Warga Semarang Indah Pertanyakan Legalitas Bangunan Menjorok ke Jalan, Desak Pemkot Gercep Tindaklanjuti

Avatar photo

- Kontributor

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang|PortalindonesiaNews.Net – Warga Perumahan Semarang Indah, Kelurahan Tawang Mas, Kecamatan Semarang Barat, mempertanyakan keberadaan sebuah bangunan yang dinilai tidak lazim dan diduga melanggar aturan tata ruang. Bangunan tersebut disebut memiliki akses masuk dengan ketinggian lebih dari dua meter serta diduga memakan badan jalan dan trotoar, bahkan melebihi batas bangunan warung di sebelahnya.

Sejumlah warga mengaku kebingungan dengan berdirinya bangunan tersebut, apalagi lokasinya berada di jalan utama perumahan yang setiap hari dilalui kendaraan dan pejalan kaki. Mereka khawatir kondisi itu dapat mengganggu kenyamanan, keselamatan, serta akses lalu lintas di lingkungan mereka.

READ  Pemasangan Plang dan Penertiban Aset Milik PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS

“Kami hanya ingin kejelasan, apakah bangunan seperti ini memang diperbolehkan? Kalau memang ada izinnya, tolong dijelaskan. Kalau tidak, kami berharap segera ada tindakan,” ujar salah satu warga.

 

Sorotan publik pun mulai bermunculan di media sosial dan grup percakapan warga. Banyak yang menilai jika benar bangunan tersebut melampaui batas jalan atau trotoar, maka hal itu bisa menjadi preseden buruk bagi penataan kawasan perumahan.

READ  Ketua Umum MBP Sidorejo Law Soroti Tuntutan Jaksa Kasus Proyek Maut PKU Muhammadiyah Blora: “Tragedi Ini Bukan Sekadar Kelalaian Teknis!”

Warga meminta Pemerintah Kota Semarang dan dinas terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. Mereka berharap ada respons cepat agar tidak muncul kesan pembiaran terhadap dugaan pelanggaran aturan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kelurahan maupun dinas terkait mengenai status perizinan bangunan tersebut. Warga berharap klarifikasi segera disampaikan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan bersama.(Red/Time)

Berita Terkait

Mega Skandal MBG Menggelinding, Masyarakat Minta Tangan Kanan Pengambil Kebijakan Ikut Diperiksa
CSSMoRA UIN WALISONGO SEMARANG, Mengajak Warga Semarang Khususnya Para Mahasiswa untuk sama-sama Peduli terhadap Pelestarian Lingkungan
Menjaminkan Sertipikat Tanah & BPKB tanpa Surat Kuasa dan Perjanjian, lalu dipinjamkan lagi: Adalah Melanggar Hukum Sesuai dengan KUHP Baru
TRAGIS!! Bilqis (11) Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Warga Sragen Geram dan Berduka
15 Ahli Waris Bersatu Beri Kuasa Khusus ke GNPK-RI Jateng, Sengketa Tanah Lama Kembali Mengemuka
KARMUBIT TERPILIH AKLAMASI! Hanura Batang Pasang Target Besar: Tambah Kursi DPRD hingga Tembus DPR RI
Menjelang HUT ke 80 POMAD Denpom IV/5 SEMARANG Pererat Silaturahmi dengan Sesepuh
Ketua PKP Jateng-DIY Soroti Tata Kelola MBG di Jawa Tengah, Desak BGN Respons Cepat Aduan Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:51 WIB

Mega Skandal MBG Menggelinding, Masyarakat Minta Tangan Kanan Pengambil Kebijakan Ikut Diperiksa

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:30 WIB

CSSMoRA UIN WALISONGO SEMARANG, Mengajak Warga Semarang Khususnya Para Mahasiswa untuk sama-sama Peduli terhadap Pelestarian Lingkungan

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:39 WIB

Menjaminkan Sertipikat Tanah & BPKB tanpa Surat Kuasa dan Perjanjian, lalu dipinjamkan lagi: Adalah Melanggar Hukum Sesuai dengan KUHP Baru

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:15 WIB

TRAGIS!! Bilqis (11) Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Warga Sragen Geram dan Berduka

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:51 WIB

15 Ahli Waris Bersatu Beri Kuasa Khusus ke GNPK-RI Jateng, Sengketa Tanah Lama Kembali Mengemuka

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:55 WIB

Menjelang HUT ke 80 POMAD Denpom IV/5 SEMARANG Pererat Silaturahmi dengan Sesepuh

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:23 WIB

Ketua PKP Jateng-DIY Soroti Tata Kelola MBG di Jawa Tengah, Desak BGN Respons Cepat Aduan Masyarakat

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:59 WIB

Dinilai Gagal Memimpin dan Lemah Pengawasan, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hidayana Dicopot

Berita Terbaru