Kuasa Hukum Korban Pelecehan Seksual Di Salah Satu Ponpes Ungaran Tegas Mengatakan ini

- Kontributor

Kamis, 23 Maret 2023 - 04:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 D Risandi Nusbar., SH

Semarang, Portal Indonesia News – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, sanksi bagi orang dewasa pelaku pemerkosaan anak di bawah umur adalah kurungan selama 5-15 tahun dengan denda maksimal 5 miliar rupiah.
Dugaan Tindak Pidana yang terjadi di salah satu Ponpes Kabupaten Semarang dengan korban anak dibawah umur korban  NL (16) dengan dugaan tersangka (pelaku ZM) adalah pengasuh/pemilik  Pondok Pesantren  di Kec. Ungaran Barat, Kab. Semarang.
Saat dikonfirmasi awak media yang saat itu mengkonfirmasi ke Humas Polres belum ada penahanan ternyata tersangka sudah ditahan.
Rabu 22/3/2023 awak media  mengkonfirmasi ke kuasa hukum korban lagi dan menurut keterangan dari D.Risandi.N., SH dan Visnu Hadi P.,S.H yang merupakan  Pengacara/ Advokat yang ditunjuk Keluarga Korban bahwa pelaku juga sudah di tahan.
Kasus dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur itu diduga terjadi pada 23-24 Januari 2023 lalu dan dilaporkan ke Polres Semarang oleh keluarga Korban pada Jum’at di Polres Semarang (24/02/2023).
Bahkan, kasus tersebut sempat ramai di media sosial maupun media online. Dalam peristiwa ini diduga  pelakunya adalah ZM yang juga pengasuh Ponpes ‘NU’ Sembungan, kec. Ungaran Barat, Kab. Semarang.
Menurut  Pengacara Korban D Risandi Nusbar., SH kepada awak media, banyak pihak pihak yang diduga melakukan interpensi kepada keluarga korban dan salah satu guru/pengajar korban bahkan sama kami pengacara Korban dengan beraneka ragam cara dan  iming iming sejumlah nilai uang untuk perdamaian dan dicabutnya laporan ini, kami bersama Keluarga Korban tetap dalam pendirian bahwa dalam kasus yang menimpa adik klien kami (Yuni Sukowati) harus tetap berjalan sesuai hukum yang berlaku  dan dalam kasus ini menurut pendapat saya kasus ini adalah  kasus yang sensitif dan harus benar benar di sikapi dan di perhatikan semua pihak karena korban adalah anak anak dan dugaan pelaku adalah pengasuh pondok pesantren yang juga merupakan pengajar dan dikenal sebagai Tokoh Agama.
” Seharusnya pihak pihak yang inginkan perkara ini berhenti dan membela pelaku malu dan berfikir apabila terjadi terhadap keluarganya”,…menurut saya harusnya bukan pembelaan yang didapat tapi tambahan hukuman pesakitan yang harus diterima pelaku, dikarenakan sangat mencoreng dunia pendidikan dan membuat rusak mental dan cita cita anak bangsa dengan kelakuannya” ucap Risandi SH.
Saat di tanya awak media terkait penetapan status dugaan pelaku yang berinisial  ZM  (Pemilik Ponpes) terkait kasus pencabulan ini Visnu Hadi P.,S H menjawab
“Penetapan status tersangka bagi ZM yang diduga  pelaku  pencabulan ini akan saya cek langsung kepada penyidik Polres Semarang yang menangani perkara ini.
Kami juga menginginkan penjelasan dan  keterbukaan Polres Semarang dalam kasus ini, Bahkan, saya berharap jika ada korban lain untuk segera dapat melaporkan kasus yang menimpanya kepada Polres Semarang 
Kami awak media mendapat tambahan  informasi  lewat TLP Wa dari  Pengacara Korban D.Risandi N.,SH  bahwa Pada hari selasa tanggal 22 Maret Risandi SH dan Visnu H.P SH Maret 2023 datang  ke kejaksaan Ambarawa untuk mengirimkan surat prihal permohonan Klarifikasi lewat surat untuk menayakan SPDP  polres Semarang, selain melayangkan surat dengan lampiran surat kuasa yang di terima ptsp Kejaksaaan Negeri Ambarawa.
“Dalam hal ini kita mengacu pada pasal 109 ayat (1) KUHAP jo putusan MK nomor 130/PUU – XIII/ 2015,” ujar Risandi SH.
“Saya juga secara langsung komunikasi secara langsung  Lewat tlp WA kepada Kasipidum Kejaksaan Negeri Semarang ( Ibu Ardhana) Kasipidum menanggapi  dengan tanggapan  yang baik / positif dan Ibu Ardhana  sebagai Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Ambarawa menyampaikan bahwa kejaksaan negeri Ambarawa sudah menerima berkas dari polres terkait perkara ini sejak hari Jumat tanggal 17 Maret 2023 ” kata Risandi SH lewat TLP WA.
“Didalam perkara ini Kami tidak akan memberi ruang untuk jual beli perkara yang kita pegang adalah penegakan hukum dan keadilan.
Pelaku yang saat ini adalah status tersangka harus diganjar sesuai perbuatannya..kalau perlu ditambah hukumannya karena profesinya sebagai pengasuh/ pengajar/ pemilik pondok yang juga  merupakan tokoh masyarakat..orang yang cakap hukum dan dianggap mengerti hukum….. korban adalah anak anak yang harus dilindungi yang harus di cerdaskan dan di bina dengan akhlak akhlak yang baik dan anak  mempunyai masa depan yang mempunyai cita cita ” ujar Risandi  SH kepada Awak Media.
“Kami berharap temen temen media selalu mengawal perkara ini….jangan biarkan pelaku pelaku terhadap kekerasan/pelecehan seksual terhadap anak dibiarkan …kawal sampai tuntas perkara ini lewat media baik media elektronik maupun media cetak..buat para orang tua, masyarakat tenang…karena tujuan anaknya menitipkan ke sekolah  untuk tujuan ingin anaknya cerdas…anaknya pintar…anaknya berprestasi …jangan sampai rusak mentalnya ..rusak fisiknya gara gara syahwat  seorang yang dianggapnya sebagai pendidik…orang yg dianggapnya sebagai pengayom…” menurut Risandi N.SH.
(Iskandar)
PT. Portal Indonesia News Grup
READ  Dr. C.M. Firdaus Oiwobo Teguhkan Integritas Advokat Lewat Sumpah PEMBASMI di Jawa Tengah

