bersama Dasiran Camat Todanan, Riyan mendatangi rumah warga di Kalisoko untuk melakukan sosialisasi secara persuasif.

READ  KPK Kirim Surat Klarifikasi kepada Kaesang terkait Penggunaan Jet Pribadi

Alih-alih sambutan hangat, ancaman justru mereka terima. Ada warga yang mengancam dengan linggis, bahkan menyebut bacok sebagai konsekuensi jika proyek tetap dipaksakan.

Dalam perjalanan pulang, keduanya hanya bisa menghela napas panjang.

READ  KERJA SAMA URUK PADAS DI KIK BERUJUNG LAPORAN HUKUM: LBH KIP DAMPINGI DEVINA LAPORKAN DUGAAN PENIPUAN DAN PENGGELAPAN

“Apa ya Pak nanti yang kita dapatkan? Sampai nyawa kita jadi taruhan,” tanya Riyan kepada Camat Todanan.

“Gak tahu. Yang penting kita berjuang agar daerah kita maju,” jawab Dasiran singkat, namun sarat makna.

Penolakan demi penolakan membuat proses pengisian kuesioner (questionnair) kerap buntu. Bersama Dian Kustiani ketua tim pengadaan Tanah , Riyan menggelar rapat kecil untuk menyusun strategi sosialisasi. Akhirnya diputuskan, sosialisasi dilakukan pada malam hari di bulan Ramadhan 2022, bertempat di Balai Desa Todanan.

READ  LSM BPPI Bersinergi Dengan KST dan Mahasiswa UIN salatiga Peduli Cianjur

Kegiatan itu diikuti warga terdampak dari Dukuh Jomblang dan dipimpin langsung oleh Sugianto, Kepala Desa Todanan, Dasiran Camat Todanan dan Dian Kustianidari pihak Konsultan.

Dari forum tersebut, muncul secercah harapan. Dialog mulai terbuka, emosi perlahan mereda.

Usai Lebaran 2022, sosialisasi lanjutan digelar di rumah Kepala Dusun Kalisoko. Pada kesempatan itu, Riyan melibatkan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Blora, yang dihadiri Bambang Wijanarko, Eko Kotak dan Joko Suprayitno atau yang akrab disapa Joko Sembung.

READ  Donor Darah Lions Club di Ambarukmo Plaza Sasar 1.000 Kantong, Jawab Krisis Stok Darah Jelang Lebaran

“Alhamdulillah, dari hasil sosialisasi usai Lebaran 2022 tersebut, warga akhirnya menerima adanya Bendungan Cabean, dengan catatan dipulihkannya mata pencaharian warga terdampak,” ungkap Riyan.

Meski kesepakatan mulai tercapai, pendekatan tidak berhenti. Riyan bersama pihak terkait terus melakukan komunikasi dengan warga dan tokoh masyarakat.

Perlahan, proses pengadaan tanah hingga tahapan lanjutan berjalan aman dan kondusif, hingga akhirnya berujung pada pembayaran ganti untung kepada warga pada Desember 2025.

Kini Bendungan Cabean sudah mulai tahap pengerjaan, yang tentunya menjadi simbol pembangunan dan harapan baru bagi Blora. Namun di balik kemegahan itu, tersimpan kisah sunyi tentang perjuangan yang nyaris luput dari sorotan.

Sebuah perjuangan yang barangkali hanya tercatat dalam ingatan mereka yang pernah mempertaruhkan rasa takut, tenaga, bahkan nyawa – tanpa tepuk tangan, tanpa panggung, dan tanpa pengakuan.

READ  Megawati: "Ngapain Saya Disuruh Dukung Anies, Mau Nggak Nurut Sama PDIP?

Apalah daya, perjuangan tetaplah perjuangan, janji tinggal janji. Kadang ia selesai tanpa pernah benar-benar diperhatikan.(Red/Time)

Berita Terkait

DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala
TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  
SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!
GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH
Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  
MAKAM KRAMAT DI BANTARAN SUNGAI: DPD IWOI Kota Semarang Ajukan Izin Bangun untuk Lestarikan Budaya dan Dorong Pariwisata
WALI KOTA KAWAL LANGSUNG! Exit Tol Pattimura Dibangun dengan Prinsip: Transparan, Berkelanjutan, dan Jelas Pro Rakyat!
MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:11 WIB

DIRGAHAYU KOPASSUS: “Jiwa Komando” Tak Pernah Pensiun, Pengabdian Terus Menyala

Rabu, 22 April 2026 - 18:21 WIB

TANCAP GAS JELANG VERIFIKASI KPU! Hanura Jateng Konsolidasi Massal Sampai Tingkat Desa, Janji Hadirkan Politik Bersih & Pro Rakyat  

Rabu, 22 April 2026 - 18:13 WIB

SKEMA BISNIS LKS TERBONGKAR! Lewat K3S Hingga Kepala Sekolah, Harga Naik 2x Lipat—TERNYATA MELANGGAR UU!

Rabu, 22 April 2026 - 14:12 WIB

GELAGAT NYELENEH DI MALAM HARI BERUJUNG KENA BATU! 200 TABUNG GAS “MELON” KETANGKEP POLISI, PELAKU BISA BAYAR DENDA SAMPAI JUAL TANAH

Rabu, 22 April 2026 - 08:15 WIB

Teguran Hanya Kata-Kata, Tindakan Nol Besar: Dinas Pendidikan Semarang Terbongkar Ketidakseriusannya  

Sabtu, 18 April 2026 - 21:46 WIB

WALI KOTA KAWAL LANGSUNG! Exit Tol Pattimura Dibangun dengan Prinsip: Transparan, Berkelanjutan, dan Jelas Pro Rakyat!

Sabtu, 18 April 2026 - 21:11 WIB

MERIAH TAK TERHINGGA! LOMBA KETRAMPILAN SIAGA (LKS) GUNUNG PATI DISEBUT PESTA KEBANGGAAN ANAK BANGSA  

Sabtu, 18 April 2026 - 14:48 WIB

SKANDAL DINAS PENDIDIKAN! IZIN SEKOLAH TERTAHAN 3 TAHUN TANPA KEPUTUSAN, PLT KADIS DIKETAWAKAN: “SAYA KURANG TAHU!”

Berita Terbaru