Skandal “Pemain Titipan” Guncang Liga Desa Jateng: Manipulasi Domisili Massal Terbongkar!

Avatar photo

- Kontributor

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketika Pertandingan Liga Desa Berlangsung

Foto : Ketika Pertandingan Liga Desa Berlangsung

KAB. PEKALONGAN | PortalindonesiaNews.Net – Semangat sportivitas turnamen Liga Desa Jawa Tengah tercoreng dugaan skandal manipulasi data kependudukan yang sistematis. Tim asal Kabupaten Semarang melayangkan protes keras setelah menemukan bukti bahwa mayoritas pemain lawan diduga merupakan pemain “cabutan” yang baru berganti domisili secara mendadak.

Ketegangan memuncak saat tim Desa Pager Putih, Pekalongan, dituding melanggar kesepakatan krusial terkait syarat domisili pemain. Berdasarkan aturan yang disepakati, setiap pemain wajib menjadi penduduk desa setempat minimal selama dua tahun guna memastikan ajang ini menjadi wadah pembinaan bakat lokal, bukan ajang “belanja” pemain profesional.

READ  Dari Jadi hakim, rektor hingga ketua DPD partai Hanura Jateng Kanjeng Hono Raih PROFESI AWARD 2026 dimalam rekor Spetakuler

Bukti Digital Disdukcapil Berbicara

Ketua Paguyuban Kepala Desa (Kades) Hamong Projo Kabupaten Semarang, Samsudin — atau yang populer disapa Doyok — tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa pihaknya memegang bukti otentik yang tak terbantahkan.

READ  Semarang Gandeng PT BLE: TPA Blondo Berubah Jadi Pembangkit Listrik, Izin Dikejar!

“Kami sangat kecewa. Kesepakatan di Technical Meeting itu harga mati, tapi faktanya di lapangan berbanding terbalik. Ini bukan lagi soal kalah atau menang, tapi soal kejujuran dalam membina desa,” tegas Samsudin.

Dugaan kecurangan ini semakin kuat setelah Official Team Banyubiru FC melakukan penelusuran mandiri. Sri Anggoro Siswaji, Kepala Desa Banyubiru, mengungkapkan temuan mengejutkan dari hasil pemindaian (scanning) data Disdukcapil Provinsi Jawa Tengah.

READ  Bupati Cilacap Lantik 17 Pejabat Tinggi Pratama, Tegaskan Evaluasi Kinerja Enam Bulan

“Data menunjukkan sekitar 90 persen pemain tim lawan baru terdaftar pindah ke desa tersebut pada 30 Desember 2025. Bahkan, ada pemain yang datanya sama sekali tidak ditemukan di sistem. Ini adalah manipulasi administrasi yang sangat kasat mata,” ungkap Sri Anggoro dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/1/2026).

READ  Dihadiri Ribuan Orang, Perayaan Natal PPD HKBP Distrik X Medan Aceh Berlangsung Meriah dan Penuh Sukacita

Tuntutan Diskualifikasi

Pihak Kabupaten Semarang menilai insiden ini sebagai penghinaan terhadap semangat turnamen. Pindah domisili secara massal hanya beberapa hari sebelum pergantian tahun dianggap sebagai upaya instan untuk memenangi kompetisi dengan cara yang mencederai keadilan.

READ  Tamparan Cinta di Pagi Hari: Emak-Emak Gemes Tampar Calon Wali Kota Salatiga, Sinoeng

Banyubiru FC telah melayangkan surat keberatan resmi dan mendesak panitia pelaksana Liga Desa untuk bertindak tegas. Mereka menuntut hukuman berat berupa diskualifikasi bagi tim yang terbukti melanggar aturan administrasi demi menjaga marwah turnamen.

READ  Putus Mata Rantai Tengkulak! Polri Kawal Modal KUR dan Serapan Bulog demi Kesejahteraan Petani Jagung  

“Jika hal seperti ini dibiarkan, maka tujuan Liga Desa sebagai ajang pembinaan talenta asli daerah akan sirna, digantikan oleh taktik manipulasi kependudukan,” tambah Sri Anggoro.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia penyelenggara maupun Official Tim Desa Pager Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan serius tersebut. Publik kini menunggu keberanian panitia dalam menegakkan aturan demi integritas sepak bola desa di Jawa Tengah.

Laporan: iskandar

 

 

 

 

Berita Terkait

Sidang PMH PN Salatiga Hebohkan Publik, Kesaksian Mantan Sopir Ungkap Dugaan Gadai Mobil Tanpa BPKB  
MEHEBOHKAN! 800 PESERTA RAMEKAN TURNAMEN MOBILE LEGENDS KAPOLRESTA CILACAP – GERAKAN ANTI KENAKALAN REMAJA  
Telah Rerjadi Intimidasi Wartawan di Tanggamus, Pimpinan Patroli 86 Minta Kapolri Tindak Tegas
Buka Puasa Hanura DIY Jadi Ajang Konsolidasi Kader, Dukungan Menguat untuk Johnson Erwin Sitohang  
Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  
KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih
Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim
Agak Lain! Diminta Kembalikan Mobil Klien, Terduga Pelaku Justru Tantang Dilaporkan ke Polisi

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:54 WIB

Sidang PMH PN Salatiga Hebohkan Publik, Kesaksian Mantan Sopir Ungkap Dugaan Gadai Mobil Tanpa BPKB  

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:08 WIB

MEHEBOHKAN! 800 PESERTA RAMEKAN TURNAMEN MOBILE LEGENDS KAPOLRESTA CILACAP – GERAKAN ANTI KENAKALAN REMAJA  

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:18 WIB

Telah Rerjadi Intimidasi Wartawan di Tanggamus, Pimpinan Patroli 86 Minta Kapolri Tindak Tegas

Senin, 9 Maret 2026 - 16:35 WIB

Buka Puasa Hanura DIY Jadi Ajang Konsolidasi Kader, Dukungan Menguat untuk Johnson Erwin Sitohang  

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:39 WIB

Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Warga dan Pengurus Sepakat Jaga Toleransi  

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:55 WIB

Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim

Minggu, 1 Maret 2026 - 06:33 WIB

Agak Lain! Diminta Kembalikan Mobil Klien, Terduga Pelaku Justru Tantang Dilaporkan ke Polisi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:05 WIB

Menu MBG TK di Bergas Diduga Tak Layak Konsumsi: Buah Busuk dan Roti Berbau Ditemukan

Berita Terbaru