Berita Terkait

KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih
Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim
Menu MBG TK di Bergas Diduga Tak Layak Konsumsi: Buah Busuk dan Roti Berbau Ditemukan
Kasus Viral Agus Palon Berimbas, Dugaan Oknum Polisi Disebut Lindungi DPO
Warga Bandungan Sambut Gembira Sosialisasi Bahaya Petasan: Langkah Nyata Ciptakan Lebaran Aman dan Damai
Polres Blora Diminta Tegas, John L Situmorang: Jangan Ada Kesan Kebal Hukum dalam Kasus Dugaan Pengancaman dan Rasisme  
Penggugat Diah Iswahyuningsih Punya Kos Mewah Tapi Klaim Tidak Mampu Bayar – Saksi-nya Malah Bisa Tidak Tahu Kronologi Perkara
MASYARAKAT SERU KETELITIAN PENANGANAN KASUS DANA HOK REJOWINANGUN: “TRANSPARANSI ADALAH KUNCI”  

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:48 WIB

KPK “Sikat” Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Digiring ke Gedung Merah Putih

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:55 WIB

Sidang PMH Salatiga Memanas: Adu Argumentasi Saksi Ahli Diah Iswahyuningsih vs Kuasa hukum Y. Joko Tirtono – Muhamad Yusuf di Hadapan Hakim

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:19 WIB

Kasus Viral Agus Palon Berimbas, Dugaan Oknum Polisi Disebut Lindungi DPO

Rabu, 25 Februari 2026 - 23:26 WIB

Warga Bandungan Sambut Gembira Sosialisasi Bahaya Petasan: Langkah Nyata Ciptakan Lebaran Aman dan Damai

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:30 WIB

Polres Blora Diminta Tegas, John L Situmorang: Jangan Ada Kesan Kebal Hukum dalam Kasus Dugaan Pengancaman dan Rasisme  

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:54 WIB

Penggugat Diah Iswahyuningsih Punya Kos Mewah Tapi Klaim Tidak Mampu Bayar – Saksi-nya Malah Bisa Tidak Tahu Kronologi Perkara

Senin, 23 Februari 2026 - 04:58 WIB

MASYARAKAT SERU KETELITIAN PENANGANAN KASUS DANA HOK REJOWINANGUN: “TRANSPARANSI ADALAH KUNCI”  

Senin, 23 Februari 2026 - 04:42 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Pencurian Sepeda Motor Saat Warga Terlelap, Pelaku Berhasil Diamankan

Berita Terbaru