Terkait Talut Ambrol Di Dsn Kenongo ini Keterangannya

- Kontributor

Rabu, 20 Maret 2024 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Semarang,
PortalindonesiaNews.net
– – Pembangunan talut atau tembok penahan tanah (TPT)
di dusun Kenongo desa Lemahireng Kabupaten Semarang yang dikerjakan pada bulan
Desember 2023 dengan anggaran Rp 70.000.000 (Tujuhpuluh Juta Rupiah) sumber dari
bantuan keuangan (Bankeu) untuk desa pada 2023 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

 

Tri sebagai
Kades Lemahireng menjelaskan terkait talut yang baru tiga bulan tersebut ambrol
dikarenakan kondisi ekstrim curah hujan yang sangat lebat sejak bulan Februari sampai
Maret menyebabkan tanah bergerak sehingga terjadi longsor. (19/03)

 

“Dalam
pelaksanaan kegiatan pembangunan talut atau tembok penahan tanah (TPT) sudah
melalui rapat koordinasi dengan masyarakat serta Rukun Tetangga (RT) dan Rukun
Warga (RW), dan kami sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” jelas
Tri.

 

READ  KONSEP "MIRACLE OF RECYCLE" GEBRAK KARNAVAL HUT KOTA SEMARANG KE-479, ANTUSIASME WARGA PADANGSARI MEMBARA

“Longsornya
tanah akibat curah hujan yang sangat lebat di bulan Maret ini diluar dugaan dan
kuasa kami, sehingga menimbulkan kelabilan tanah yang mengakibatkan tanah
bergerak dan longsor, adapun korban material yang dialami rumah Bapak Joko
sudah diselesaikan dengan dibangun kembali menggunakan dana bersumber Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
tahun 2024, yang mana memang kebetulan Bapak Joko tahun ini terdata sebagai
penerima RTLH tahun 2024,” ujar Tri.

 


Kasiani sebagai
ketua Tim Pelaksana Kegiatan/Tim Pengelola Kegiatan (TPK) menjelaskan bahwan
pembangunan tersebut bertujuan mencegah terjadinya longsor tanah tersebut.

 

“Tujuan talut
yang kami kerjakan mencegah longsornya tanah yang pernah terjadi sebelumnya,
sehingga kami sepakat melakukan pekerjaan talut tersebut,” terang Kasiani.

 

“Kami
melaksanakan Talud tersebut sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan pondasi
kedalaman satu setengah meter, tinggi satu setengah meter dan panjang duapuluh
delapan meter,” tambah Kasiani.

READ  MODUS INVESTASI WALET FIKTIF TERUNGKAP! Korban Rugi Rp78 Miliar, Pelaku Cuci Uang Lewat Skema Rekening Siluman

 

Saat kejadian
longsornya tanah yang mendorong talut atau TPT, Kades Lemahireng melakukan
penanganan awal dengan mencegah korban jiwa, melaporkan kejadian tersebut ke Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Koramil, Inspektorat hingga Dispermades.

 

“Talut yang
di dusun Kenongo RT 2 RW 8 pernah longsor diduga tanah tersebut bersifat labil,
kami berupaya semaksimal mungkin, tapi memang diluar prediksi kami terkait
curah hujan yang sangat lebat,” terang Kades.


Kaban BPBD
Kabupaten Semarang saat di konfirmasi (20/03) menjelaskan bahwa setelah
mendapatkan informasi adanya longsor tanah diakibatkan hujam lebat, tim reaksi
cepat penanggulangan bencana BPBD Kabupaten Semarang langsung bertindak dan
langsung menurunkan alat berat kelokasi, untuk musibah tersebut kami sudah mengkoordinasikan
kepada dinas-dinas terkait.

READ  GANTI KARANGAN BUNGA, KODIM 0714 SALATIGA BAGIKAN BIBIT POHON BUAH UNTUK WARGA

 

Kepala Desa
Lemahireng, Tri menyayangkan informasi yang ditayangkan melalui Media Sosial
Fecebook, Youtube dan Media Online sangat tidak benar, karena dalam kenyataannya
penggunaan anggaran pembangunan tersebut bukan bersumber dari Dana Desa,
melainkan Bankeu Prov tahun 2023, dan pelaksanaannya sudah melalui tahap sesuai
SOP dan sesuai RAB.

 

“Dalam
pemberitaan yang sudah sempat meluas dan mencemarkan nama baik, kami mencoba
berkoordinasi dengan pakar hukum terkait informasi bohong atau hoax atas
kejadian musibah longsornya talut di dusun Kenongo tersebut, kemungkinan kami
akan melakukan upaya hukum agar berita semacam itu tidak terulang lagi,” tutup
Tri.

 

(Jans)

PT. Portal Indonesia News Grup

Berita Terkait

Mega Skandal MBG Menggelinding, Masyarakat Minta Tangan Kanan Pengambil Kebijakan Ikut Diperiksa
CSSMoRA UIN WALISONGO SEMARANG, Mengajak Warga Semarang Khususnya Para Mahasiswa untuk sama-sama Peduli terhadap Pelestarian Lingkungan
TRAGIS!! Bilqis (11) Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Warga Sragen Geram dan Berduka
15 Ahli Waris Bersatu Beri Kuasa Khusus ke GNPK-RI Jateng, Sengketa Tanah Lama Kembali Mengemuka
KARMUBIT TERPILIH AKLAMASI! Hanura Batang Pasang Target Besar: Tambah Kursi DPRD hingga Tembus DPR RI
Menjelang HUT ke 80 POMAD Denpom IV/5 SEMARANG Pererat Silaturahmi dengan Sesepuh
Ketua PKP Jateng-DIY Soroti Tata Kelola MBG di Jawa Tengah, Desak BGN Respons Cepat Aduan Masyarakat
Bangkitkan Semangat Kolaborasi dan Sport Tourism, Platinum Fun Run 2026 Hadir Kembali Memeriahkan Perjatanan 1 Dekade Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta.

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:51 WIB

Mega Skandal MBG Menggelinding, Masyarakat Minta Tangan Kanan Pengambil Kebijakan Ikut Diperiksa

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:30 WIB

CSSMoRA UIN WALISONGO SEMARANG, Mengajak Warga Semarang Khususnya Para Mahasiswa untuk sama-sama Peduli terhadap Pelestarian Lingkungan

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:15 WIB

TRAGIS!! Bilqis (11) Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya, Warga Sragen Geram dan Berduka

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:51 WIB

15 Ahli Waris Bersatu Beri Kuasa Khusus ke GNPK-RI Jateng, Sengketa Tanah Lama Kembali Mengemuka

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:55 WIB

Menjelang HUT ke 80 POMAD Denpom IV/5 SEMARANG Pererat Silaturahmi dengan Sesepuh

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:23 WIB

Ketua PKP Jateng-DIY Soroti Tata Kelola MBG di Jawa Tengah, Desak BGN Respons Cepat Aduan Masyarakat

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:14 WIB

Bangkitkan Semangat Kolaborasi dan Sport Tourism, Platinum Fun Run 2026 Hadir Kembali Memeriahkan Perjatanan 1 Dekade Platinum Adisucipto Hotel Yogyakarta.

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:22 WIB

Polrestabes Semarang Kembalikan Motor Korban Curanmor, Wujud Nyata Pelayanan dan Komitmen Mengembalikan Hak Masyarakat*

Berita Terbaru